Contoh Puisi tentang Stop Bullying Singkat Penuh Makna dan Pesan Moral
Menyampaikan pemikiran dan perasaan bisa saja melalui sebuah puisi. Simak contoh-contohnya di artikel ini, ya.
5 Contoh Puisi tentang Stop Bullying
Setelah mengenal berbagai hal yang terkait dengan puisi seperti struktur, unsur, hingga jenis-jenisnya, pada bagian ini terdapat 5 contoh puisi tentang stop bullying.
Bullying atau perundungan memang sudah menjadi masalah yang mengakar di lingkungan masyarakat. Perilaku tercela ini memang sangat membahayakan, bahkan tidak jarang berujung pada kematian.
Salah satu cara untuk menyampaikan agar perilaku tersebut dihentikan adalah dengan membuat sebuah puisi seperti contoh di bawah ini.
1. Hentikan Perundungan, untuk Apa?
Di sekolah, di taman, di tempat umum, semuanya
Ada suara tawa, ada juga yang terluka
Di balik senyum ada luka tersembunyi
Tertusuk kata terperosok dalam nyeri
Taman penuh dengan riang tawa gembira
Namun ada yang terpojok menahan luka
Niat menghibur diri justru tertahan
Ingin berbaur tapi justru direndahkan
Perundungan datang tanpa permisi
Menghancurkan mimpi menorehkan caci
Saatnya berhenti saatnya kita sadar
Bahwa tiap kata dan tiap tindakan punya kadar
Mari kita rengkuh mereka yang tersisih
Beri peluk bukan luka yang perih
Kita satu keluarga dalam kehidupan
Stop perundungan dan ciptakan kedamaian
Karena setiap anak punya hak untuk bahagia
Bukan untuk terluka juga bukan untuk sengsara
Mari bersatu hentikan segala hinaan
Kita adalah generasi penerus perdamaian
2. Luka, Duka, dan Keadilan
Begitu banyak air mata
Terbuang sia-sia
Kekerasan yang melanda
Awal terpuruknya dunia
Anak-anak tak berdaya
Menjadi korban keadaan
Begitu banyak nyawa
Hilang tanpa perlindungan
Aku bertanya dalam hening
Adakah keadilan bagi yang teraniaya?
Mengapa semua ini harus terjadi
Pada anak-anak kami?
Tuhan, lindungilah mereka
Peluklah mereka dalam dekapan
Tuhan, peringatkanlah mereka yang menganiaya
Hukumlah mereka untuk keadilan
3. Manusia Angkuh
Jangan merasa kau paling berkuasa!
Jangan merasa kau paling ditakuti!
Kita semua sama-sama manusia
Kita semua sama-sama berhak bahagia
Kalaupun kau ambil bahagia mereka
Kalaupun kau rampas tawa mereka
Itu tidak berarti kau jagoan
Itu tidak berarti kau pemenang
Semua itu bukti kemunafikan
Pada manusia yang kau anggap lemah
Pada manusia yang kau kerdilkan
Tapi semua akan terbayarkan
Kumohon hentikan!
Hentikan perundungan pada mereka
Kumohon hentikan!
Buatlah dunia lebih berwarna
Halaman:

