23 Contoh Soal Biologi tentang Biokimia beserta Jawabannya
Temukan contoh soal biologi tentang biokimia beserta jawabannya untuk bahan latihan.
- Biokimia adalah cabang biologi yang menantang karena menghubungkan struktur molekuler dan proses seluler; topik inti meliputi enzim & kinetika, metabolisme karbohidrat (glikolisis, siklus Krebs, fosforilasi oksidatif), metabolisme lipid (β-oksidasi, pembentukan membran), asam amino & protein (ikatan peptida, struktur, siklus urea), dan asam nukleat (replikasi, transkripsi, regulasi ekspresi).
- Konten menyajikan contoh soal beserta pembahasan yang melatih pemahaman konsep dan pemecahan masalah — mis. glikasi, jenis gula (ribosa), pH optimal pepsin, mekanisme enzim (katabolik/anabolik, alosterik, kompetitif), ATP dan fosforilasi oksidatif, siklus Krebs, pembentukan trigliserida, serta peran tRNA/mRNA dalam translasi.
- Tips belajar praktis: gunakan visualisasi (diagram jalur metabolik), pahami gugus fungsi dan kinerja enzim daripada sekadar menghafal, kelompokkan biomolekul berdasarkan ikatan, banyak berlatih soal; referensi tambahan meliputi sumber daring dan buku Campbell Biology.
Biokimia merupakan salah satu cabang biologi yang dianggap menantang bagi siswa SMA, mahasiswa, hingga peserta ujian seleksi olimpiade. Kamu akan dihadapkan dengan berbagai pertanyaan di antara struktur molekuler kimia dan proses biologi sel.
Ingin menguasai materi biokimia? Simak contoh soal biologi tentang biokimia berikut sebagai referensi belajar berbagai jenjang.
Daftar Isi
Contoh Soal Biologi tentang Biokimia

Menghafalkan teori tentang biokimia tentu tidak cukup untuk bisa menguasai materinya. Kamu perlu banyak berlatih contoh soal biologi tentang biokimia agar paham dengan pola soal serta strategi menghadapinya.
Pahami topik utama biokimia dan konsep utamanya agar kamu bisa belajar secara spesifik.
- Enzim & kinetika: Menurunkan energi aktivasi (Eₐ), spesifik substrat. Contoh: Model Michaelis-Menten, inhibisi kompetitif
- Metabolisme karbohidrat: Pemecahan glukosa menghasilkan energi (ATP). Contoh: glikolisis, siklus Krebs, fosforilasi oksidatif
- Metabolisme lipid: Oksidasi asam lemak dan cadangan membran sel. Contoh: β-oksidasi di mitokondria, pembentukan membran
- Asam amino & protein: Pembentukan ikatan peptida, struktur 3D protein. Contoh: denaturasi, siklus urea, transaminasi
- Asam nukleat: Penyimpanan informasi genetik & transkripsi. Contoh: replikasi DNA, sintesis RNA, regulasi ekspresi
Sekarang apakah kamu sudah siap mengerjakan contoh-contoh soal biokimia?
Contoh Soal Biokimia Dasar
Soal 1
Proses glikasi (glikosilasi non-enzimatis) merusak atau mengubah struktur protein dengan cara…
A. Menambahkan molekul gula secara kimiawi ke rantai polipeptida
B. Mensintesis protein di luar area matriks seluler
C. Mengikat 20 jenis asam amino esensial secara serentak
D. Mensekresi asam amino ke dalam matriks ekstraseluler
E. Memotong ikatan peptida secara mendadak oleh glukosa
Jawaban: A
Pembahasan:
Glikasi merupakan reaksi spontan tanpa bantuan enzim di mana gula pereduksi (seperti glukosa) menempel secara kovalen pada gugus amina bebas milik protein.
Jika berlangsung lama, proses ini dapat membentuk akumulasi senyawa Advanced Glycation End-products (AGEs) yang mengganggu fungsi jaringan tubuh.
Soal 2
Dari kelompok karbohidrat di bawah ini, manakah yang tergolong sebagai gula pentosa (memiliki 5 atom karbon)?
A. Glukosa
B. Fruktosa
C. Ribosa
D. Sukrosa
E. Galaktosa
Jawaban: C
Pembahasan:
Ribosa adalah monosakarida berkarbon lima (pentosa) yang menjadi komponen utama pembentuk nukleotida RNA dan molekul pembawa energi ATP. Glukosa dan fruktosa memiliki 6 atom karbon (heksosa), sedangkan sukrosa merupakan disakarida.
Soal 3
Berapakah derajat keasaman (pH) optimal agar enzim pepsin dapat bekerja memecah protein secara maksimal?
A. 5,0
B. 7,1
C. 8,1
D. 2,0
E. 10,5
Jawaban: D
Pembahasan:
Setiap enzim memiliki rentang pH optimal yang berbeda tergantung lokasi kerjanya. Pepsin bekerja di dalam lambung yang suasananya sangat asam, sehingga pH optimalnya berada di kisaran 1,5–2,0. Berbeda dengan tripsin di usus halus yang membutuhkan lingkungan basa (pH sekitar 8,0).
Soal 4
Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai sifat dan peran enzim katabolik dalam tubuh?
A. Menggabungkan dua molekul kecil atau lebih menjadi satu molekul kompleks
B. Memotong atau memecah molekul kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil
C. Menyisipkan zat baru di antara ikatan molekul yang sudah ada
D. Berfungsi sebagai pembawa sinyal kimia antarsel dalam bentuk hormon protein
E. Membekukan reaksi kimia sel agar energi tidak terbuang
Jawaban: B
Pembahasan:
Enzim katabolik terlibat dalam reaksi katabolisme, yaitu proses degradasi atau pemecahan makromolekul kompleks menjadi molekul sederhana. Reaksi ini umumnya melepaskan energi (eksergonik), seperti pencernaan makanan oleh enzim-enzim pencernaan di saluran cerna.
Soal 5
Manakah pernyataan di bawah ini yang benar terkait karakteristik enzim anabolik?
A. Menyambungkan dua atau lebih zat sederhana menjadi molekul yang lebih besar
B. Membelah satu molekul menjadi beberapa subunit kecil
C. Menyisipkan atom asing ke dalam gugus samping asam amino
D. Berfungsi sebagai pembawa sinyal kimia antar membran sel
E. Menghancurkan molekul ATP untuk menghasilkan panas tubuh
Jawaban: A
Pembahasan:
Anabolisme adalah kebalikan dari katabolisme. Enzim anabolik bertugas menyusun atau mensintesis molekul kompleks dari prekursor yang lebih kecil (misalnya glukoneogenesis atau sintesis protein). Reaksi anabolik bersifat endergonik atau membutuhkan asupan energi (ATP).
Soal 6
Manakah sifat khas yang selalu dimiliki oleh sebuah enzim alosterik?
A. Hanya bisa mengandalkan lingkungan yang sangat asam untuk beraktivitas
B. Hanya dapat berfungsi optimal di dalam lingkungan yang sangat basa
C. Aktivitas katalitiknya diatur oleh pengikatan molekul efektor pada sisi luar active site
D. Mampu berganti peran secara bebas antara reaksi katabolik dan anabolik
E. Mengalami denaturasi permanen saat berikatan dengan substrat utama
Jawaban: C
Pembahasan:
Enzim alosterik memiliki sisi alosterik (sisi selain sisi aktif). Pengikatan molekul efektor (baik aktivator maupun inhibitor) pada sisi alosterik ini akan mengubah konformasi atau bentuk tiga dimensi enzim, sehingga meningkatkan atau menurunkan aktivitasnya.
Soal 7
Enzim proteolitik (protease) memiliki mekanisme kerja khusus, yaitu…
A. Memecah karbohidrat kompleks menjadi gula-gula sederhana
B. Menggabungkan rantai asam lemak ke dalam struktur protein
C. Mengikat molekul protein dengan gula untuk membentuk glikoprotein
D. Memutus ikatan pada molekul protein menjadi fragmen peptida yang lebih pendek
E. Mengubah gugus karboksilat menjadi molekul amonia bebas
Jawaban: D
Pembahasan:
Protease atau enzim proteolitik mengatalisis pemutusan (hidrolisis) ikatan peptida yang menghubungkan antar-asam amino pada rantai protein. Proses pemecahan ini dikenal dengan istilah proteolisis.
Soal 8
Pernyataan berikut ini benar mengenai sifat dan fungsi enzim amilase, kecuali…
A. Memecah pati (karbohidrat kompleks) menjadi gula sederhana
B. Memotong rantai polipeptida protein menjadi asam amino bebas
C. Merupakan salah satu komponen enzim yang terkandung dalam air liur manusia
D. Kadar amilase yang sangat tinggi dalam darah dapat mengindikasikan peradangan pankreas
E. Mengatalisis pemutusan ikatan α-1,4-glikosidik
Jawaban: B
Pembahasan:
Amilase adalah enzim pemecah karbohidrat/pati (bekerja pada ikatan α-1,4-glikosidik), bukan pemecah protein. Pemecahan protein merupakan tugas dari enzim protease (seperti pepsin atau tripsin).
Soal 9
Faktor utama yang paling menentukan fungsi spesifik dari suatu molekul protein di dalam sel adalah…
A. Berat molekul totalnya
B. Jumlah pasti dari asam amino penyusunnya
C. Konformasi spasial (bentuk struktur tiga dimensi)
D. Tingkat kelarutannya terhadap senyawa hidrokarbon
E. Kecepatan sintesisnya di dalam ribosom
Jawaban: C
Pembahasan:
Fungsi biologis protein sangat bergantung pada bentuk konformasi tiga dimensinya (struktur tersier/kuartener). Jika konformasi 3D ini rusak (denaturasi), protein akan kehilangan kemampuan fungsionalnya meskipun jumlah dan urutan asam aminonya tidak berubah.
Soal 10
Elemen atau komponen di bawah ini yang tidak terlibat langsung dalam proses biosintesis protein (translasi) adalah…
A. Kodon
B. Ribosom
C. Messenger RNA (mRNA)
D. Amilase
E. Transfer RNA (tRNA)
Jawaban: D
Pembahasan:
Biosintesis protein membutuhkan cetakan mRNA, unit pembaca berupa ribosom, asam amino, tRNA, dan kodon. Amilase adalah enzim pencerna karbohidrat dan tidak memiliki peran dalam proses translasi atau sintesis protein.
Soal 11
Dua molekul asam amino berdampingan dalam sebuah rantai protein dihubungkan oleh ikatan kimia yang disebut…
A. Zwitterion
B. Ikatan hidrogen
C. Ikatan peptida
D. Ikatan ester
E. Ikatan glikosidik
Jawaban: C
Pembahasan:
Ikatan peptida adalah ikatan kovalen utama penyusun protein. Ikatan ini terbentuk melalui reaksi kondensasi antara gugus karboksil (–COOH) dari satu asam amino dengan gugus amina (–NH₂) dari asam amino di sebelahnya.
Soal 12
Katabolisme protein di dalam jaringan tubuh menghasilkan asam amino bebas. Asam amino glukogenik dari hasil pemecahan ini dapat diubah menjadi glukosa melalui jalur metabolisme yang disebut…
A. Glikolisis
B. Glukoneogenesis
C. Beta-oksidasi
D. Fosforilasi oksidatif
E. Siklus Cori
Jawaban: B
Pembahasan:
Katabolisme protein memecah polipeptida menjadi asam amino bebas terlebih dahulu. Asam amino yang bersifat glukogenik (misalnya alanin) dapat diubah menjadi piruvat atau intermediet Siklus Krebs, lalu disintesis menjadi glukosa melalui jalur glukoneogenesis saat tubuh membutuhkan energi.
Soal 13
Fungsi utama dari jalur Siklus Asam Sitrat (Siklus Krebs) di dalam respirasi seluler adalah…
A. Memfasilitasi produksi energi seluler secara aerobik
B. Mengoksidasi dan menetralkan racun di dalam sel
C. Menghasilkan energi anaerobik melalui mekanisme fermentasi
D. Mensintesis vitamin D dari prekursor kolesterol
E. Mengubah glukosa secara langsung menjadi molekul asam laktat
Jawaban: A
Pembahasan:
Siklus Asam Sitrat mengoksidasi Acetyl-CoA hasil pemecahan nutrisi untuk menghasilkan molekul pembawa elektron (NADH dan FADH₂) serta GTP/ATP. Koenzim terduksi ini nantinya digunakan dalam rantai transpor elektron untuk menghasilkan ATP dalam jumlah besar secara aerobik.
Soal 14
Senyawa berikut ini yang bukan merupakan molekul hasil akhir maupun senyawa antara (intermediate) dari Siklus Asam Sitrat adalah…
A. NADH
B. Sitrat
C. Air (H₂O)
D. Glukosa
E. Okaloasetat
Jawaban: D
Pembahasan:
Glukosa adalah substrat awal jalur glikolisis yang terjadi di sitosol. Sedangkan senyawa antara Siklus Krebs meliputi sitrat, isositrat, α-ketoglutarat, suksinil-CoA, suksinat, fumarat, malat, dan oksaloasetat.
Soal 15
Pernyataan yang benar mengenai molekul Adenosin Trifosfat (ATP) adalah…
A. Merupakan media perantara transfer energi di dalam sel
B. Bertindak sebagai donor fosfat berenergi tinggi untuk menjalankan reaksi seluler
C. Tersusun atas basa purin (adenin), gula ribosa, dan tiga gugus fosfat
D. Semua pernyataan A, B, dan C benar
E. Hanya A dan B yang benar
Jawaban: D
Pembahasan:
ATP adalah “mata uang energi” utama sel. Molekulnya terdiri dari basa adenin, gula ribosa (pentosa), dan tiga gugus fosfat terikat. Pemutusan ikatan fosfat terakhir melepaskan energi yang digunakan untuk memicu berbagai reaksi endergonik sel.
Soal 16
Sintesis molekul ATP dari ADP di dalam organel mitokondria terutama terjadi melalui proses…
A. Sintesis dehidrasi
B. Fosforilasi oksidatif
C. Katabolisme protein
D. Beta-oksidasi
E. Fermentasi asam laktat
Jawaban: B
Pembahasan:
Sebagian besar ATP seluler (~26–28 molekul per glukosa) dihasilkan melalui fosforilasi oksidatif pada membran dalam mitokondria, memanfaatkan gradien proton yang dipompa oleh rantai transpor elektron.
Soal 17
Molekul pembawa elektron terduksi (NADH dan FADH₂) yang diproduksi dari Siklus Krebs dimanfaatkan sel untuk…
A. Mendorong proses pencernaan karbohidrat di sitosol
B. Menyambungkan asam amino menjadi rantai polipeptida
C. Memasok elektron ke rantai transpor elektron guna memfosforilasi ADP menjadi ATP
D. Memotong ikatan peptida pada molekul protein yang rusak
E. Mengangkut asam lemak masuk ke dalam membran inti sel
Jawaban: C
Pembahasan:
NADH dan FADH₂ mendonasikan elektronnya ke Kompleks I dan II pada Rantai Transpor Elektron. Aliran elektron ini memicu pemompaan proton yang mendorong kerja enzim ATP Synthase untuk merubah ADP menjadi ATP.
Soal 18
Manakah di antara pilihan berikut yang tergolong sebagai asam lemak bebas (free fatty acid)?
A. Asam Eikosapentaenoat (EPA)
B. Asam Sitrat
C. Kolesterol
D. Gliserol
E. Asam Laktat
Jawaban: A
Pembahasan:
Asam Eikosapentaenoat (EPA) adalah rantai panjang asam lemak bebas tak jenuh golongan Omega-3. Sementara asam sitrat adalah asam karboksilat intermediate respirasi, kolesterol adalah sterol, dan gliserol adalah molekul alkohol gula.
Soal 19
Asam lemak diikat menjadi bentuk mono-, di-, atau trigliserida melalui reaksi esterifikasi dengan cara menempelkannya pada molekul…
A. Sterol
B. Kolesterol
C. Gliserol
D. Natrium klorida
E. Sfingosin
Jawaban: C
Pembahasan:
Trigliserida (lemak netral) terbentuk ketika tiga molekul asam lemak bereaksi dengan tiga gugus hidroksil (–OH) dari satu molekul tulang punggung gliserol melalui ikatan ester.
Soal 20
Asam lemak Omega-3 memiliki karakteristik struktur kimia yang khas, yaitu…
A. Memiliki minimal tiga buah ikatan rangkap pada rantai hidrokarbonnya
B. Memiliki tulang punggung yang hanya terdiri dari tiga atom karbon
C. Ikatan rangkap karbon-karbon pertama terletak pada karbon ketiga dari ujung metil (ω)
D. Memiliki tiga molekul asam lemak yang terikat rapat oleh ikatan omega
E. Hanya dapat disintesis secara alami di dalam sel jaringan tubuh manusia
Jawaban: C
Pembahasan:
Penamaan “Omega-3” (ω-3) menunjukkan bahwa posisi ikatan ganda (ikatan rangkap dua) pertama ditemukan pada atom karbon nomor 3 jika dihitung mundur dari ujung metil (ujung omega/ω) rantai asam lemak tersebut.
Soal Biokimia HOTS
Soal 21
Profesor Marquez menguji pengaruh inhibitor X terhadap laju reaksi enzimatis Vₘₐₓ dan Kₘ. Hasil eksperimen yang dilakukan profesor menunjukkan bahwa kehadiran inhibitor X menyebabkan nilai Kₘ meningkat, tetapi nilai Vₘₐₓ tetap tidak berubah jika konsentrasi substrat ditingkatkan secara signifikan. Berdasarkan data eksperimen tersebut, jenis inhibisi yang terjadi adalah…
A. Inhibisi Unkompetitif
B. Inhibisi Non-kompetitif
C. Inhibisi Kompetitif
D. Inhibisi Alosterik Irreversibel
E. Inhibisi Umpan Balik (Feedback Inhibition)
Jawaban: C
Pembahasan:
Inhibitor kompetitif bersaing langsung dengan substrat untuk mengikat sisi aktif enzim (active site). Hambatan ini dapat diatasi dengan meningkatkan konsentrasi substrat hingga sangat tinggi, sehingga nilai Vₘₐₓ tidak berubah. Namun, perlu kamu ketahui bahwa dibutuhkan konsentrasi substrat lebih besar untuk mencapai ½ Vₘₐₓ, yang mengakibatkan nilai konstanta Michaelis (Kₘ) meningkat.
Soal 22
Injeksi racun Sianida (CN⁻) pada sampel jaringan sel mamalia terbukti menghentikan sintesis ATP secara total pada rantai transpor elektron. Sianida menghambat rantai transpor elektron dengan cara terikat secara spesifik pada…
A. Kompleks I (NADH Dehydrogenase)
B. Kompleks II (Succinate Dehydrogenase)
C. Kompleks III (Cytochrome bc₁ complex)
D. Kompleks IV (Cytochrome c oxidase)
E. Kompleks V (ATP Synthase)
Jawaban: D
Pembahasan:
Sianida (CN⁻) terikat kuat pada atom besi (Fe³⁺) pada heme a₃ di Kompleks IV (Cytochrome c oxidase). Inhibisi ini menghentikan pemindahan elektron akhir ke oksigen (O₂), memutus gradien proton, dan menghentikan sintesis ATP.
Soal 23
Amonia (NH₃) yang bersifat toksik bagi jaringan otak diangkut dari jaringan perifer (seperti otot) menuju organ hati (hepar) untuk diubah menjadi urea secara aman. Molekul pembawa amonia utama dalam darah dari jaringan otot adalah..
A. Glutamat dan Aspartat
B. Alanin dan Glutamin
C. Urea dan Urasil
D. Piruvat dan Laktat
E. Arginin dan Sitrulin
Jawaban: B
Pembahasan:
Otot menggunakan siklus glukosa-alanin (piruvat ditransaminasi menjadi alanin), sedangkan jaringan lain mengikat amonia bebas ke glutamat untuk membentuk glutamin. Alanin dan glutamin dilepaskan ke sirkulasi darah menuju hati secara non-toksik.
Tips Belajar Biokimia
Ingin menguasai biokimia tanpa kesulitan? Ada beberapa tips yang dapat kamu terapkan:
- Gunakan visualisasi saat belajar biokimia. Kamu bisa menggambar ulang jalur metabolisme saat mempelajari glikolisis dan siklus Krebs dalam bentuk diagram alir sederhana, sehingga tidak hanya berupa teks.
- Pahami gugus fungsi kimia yang sering diujikan, seperti karbohidrat, protein, lipid, dan asam nukleat. Setelah itu, kamu bisa mulai mengidentifikasi gugus khas yang dimiliki setiap biomolekul tersebut.
- Hindari hanya menghafalkan nama enzimnya tetapi fokus juga pada kinerja enzim tersebut. Misalnya hal yang terjadi pada suatu ikatan jika pH-nya meningkat atau perubahan pada nilai Kₘ dan Vₘₐₓ saat diberi inhibitor.
- Kelompokkan lipid dan karbohidrat berdasarkan ikatan. Hal ini akan membantumu belajar membandingkan perbedaan ikatan yang ada pada kelompok tersebut (contoh: ikatan α-1,4 vs β-1,4 glikosidik pada karbohidrat).
Penutup
Demikian informasi terkait contoh soal biologi tentang biokimia yang dapat kamu jadikan referensi belajar.
Jangan lupa untuk meluangkan waktu mempelajari konsep terkait biokimia, kemudian mengerjakan contoh soal berbagai tingkat kesulitan.
Kamu juga bisa mendapatkan referensi belajar lainnya di blog Mamikos. Selamat belajar, ya!
Referensi:
Biochemistry Practice Questions [Daring]. Tautan: https://www.testprepreview.com/modules/biochemistry.html
Reece, J. B., Urry, L. A., Cain, M. L., Wasserman, S. A., Minorsky, P. V., & Jackson, R. B. 2014. Campbell biology (10th ed.). Pearson Education.
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya



