13+ Contoh Puisi Natal 2025 tentang Kelahiran Yesus Singkat dan Penuh Makna
Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk memeriahkan momen perayaan Natal, misalnya saja pembacaan puisi tema Natal atau kelahiran Yesus Kristus.
6. Tentang Doa (Oleh George MacDonald)
Kadang-kadang, setelah berusaha keras, sepertinya saya tidak bisa berdoa-
Untuk keraguan, dan rasa sakit, dan kemarahan, dan semua perselisihan.
Namun beberapa burung doa malang yang setengah matang keluar dari sarangnya
Bisa jatuh, melayang, terbang, hinggap-berjongkok di dada busur
Dari pohon kehidupan yang besar dan menyembuhkan bangsa;-
Tak bergerak di sana, duduk sepanjang hari yang membara,
Dan di hatiku pada malam hari tergeletak daun segar yang menyejukkan.
Di saat-saat matiku, tuan, giatlah berdoa.
Burung doa saya kedinginan-tidak mau pergi,
Meskipun saya meletakkannya di tepi sarang.
Lalu aku teringat pada cerita lama-
Fakta cinta atau dongeng cinta, kaulah yang paling tahu-
Bagaimana, ketika anak-anak telah membuat burung pipit dari tanah liat,
Engkau membuat mereka marah, burung-burung, dengan sayap yang mengepak dan melipat:
Ambillah, Tuhan, doaku di tangan-Mu, dan buatlah itu berdoa.
7. Sesudah Dua Dasawarsa (Oleh Jean Amanda S. Loupatty)
Kado Natalku ialah cinta kasih Allah
Karunia
Pengampunan
Pendamaian
Keselamatan
Akankah Natalku menjadi redup?
Natalku penuh sukacita
akan kelahiran Mesias
Akankah Natalku menjadi hampa?
Natalku bersekutu dengan Tuhan
menjadi ranting-ranting-Nya
Akankah hidupku tak berkelimpahan?
Natalku terus bertumbuh
berbuah dan memberkati
Dekat
Jauh
Bersama
Berpisah
Natal memang tak lagi sama
tanpamu
Namun cinta kasih Allah
selalu sama dan berlimpah
setiap saat
8. Puisi Natal (Oleh Leengnalty)
Suara lonceng mulai terdengar hingga ke sudut-sudut kota
mengalun lembut selimuti jelang hari.
โsepertinya hujan tak jadi turun malam iniโ
Dinginnya angin di bawah bulan penuh
serukan kedamaian di hari berbahagia.
Pujian dan syukur berpendar-pendar dari dalam gereja,
menerangi malam yang syahdu.
Di remang jiwa yang percaya
hingga tiada ganti akan kasihnya.
โsemoga kita bertemu malam nanti.โ
9. Sang Waktu (Oleh Roos Lusy)
Tak ada waktu pada-Nya
Karena Ia tak berwaktu
Namun Ia yang tak berwaktu,
telah membatasi diri-Nya oleh waktu
Dalam kesunyian malam itu,
waktu-Nya mulai dihitung
Ketika tangisan-Nya yang pertama menggema
Mendetakkan waktu-Nya yang pertama di bumi.
Oh, Sang penentu waktu yang tak berwaktu
Mengapa Engkau membiarkan diri-Mu di atur oleh waktu?
Mengapa Engkau merelakan diri-Mu dibatasi oleh waktu?
Mengapa Engkau menghadirkan diri-Mu ke dalam waktu?
Malam itu, dalam lenguhan hewan yang tak mengenal waktu
Engkau datang untuk memberi waktu yang baru bagi dunia
Engkau datang untuk menawarkan waktu sebagai anugerah
Engkau datang untuk mengatakan waktunya tidak lama lagi
Sebab dunia yang terbatas oleh waktu akan segera berakhir di dalam waktu
Engkau datang untuk mengatakan, waktuku adalah saat ini
Engkau datang untuk mengatakan kepadaku,
waktu-ku hanya sementara di sini
Engkau datang untuk mengatakan,
Berdamailah dengan Aku Sang Waktu yang sejati
Agar aku dapat bersama-Mu tanpa waktu.
10. Cahaya yang Tinggal Tetap (Oleh Ellis Rowsey)
Ucapan-ucapan dan lagu-lagu Natal sudah berakhir
Kegembiraan perayaan Natal sudah berlalu
dengan para malaikat naik ke Surga,
Orang-orang majus kembali ke Timur.
Tetapi terang yang pernah bersinar di sebuah palungan
Masih menerangi dunia dari kejauhan,
Dan hati yang taat masih mendengarkan nyanyian para malaikat
Dan orang bijak masih mengikuti sebuah bintang
Halaman:

