Contoh Puisi Ibu Islami yang Mengharukan dan Penuh Makna Pendek
Ingin membuat puisi tentang ibu? Dalam artikel ini, Mamikos akan berikan beberapa contoh puisi ibu islami penuh makna yang bisa kamu jadikan sebagai inspirasi!
Contoh Puisi 2
Ibuku Surgaku
Karya Ustadz Ahmad Mukarrom Hilal
Ikatan pernikahan berpaut kasih sayang
Buah cinta suci meniti jembatan kelahiran
Berita gembira menyapa hati seorang ibu
Kesempurnaan seorang perempuan nikmat mengandung
Bermulalah karena sang bayi
Ada yang membawa pening kepala
Badan pun lemah, muntah dan mual
Mengidam dan akhirnya meroyan
Kesedihan dan keletihan bersalut kebahagiaan
Terbayang wajah bayi yang cantik dan comel
Berkobar semangat membawa sejuta harapan
Semoga anakku lahir menjadi insan berguna
Derita kesakitan saat melahirkan
Meraung, Menjerit, Menangis dan Meregang nyawa
Siap dan rela meninggal asal anak selamat
Ibu tidak pernah terlupa di ingatan ini
Jasamu tidak mungkin terbayar
Mana mungkin anakmu ini lupa diri
Padahal darah dagingku dari air susumu
Detik jantungku dari nafasmu
Jiwa ragaku dari dari belaian tanganmu
Kejayaanku dari do’amu yang tidak pernah jemu
Tidurmu tidak lena karena tangisan
Rehatmu terganggu karena seribu permintaan
Engkau bersengkang mata
Bersedih hati menitis air mata sepanjang malam
Menatap anakmu yang sedang sakit
Engkau menadah tangan berdo’a
Ya Allah aku rela menderita sakit
Sebagai pengganti penyakit anakku
Asal engkau sembuhkan anakku
Kasihanilah buah hatiku
Jangan Kau bebankan penyakit pada anakku
Ibu walaupun di kamar hatiku
Ada istri dan anak-anakku
Namun engkau tetap tinggal di isatana hatiku
Ibu jasamu tiada terbayar
Budimu tiada terbalas
Kebaikanmu tiada terbatas
Kasih sayangmu sungguh luas
Hanya do’a anakmu sepanjang hayat
Semoga surga sebagai balasan
Karena anakmu sadar
Jasamu, sungguh tak terbayar
Contoh Puisi 3
Cinta Ibu
Karya KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus)
Seorang ibu mendekap anaknya yang Durhaka saat sekarat
Air matanya menetes-netes di wajah yang gelap dan pucat
Anaknya yang sejak di rahim diharap-harapkan
Menjadi cahaya Setidaknya dalam dirinya
Dan berkata anakku jangan risaukan dosa-dosamu kepadaku
Sebutlah nama-Nya, sebutlah nama-Nya.
Dari mulut si anak yang gelepotan lumpur dan darah
Terdengar desis mirip upaya sia-sia
sebelum semuanya terpaku
kaku.
Halaman:



