Contoh Rencana Anggaran Biaya Sederhana dan Cara Membuatnya yang Benar
Jika kamu bekerja di bidang konstruksi, pasti sudah tidak asing dengan yang namanya contoh rencana anggaran biaya sederhana yang akan dibahas di bawah ini. Rencana Anggaran Biaya (RAB) sangat diperlukan dalam pelaksanaan proyek pemerintah atau swasta.
4. Total Upah Pekerja
Kamu bisa mendapatkan komponen RAB yang satu ini dari biaya per jam dikalikan estimasi waktu pekerjaan dan dikalikan lagi dengan total pekerja. Dengan begitu, kamu akan mengetahui total upah pekerja dari contoh rencana anggaran biaya kegiatan organisasi.
5. Total Material Bahan Bangunan
Total harga material bahan bangunan ini bisa kamu dapatkan dari survei harga di pasaran di daerah tersebut.
6. Total Harga
Untuk mendapatkan total harga ini, kamu perlu menjumlahkan total upah dengan total material yang sudah dihitung sebelumnya.
Cara Membuat Rencana Anggaran Biaya Sederhana
Sebenarnya, sudah banyak contoh rencana anggaran biaya sederhana yang bisa kamu temukan di internet atau media lainnya. Contoh tersebut bisa dijadikan acuan untuk membuat RAB sesuai dengan proyek yang sedang kamu kerjakan.
Meski begitu, masih banyak orang yang belum paham tentang bagaimana cara membuat RAB sederhana yang benar dan tepat. Bukan hanya format penulisan RAB yang harus diperhatikan, tapi kamu juga harus memastikan bahwa setiap data yang dimasukkan sudah benar.
Untuk memahami lebih lanjut bagaimana pembuatan contoh rencana anggaran biaya sederhana, maka simaklah beberapa langkah berikut ini:
1. Mempersiapkan Gambar Kerja Detail
Gambar Kerja Detail atau Detail Engineering Design (DED) merupakan bagian dari RAB yang sangat diperlukan dalam beberapa keperluan proyek. Ketika kamu mengurus pembuatan SPK (Surat Perjanjian Kontrak Kerja) dan IMB (Izin Mendirikan Bangunan), kamu butuh DED.
Proyek konstruksi membutuhkan gambar kerja pada contoh rencana anggaran biaya sederhana untuk menentukan ukuran material bangunan, jenis pekerjaan dan spesifikasi. Tapi, gambar kerja detail ini tidak diperlukan dalam pelaksanaan proyek pengadaan barang.
Salah satu keuntungan dari adanya DED dalam proyek konstruksi adalah perhitungan volume pekerjaan yang lebih mudah. Pemilihan item pekerjaan yang akan dihitung dalam RAB dipengaruhi oleh DED sebagai rujukan yang memiliki fungsi penting.
2. Menghitung Volume Pekerjaan
Langkah selanjutnya yang harus dicermati dalam pembuatan contoh rencana anggaran biaya sederhana adalah menghitung volume pekerjaan. Langkah ini bisa kamu lakukan jika seluruh item yang diperlukan sudah terdaftar dengan baik.
Kamu perlu menghitung banyaknya volume pekerjaan dalam satu satuan, misalnya per unit, m3, m2, dan lain sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah biaya pekerjaan, kamu harus mengalikan volume pekerjaan dengan harga satuan pekerjaan.
Semua spesifikasi memiliki cara perhitungan volume pekerjaan yang sama, namun kamu perlu memastikan bahwa semua data yang masuk sudah benar. Lakukan perhitungan dengan teliti karena satu bagian salah bisa menyebabkan kesalahan pada bagian lainnya.
3. Membuat dan Menentukan Harga Satuan Pekerjaan
Selanjutnya, kamu harus membuat dan menentukan harga satuan pekerjaan yang menjadi dasar perhitungan biaya yang diperlukan. Harga satuan pekerjaan nantinya akan dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu harga upah dan material.
Caranya tidak akan sulit karena kamu tinggal memasukkan harga berdasarkan survei pasar yang sudah dilakukan. Namun, kamu harus tahu bahwa harga yang dimasukkan harus sesuai dengan lokasi konstruksi karena beda daerah mengakibatkan harga pasarannya juga beda.
Contoh rencana anggaran biaya sederhana biasanya mencantumkan harga satuan pekerjaan per tahun 2025 untuk pekerjaan rangka atap sekitar Rp111.000/m2, pengecatan dinding sekitar Rp10.500/m2 dan pemasangan plafon sekitar Rp26.000/m2.
Jika pekerjaan bangun atau renovasi belum dimulai, kamu juga harus mengantisipasi adanya kenaikan harga jadi harga bisa ditulis di atas harga pasaran tahun ini. Dengan begitu, kamu tidak akan kebingungan mencari dana tambahan jika terjadi kenaikan harga.
Halaman:

