Contoh Puisi Tentang Sosial Masyarakat Pendek yang Bisa Jadi Inspirasi
Apakah kamu sedang mencari puisi tentang sosial masyarakat? Kamu dapat menemukannya dalam artikel Mamikos berikut ini.
Contoh Puisi Tentang Sosial Masyarakat 8
Mimpi Seekor Gajah
Apa yang bisa diimpikan dari seekor gajah?
Dapat terbang ke angkasa dengan sepasang telinganya
Ia pun sekolah supaya
Bisa memanjat, bergelantungan, berayun dari pohon ke pohon
Tapi sayangnya semuanya hanya mimpi
Mustahil jadi nyata
Dan gajah harus menerima takdirnya
Sebagaimana yang telah ditetapkan penciptanya?
Jangan ijinkan ular bermimpi
Biarkan ular tetap melata
Menjengkali bumi ini dengan tubuhnya
Yang selalu haus dengan bisa-bisa Sang Kala
Jangan pernah membuatnya akrab dengan angkasa
Karena ular tak pernah tahu tentang siapa
Dan apa yang bersembunyi di bali mega-mega
Selama apapun seekor burung berkongsi
Dengan seekor katak keduanya takkan mencapai
Cita-cita yang telah lama dipendamnya
Burung tetap tak akan sanggup berenang
Katak tak akan dapat mengambang
Di luasnya angkasa
Sebab memang demikian takdirnya
Walau pahit mereka wajib menerima
Dan tak boleh melawannya
Contoh Puisi Tentang Sosial Masyarakat 9
Bahasa Cinta
Boleh saja sungai dan telaga penuh dengan sampah
Asal jangan isi hati dengan serapah dan amarah
Karena sejatinya di setiap
Kesesakan dan ketidakberuntungan
Atas kelahiran kita di jaman yang serba tak mengenakkan
Tuhan masih memberi kesempatan
Kepada kita untuk membuat tempat layak untuk berpijak
Biar pun itu hanya sejenak
Ketika tanah lapang
Tempat anak-anak menerbangkan layang-layang
Berganti rupa jadi gedung tinggi beraroma kembang
Yang selalu menampilkan urat-urat tegang
Sebaiknya ajak anakmu
Mengamati bagaimana cara senja berpulang
Perlihatkan pada anakmu warna-warni langit
Sesaat sebelum sesudah senja pergi
Dengan begitu
Kelak anakmu akan tahu di dunia ini
Tak ada yang benar-benar bisa berdiri sendiri
Tanamkan pada anakmu bahwa akan selalu ada keindahan nyata
Ketika yang berbeda dapat saling bercengkerama
Dengan bahasa kasih dan cinta
Contoh Puisi Tentang Sosial Masyarakat 10
Melayat
Hari ini dia pergi melayat
Ke tempat
Seorang yang telah sampai
Pada akhir hayat
Meski
Bukan sahabat atau kerabat
Si mayat
Tetap pantas untuk diberi do’a dan hormat
Dan bukannya malah dihujat
Hanya karena si mayat pernah beda pendapat
Dengan si penghujat
Mengapa ia bisa sedemikian bejat?
Mungkin karena ia lupa jika dirinya juga calon mayat
Halaman:

