Advertisement
Source : canva.com/@OksanaLatysheva

9 Contoh Revolusi yang Pernah Terjadi di Indonesia dan Dunia

Dalam sejarah dunia, terjadi banyak revolusi yang menjadi tonggak sejarah bagaimana sebauh negara masih ekses hingga sekarang. Mau tahu contoh di Indonesia dan dunia lainnya? Baca artikel ini!

6 November 2025 Uyo Yahya

6. Revolusi Amerika

Selain di Tiongkok, revolusi yang pernah terjadi di dunia lainnya bertempat di Amerika. Pada awal 1765, situasi panas terjadi antara Kolonis Amerika yang mentah-mentah menolak pungutan pajak dari Parlemen Britania.

Hal ini berdasar pada bahwa sebenarnya memang Parlemen Britania tidak memiliki kuasa atau wewenang apapun pada wilayah yang diduduki oleh pemerintahan Koloni Amerika saat itu.

Situasi panas ini membentuk gerakan yang terkenal dengan nama Patriot Koloni Amerika dengan tujuan berdaulat sebagai negara bebas dan lepas seutuhnya dari pemerintahan Inggris. Sementara kubu lainnya tetap setia pada Inggris, mereka dinamakan sebagai Tories.

Sebuah perang skala besar selama 8 tahun pun tak terhindarkan. Patriot Koloni Amerika mendapat bantuan dari Perancis untuk mengalahkan pasukan Inggris dan juga para aliansinya. 

Patriot Koloni Amerika angkatan darat pada saat ini tengah dipimpin oleh George Washington, sang jenderal yang pada akhirnya berhasil menjabat sebagai presiden pertama Amerika Serikat.

Jika tidak ada revolusi Amerika, besar kemungkinan tidak akan ada Amerika Serikat modern ini. Revolusi ini merupakan salah satu tanda dari keruntuhan pemerintah koloni Inggris.

Latar Belakang Sistem Tanam Paksa, Jenis, Tujuan, Dampak, dan Aturannya (Cultuurstelsel)

7. Revolusi Kuba

Contoh revolusi yang pernah terjadi pada di negara lainnya adalah revolusi Kuba. Pada tahun 1959 silam, Fidel Castro merupakan nama penting di balik revolusi ini.

Revolusi Kuba secara garis besar merupakan gerakan perubahan dalam usaha menggulingkan sang diktator yang memerintah saat itu, yaitu Fulgencio Batista Zaldivar.

Suksesnya Fidel Castro dan para pendukungnya dalam menggulingkan pemerintahan diktator di negaranya perlahan membentuk sistem komunis pada era tersebut. Baginya yang berideologi sosialis, Amerika Serikat merupakan musuh utama mereka.

Hal ini dapat dimengerti karena Amerika merupakan negara antikomunis yang tidak mendukung Castro untuk bisa berada di pemerintahan Kuba.

Dalam waktu 6 tahun, terjadi banyak kemunduran di Kuba. Kemiskinan meningkat dan politik tidak stabil. Keadaan pada era tersebut bahkan lebih buruk apabila dibandingkan dengan era sebelumnya.

Kemiskinan yang terjadi merupakan buntut dari embargo Amerika Serikat dan para sekutunya. Karena keadaan ini, Castro mengizinkan warga Kuba untuk bermigrasi meskipun sebelumnya hal ini dilarang keras.

Revolusi negara Kuba menjadi sebuah pelajaran bahwa faktanya sosialis murni tak akan bisa langgeng di tengah gempuran zaman saat banyak negara merupakan negara antikomunis.

8. Revolusi Industri

Revolusi industri yang pernah terjadi pada era 1750 hingga 1800-an merupakan revolusi skala masif. Revolusi ini terjadi di dunia industri, terutama di negara Inggris dan negara-negara benua Eropa lainnya.

Berbagai sektor seperti transportasi, perkebunan, pertanian, dan juga teknologi teraplikasi pada pabrik-pabrik yang besar. Revolusi ini menyebar secara luas hingga menembus batas negara, bahkan sampai di Amerika Serikat dan Jepang.

Salah satu efek yang paling kentara dari adanya revolusi industri adalah berubahnya negara-negara Barat menjadi negara makmur dikarenakan pendapatan per kapita yang meningkat pesat.

Saat revolusi lainnya terpicu karena adanya rasa ketidakpuasan, revolusi industri sungguh berbeda. Revolusi ini malah terjadi karena ada masa damai yang begitu menenangkan di Inggris Raya.

Erta seperti inilah yang berhasil membuat banyak ilmuwan mencuat ke permukaan sehingga jasa mereka pun bisa diaplikasikan guna kemaslahatan bersama secara luas.

Halaman:

Advertisement