9 Contoh Soal Energi Kinetik dan Potensial beserta Pembahasannya Kelas 10 SMA
Pelajari contoh soal energi kinetik dan potensial beserta pembahasannya untuk kelas 10 SMA, lengkap dengan rumus dan langkah penyelesaian yang mudah dipahami.
- Pengertian dan rumus penting: energi kinetik Ek = ½mv², energi potensial gravitasi Ep = mgh, energi potensial pegas Eps = ½k(Δx)², energi mekanik Em = Ek + Ep; satuan Joule (kg·m²/s²) dan kondisi nol (v=0 atau h=0, Δx=0).
- Konsep dan contoh aplikasi: energi saling berubah (mis. penerjun, peluru, roller coaster) dan hukum kekekalan energi berlaku jika tak ada gaya non‑konservatif; hubungan kerja‑energi W = ΔEk dan fakta bahwa Ek bergantung pada kuadrat kecepatan.
- Tips mengerjakan soal: tulis data, konversi ke satuan SI, tentukan rumus yang sesuai, hitung dan cek satuan/kelogisan; latihan soal penting untuk persiapan ujian karena soal bisa dari tingkat dasar hingga HOTS.
Materi usaha dan energi akan kamu dapatkan di SMA kelas 10. Karena materi tersebut cukup kompleks dan menjadi fondasi pemahaman pada materi berikutnya, kamu perlu memahami konsep terkait energi dan banyak berlatih soal.
Pada artikel ini, Mamikos akan memberikan informasi terkait perubahan bentuk energi, rumus penting, dan contoh soal energi kinetik dan potensial berbagai tingkat kesulitan sebagai bahan latihan untuk menghadapi ujian.
Contoh Soal Energi Kinetik dan Potensial

Pahami terlebih dahulu ringkasan terkait energi kinetik dan potensial beserta rumus yang digunakan sebelum mengerjakan soal-soal latihan.
Energi Kinetik (Ek)
- Merupakan energi yang dimiliki benda karena geraknya. Besarnya berbanding lurus dengan massa dan kuadrat kecepatan. Faktor yang memengaruhi energi kinetik adalah kecepatan benda (v) dan massa (m).
- Rumus Ek = ½ × m × v²
- Satuan SI = Joule (J) setara kg·m²/s²
- Kondisi bernilai nol = saat benda diam (v = 0)
Energi Potensial (Ep)
- Merupakan energi yang tersimpan pada benda akibat kedudukan atau ketinggiannya terhadap titik acuan. Faktor yang memengaruhi energi potensial adalah ketinggian dari titik acuan (h), massa (m), dan percepatan gravitasi (g).
- Rumus Ep = m × g × h
- Satuan SI = Joule (J) setara kg·m²/s²
- Kondisi bernilai nol = saat benda berada di lantai acuan (h = 0)
Energi Potensial Pegas (Eps)
- Merupakan energi yang tersimpan pada benda elastis saat diregangkan atau dimampatkan. Faktor yang memengaruhi energi pegas adalah regangan pegas (Δx) dan konstanta pegas (k).
- Rumus Eps = ½ × k × Δx²
- Satuan SI = Joule (J) setara kg·m²/s²
- Kondisi bernilai nol = saat pegas berada pada posisi setimbang (Δx = 0)
Energi Mekanik (Em)
- Merupakan total penjumlahan energi kinetik dan energi potensial pada suatu sistem.
- Rumus Em = Ek + Ep
Pada buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi) yang ditulis Krisdianti dkk., juga dibahas Hukum Kekekalan Energi yang berbunyi:
Energi bersifat kekal, artinya energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi hanya dapat berubah bentuk.
Apakah kamu sudah paham? Sekarang uji kemampuanmu dengan contoh soal energi kinetik dan energi potensial berikut ini. Pastikan tidak melihat jawaban dan pembahasannya sebelum benar-benar mengerjakan soalnya, ya!
Soal 1
Cermati beberapa peristiwa yang berkaitan dengan konsep perubahan energi kinetik dan energi potensial berikut!
- Seorang penerjun yang baru melompat dari pesawat (payung belum terbuka dan hambatan udara diabaikan) mengalami peningkatan energi kinetik seiring dengan berkurangnya energi potensial gravitasinya.
- Saat sebuah sepeda meluncur bebas tanpa dikayuh di jalanan yang menurun, energi kinetiknya semakin berkurang sedangkan energi potensialnya bertambah.
- Sebuah peluru meluncur vertikal ke atas; energi kinetiknya berkurang secara bertahap sementara energi potensial gravitasinya bertambah.
- Sebuah buku yang diletakkan di atas meja setinggi 1 meter dari lantai memiliki energi kinetik nol dan energi potensial nol terhadap lantai.
Pernyataan yang tepat mengenai konsep perubahan energi ditunjukkan oleh nomor…
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4
Jawaban: B. 1) dan 3)
Pembahasan:
- Pernyataan 1 (benar): Saat penerjun bergerak jatuh ke bawah, ketinggiannya (h) berkurang sehingga Energi Potensial (Ep = m × g × h) makin kecil. Namun, kecepatannya (v) makin bertambah akibat percepatan gravitasi, sehingga Energi Kinetik (Ek = ½ × m × v²) makin besar.
- Pernyataan 2 (salah): Saat meluncur di jalan menurun, ketinggian (h) makin berkurang, sehingga Energi Potensial (Ep) seharusnya makin kecil. Sebaliknya, laju sepeda (v) bertambah pesat karena dorongan gravitasi, sehingga Energi Kinetik (Ek) makin besar.
- Pernyataan 3 (benar): Saat peluru meluncur vertikal ke atas, posisinya makin tinggi (h bertambah) sehingga Energi Potensial (Ep) bertambah. Namun, kecepatannya (v) diperlambat oleh gravitasi hingga berhenti sementara di titik tertinggi, sehingga Energi Kinetik (Ek) berkurang.
- Pernyataan 4 (salah): Buku yang diam di atas meja memiliki kecepatan v = 0, sehingga Energi Kinetiknya bernilai nol (Ek = 0). Namun, karena posisi meja memiliki ketinggian (h > 0) terhadap lantai acuan, maka Energi Potensialnya tidak nol (Ep = m × g × h > 0).
Soal 2
Seorang atlet angkat besi melakukan gerakan mengangkat barbel dalam dua tahap. Pada keadaan pertama, barbel berada dalam posisi diam sejenak di lantai sebelum diangkat. Pada keadaan kedua, barbel berhasil diangkat dan ditahan diam di atas kepala atlet. Jika ketinggian lantai dianggap sebagai titik acuan (h = 0), perbandingan energi potensial gravitasi yang dimiliki barbel pada keadaan pertama dan keadaan kedua adalah…
A. Energi potensial keadaan pertama lebih besar daripada keadaan kedua
B. Energi potensial keadaan pertama lebih kecil daripada keadaan kedua
C. Energi potensial keadaan pertama sama besarnya dengan keadaan kedua
D. Energi potensial pada keadaan pertama bernilai maksimum
E. Energi potensial pada keadaan kedua bernilai nol
Jawaban: B. Energi potensial keadaan pertama lebih kecil daripada keadaan kedua
Pembahasan:
Konsep Dasar Energi Potensial Gravitasi: Besarnya energi potensial gravitasi dirumuskan dengan Ep = m × g × h
Analisis Keadaan 1 (Barbel di Lantai)
Barbel berada pada posisi paling bawah atau menempel di lantai. Karena titik acuannya adalah lantai, maka ketinggian barbel bernilai kecil atau nol (h1 = 0).
Ep1 = m × g × h1 = 0 Joule
Analisis Keadaan 2 (Barbel Diangkat ke Atas Kepala)
Barbel berada pada posisi yang lebih tinggi di atas kepala atlet. Hal ini membuat ketinggian barbel bernilai lebih besar (h2 > h1).
Ep2 = m × g × h2 > Ep1
Kesimpulan
Karena h1 < h2, maka energi potensial gravitasi barbel pada keadaan pertama lebih kecil dibandingkan pada keadaan kedua (Ep1 < Ep2)
Soal 3
Sebuah mobil bermassa 800 kg melaju di jalan lurus dengan kecepatan awal 10 m/s. Pengemudi kemudian menambah laju kendaraan hingga kecepatannya menjadi 20 m/s. Perbandingan energi kinetik mobil setelah dan sebelum menambah laju adalah…
A. 2 kali lipat dari energi kinetik awal
B. 3 kali lipat dari energi kinetik awal
C. 4 kali lipat dari energi kinetik awal
D. 8 kali lipat dari energi kinetik awal
E. 16 kali lipat dari energi kinetik awal
Jawaban: C. 4 kali lipat dari energi kinetik awal
Pembahasan:
Diketahui:
m = 800 kg
v1 = 10 m/s
v2 = 20 m/s
Ditanyakan: Perbandingan Ek2 dan Ek1 (Ek2 / Ek1)
Jawab:
Ek1 = ½ × m × v1² = ½ × 800 × (10)² = 400 × 100 = 40.000 J
Ek2 = ½ × m × v2² = ½ × 800 × (20)² = 400 × 400 = 160.000 J
Perbandingan: Ek2 / Ek1 = 160.000 / 40.000 = 4
Tips Cepat:
Karena massa mobil konstan, perubahan energi kinetik hanya bergantung pada kuadrat kecepatannya:
Ek2 / Ek1 = (v2 / v1)²
= (20 / 10)²
= (2)²
= 4 kali lipat
Soal 4
Sebuah kendaraan bermassa 1.200 kg bergerak di jalan mendatar. Kecepatan kendaraan bertambah dari 10 m/s menjadi 20 m/s setelah menempuh jarak sejauh 150 m. Besar usaha total (resultan) yang bekerja pada kendaraan dan gaya resultan rata-rata yang bekerja pada kendaraan tersebut berturut-turut adalah…
A. 180.000 J dan 1.200 N
B. 180.000 J dan 2.400 N
C. 360.000 J dan 1.200 N
D. 360.000 J dan 2.400 N
E. 540.000 J dan 3.600 N
Jawaban: A. 180.000 J dan 1.200 N
Pembahasan:
Diketahui:
m = 1.200 kg
v1 = 10 m/s
v2 = 20 m/s
s = 150 m
Ditanyakan: Usaha total (W) dan Gaya resultan rata-rata (F)
Jawab:
Usaha Total (W):
Berdasarkan teorema usaha-energi kinetik:
W = ΔEk
W = ½ × m × (v2² − v1²)
W = ½ × 1.200 × (20² − 10²)
W = 600 × (400 − 100)
W = 600 × 300 = 180.000 J (atau 180 kJ)
Gaya Resultan Rata-rata (F):
W = F × s
180.000 = F × 150
F = 180.000 / 150 = 1.200 N
Soal 5
Di tepi Pantai Parangkusumo, sebuah kelapa bermassa 2 kg masih menggantung pada ketinggian 12 m di atas permukaan tanah. Jika percepatan gravitasi di tempat tersebut adalah 10 m/s², besar energi potensial gravitasi yang dimiliki buah kelapa terhadap tanah adalah…
A. 120 J
B. 180 J
C. 240 J
D. 360 J
E. 480 J
Jawaban: C. 240 J
Pembahasan:
Diketahui:
m = 2 kg
h = 12 m
g = 10 m/s²
Ditanyakan: Energi potensial gravitasi (Ep)
Jawab:
Ep = m × g × h
Ep = 2 × 10 × 12 = 240 J
Soal 6
Buah durian dengan massa 3 kg menggantung pada dahan pohonnya dan memiliki energi potensial gravitasi sebesar 270 J terhadap permukaan tanah. Jika percepatan gravitasi bumi dianggap 10 m/s², ketinggian buah durian tersebut dari tanah adalah…
A. 6 m
B. 9 m
C. 12 m
D. 15 m
E. 18 m
Jawaban: B. 9 m
Pembahasan:
Diketahui:
m = 3 kg
Ep = 270 J
g = 10 m/s²
Ditanyakan: Ketinggian dari tanah (h)
Jawab:
Ep = m × g × h
270 = 3 × 10 × h
270 = 30 × h
h = 270 / 30 = 9 m
Soal 7
Sebuah benda bermassa 2 kg diletakkan di atas meja yang tingginya 0,8 m dari lantai. Tepat di bawah meja tersebut ada rak buku dengan ketinggian 0,3 m dari lantai. Jika percepatan gravitasi g = 10 m/s², besar energi potensial gravitasi benda tersebut jika diukur terhadap lantai dan terhadap rak buku berturut-turut adalah…
A. 16 J dan 6 J
B. 16 J dan 10 J
C. 24 J dan 10 J
D. 24 J dan 16 J
E. 32 J dan 16 J
Jawaban: B. 16 J dan 10 J
Pembahasan:
Diketahui:
m = 2 kg
g = 10 m/s²
h_meja = 0,8 m (terhadap lantai)
h_rak = 0,3 m (terhadap lantai)
Ditanyakan: Ep terhadap lantai dan Ep terhadap rak
Jawab:
Energi Potensial Terhadap Lantai (h = 0,8 m):
Ep = m × g × h
Ep = 2 × 10 × 0,8 = 16 J
Energi Potensial Terhadap Rak Buku:
Tentukan acuan tinggi benda dari rak (Δh):
Δh = h_meja − h_rak = 0,8 − 0,3 = 0,5 m
Ep = m × g × Δh
Ep = 2 × 10 × 0,5 = 10 J
Soal Esai
Soal 8
Sebuah balok bermassa 2 kg dilepaskan dari puncak bidang miring licin dengan sudut kemiringan 30° dan panjang lintasan bidang miring 10 meter. Berapakah kecepatan balok saat tiba di dasar bidang miring? (g = 10 m/s²)
Pembahasan:
Hitung tinggi vertikal puncak (h)
h = s × sin(30°) = 10 × 0,5 = 5 meter
Gunakan Kekekalan Energi Mekanik
m × g × h = ½ × m × v²
g × h = ½ × v²
10 × 5 = ½ × v²
50 = ½ × v²
v² = 100
v = √100 = 10 m/s
Soal 9
Jerry naik kereta roller coaster. Kereta beserta penumpangnya bermassa 500 kg tersebut meluncur dari puncak lintasan A pada ketinggian 45 meter dari keadaan diam. Jika gesekan dan hambatan udara diabaikan, berapakah energi kinetik kereta saat mencapai titik B yang berada di ketinggian 15 meter? (g = 10 m/s²)
Pembahasan:
Diketahui: m = 500 kg, hA = 45 m, vA = 0, hB = 15 m
EmA = EmB
EpA + EkA = EpB + EkB
(500 × 10 × 45) + 0 = (500 × 10 × 15) + EkB
225.000 = 75.000 + EkB
EkB = 225.000 – 75.000 = 150.000 Joule = 150 kJ
Tips Mengerjakan Soal Energi
Saat menjumpai contoh soal energi kinetik dan potensial, terkadang siswa kebingungan dengan apa yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Apalagi jika soal yang diberikan berupa soal cerita HOTS. Simak tips berikut agar kamu lancar mengerjakan soal-soal terkait energi:
- Tulis data-data yang diketahui pada soal, seperti massa, kecepatan, tinggi, konstanta pegas, dan informasi lainnya.
- Periksa satuan yang digunakan dan ubah ke dalam SI (g, m, m/s, N/m) jika belum standar. Untuk kecepatan dalam km/jam, bagi 3,6 agar menjadi m/s.
- Fokus pada apa yang ditanya pada soal, kemudian tentukan rumus yang akan digunakan
- Hitung menggunakan rumus yang sudah kamu pilih
- Tulis satuan akhir (J, m/s, kg, dll)
Jika merasa ada yang janggal atau tidak wajar, misalnya ada motor dengan kecepatan 700 m/s pada soal energi kinetik, kamu bisa mengulang kembali hasil perhitungan.
Penutup
Setelah mengerjakan contoh soal energi kinetik dan potensial di atas, apakah ada soal yang menurutmu masih terlalu sulit?
Jangan menyerah jika kamu membuat kesalahan saat mengerjakan soal-soal tersebut. Masih ada waktu untuk mempelajari teori tentang energi kinetik dan energi potensial kelas 10 SMA serta berlatih soal-soal dari yang termudah.
Ada banyak artikel tentang energi untuk siswa SMA di blog Mamikos yang dapat kamu jadikan referensi belajar. Semoga bermanfaat!
FAQ
Energi kinetik dimiliki benda karena geraknya, sedangkan energi potensial dimiliki benda karena posisi atau kondisinya, misalnya ketinggian atau pegas yang tertekan.
Keduanya memakai joule (J), yaitu kg·m²/s².
Karena energi kinetik sama dengan usaha untuk mempercepat benda dari diam. Dengan W = F × s, F = m × a, dan v² = 2as, diperoleh W = ½ × m × v². Akibatnya, kecepatan 2 kali lipat membuat energi 4 kali lipat.
Tidak. Energi mekanik hanya kekal jika tidak ada gaya non-konservatif seperti gesekan atau hambatan udara. Energi total tetap kekal, tetapi pada kondisi itu sebagian energi mekanik berubah menjadi kalor atau bunyi.
Tidak, asalkan hambatan udara diabaikan. Pada rumus v = √(2gh) tidak ada variabel massa, jadi benda berat maupun ringan sampai ke tanah dengan kecepatan yang sama jika dijatuhkan dari ketinggian yang sama.
Referensi:
Krisdianti, N. R., Tjahjadarmawan, E., & Puspaningsih, A. R. (2023). Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi) [Daring]. Tautan: https://buku.kemendikdasmen.go.id/katalog/ilmu-pengetahuan-alam-untuk-sma-ma-kelas-x-edisi-revisi
Soal Olimpiade Fisika: Energi Potensial [Daring]. Tautan: https://www.scribd.com/document/874941526/Soal-Olimpiade-Fisika-Energi
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya



