Contoh Sensor Aktif dan Pasif beserta Perbedaan dan Cara Kerjanya dalam Penginderaan Jauh
Mengenal cara kerja serta apa saja contoh sensor aktif dan pasif beserta perbedaannya dapat memudahkan kamu untuk memahami materi di masa depan.
3. Dalam Bidang Hidrologi
Lalu di bidang hidrologi, kamu juga bisa melihat contoh sensor aktif dan pasif ini. Penginderaan jauh ini akan memudahkan untuk pemantauan Daerah Aliran Sungai (DAS) serta Perlindungan sungai, studi pemetaan dan sedimentasi sungai, penggunaan lahan dan intensitas banjir serta pengamatan pola aliran sungai.
4. Dalam Bidang Geologi
Lalu di bidang geologi, penginderaan jauh dapat membantu pemantauan daerah bencana, misalnya saja gempa, kebakaran, hingga tsunami.
Bukan hanya itu saja, penginderaan jarak jauh juga dapat memantau abu vulkanik, pemantauan persebaran sumber daya alam, pemantauan pencemaran laut dan minyak bumi.
5. Dalam Bidang Meteorologi dan Klimatologi
Penginderaan jarak jauh juga dapat mendukung analisis cuaca. Dengan menggunakan penginderaan jauh, seseorang dapat mengidentifikasi daerah bertekanan rendah dan tinggi, daerah hujan dan angin topan, pengetahuan sistem atau pola angin permukaan, pemodelan meteorologi dan data iklim serta pemantauan iklim.
6. Dalam Bidang Oseanografi
Keuntungan lain dari penginderaan jauh tersebut mampu untuk mengamati sifat fisik perairan misalnya saja mengamati suhu, warna, salinitas dan arus laut, pasang surut gelombang laut (tinggi, frekuensi, arah), dan mencari distribusi suhu permukaan.
Akhir
Pembahasan mengenai contoh sensor aktif dan pasif beserta perbedaan dan cara kerjanya dalam penginderaan jauh di artikel Mamikos ini harus disudahi dulu sampai di sini.
Semoga saja setelah kamu semua membaca apa saja contoh sensor aktif dan pasif beserta perbedaan dan cara kerjanya di artikel ini, wawasan kamu jadi semakin kaya dan bertambah.
FAQ
RADAR dan LiDAR menjadi salah satu contoh penginderaan jauh aktif yang mengukur waktu tunda antara emisi dan pengembalian, menentukan lokasi, kecepatan, dan arah suatu objek. Sensor pasif ini mengumpulkan radiasi yang dipancarkan atau dipantulkan oleh objek atau area di sekitarnya.
Dikutip dari situs resmi NASA, sensor pasif merupakan instrumen gelombang mikro yang dirancang untuk menerima dan mengukur energi. Apabila sensor aktif berarti energi dihasilkan oleh sensor itu sendiri, berbeda halnya dengan sensor pasif, yang mana sensor itu hanya bertugas untuk menangkap energi.
Penginderaan jauh sistem aktif merupakan sistem penginderaan jauh yang menggunakan energi yang berasal dari sensor tersebut, sementara penginderaan jauh sistem pasif merupakan penginderaan jauh yang menggunakan energi yang berasal dari obyek (Avery, 1985).
Sensor pasif bertugas mendeteksi energi yang dipancarkan atau dipantulkan dari suatu objek serta mencakup berbagai jenis radiometer dan spektrometer. Kebanyakan sistem pasif yang digunakan dalam aplikasi penginderaan jauh beroperasi pada bagian spektrum elektromagnetik tampak, inframerah, inframerah termal, serta gelombang mikro.
Di sini ada penjelasan mengenai jenis sensor dan fungsinya agar dapat kamu pahami lebih mendalam. Lantas apa saja contoh sensor tersebut? Di antaranya adalah Sensor Jarak (Ultrasonik, Inframerah, Laser), Sensor Kecepatan (Rotary Encoder), Sensor Tekanan (Tekanan Udara), Sensor Warna (Sensor RGB), Sensor Suhu (Termometer), dan Sensor Cahaya (Sensor Cahaya).
Halaman:

