15 Contoh Soal Hukum Lavoisier beserta Jawabannya | Materi Kimia Kelas 10 SMA
Hukum Lavoisier adalah dasar untuk mempelajari reaksi kimia lebih lanjut. Simak pembahasan soalnya di artikel berikut ini.
Salah satu hukum dasar Kimia yang dipelajari oleh siswa kelas 10 SMA adalah Hukum Lavoisier tentang kekekalan massa.
Di sini, siswa akan diajak untuk mengenal dan memahami hukum yang menjadi dasar dalam mempelajari reaksi kimia serta perhitungan massa zat. π§ͺ
Di artikel ini, tersedia beberapa contoh soal Hukum Lavoisier beserta jawabannya yang dapat kamu jadikan bahan belajar di rumah. πβ³
Daftar Isi
Hukum Lavoisier tentang Kekekalan Massa

Hukum Lavoisier yang diperkenalkan oleh Antoine Lavoisier menyatakan bahwa massa zat sebelum dan sesudah reaksi kimia akan tetap sama, selama reaksi berlangsung dalam sistem tertutup.
βDalam suatu reaksi kimia tertutup, jumlah massa seluruh zat sebelum reaksi sama dengan jumlah massa seluruh zat setelah reaksi.β
Artinya, tidak ada massa yang hilang atau muncul secara tiba-tiba pada saat reaksi terjadi. Hukum ini diperkenalkan oleh Antoine Lavoisier dan menjadi dasar penting dalam ilmu kimia modern.
Konsep tersebut juga menjelaskan peristiwa pembakaran yang sering terlihat membingungkan. Zat yang dibakar memang tampak berkurang massanya, tetapi sebenarnya massanya berubah menjadi zat lain, termasuk gas hasil reaksi. Jika seluruh hasil reaksi dihitung, massanya tetap seimbang.
Contoh Hukum Lavoisier beserta Jawabannya Lengkap
Nah, agar konsep kekekalan massa tersebut dapat dibuktikan, berikut 15 contoh soal Hukum Lavoisier beserta jawabannya, sehingga kamu dapat mengetahui langkah-langkah penyelesaian.
1. Sebanyak 12 gram senyawa X direaksikan dengan gas Y. Dari reaksi tersebut dihasilkan 20 gram zat P dan 4 gram zat Q. Berdasarkan Hukum Kekekalan Massa, tentukan massa gas Y yang bereaksi!
Jawaban:
Menurut Hukum Lavoisier, jumlah massa zat sebelum reaksi sama dengan jumlah massa zat setelah reaksi.
Massa pereaksi = massa produk
12 gram + massa Y = 20 gram + 4 gram
12 + massa Y = 24
massa Y = 24 β 12
massa Y = 12 gram
2. Magnesium bereaksi dengan oksigen membentuk magnesium oksida dengan perbandingan massa sebagai berikut:
Mg + O β MgO
(24 gram) (16 gram) (40 gram)
Jika tersedia 60 gram magnesium dan 40 gram oksigen, tentukan:
- zat yang habis bereaksi,
- massa MgO yang terbentuk,
- serta massa zat yang tersisa.
Jawaban:
Dari data reaksi diperoleh perbandingan massa:
Mg : O : MgO = 24 : 16 : 40
Jika 60 gram Mg habis bereaksi, maka O yang dibutuhkan:
16/24 Γ 60 = 40 gram
Karena oksigen yang tersedia tepat 40 gram, maka kedua pereaksi habis bereaksi.
Massa MgO yang terbentuk:
40/24 Γ 60 = 100 gram
Massa zat sebelum reaksi = 60 + 40 = 100 gram
Massa zat setelah reaksi = 100 gram
3. Sebanyak 10 gram karbon dibakar sempurna dengan oksigen dan menghasilkan 36,7 gram gas karbon dioksida. Tentukan massa oksigen yang bereaksi!
Jawaban:
Persamaan reaksi pembakaran karbon:
C (s) + Oβ (g) β COβ (g)
Menurut Hukum Kekekalan Massa:
Massa sebelum reaksi = massa setelah reaksi
10 gram + massa Oβ = 36,7 gram
massa Oβ = 36,7 β 10
massa Oβ = 26,7 gram
4. Logam aluminium direaksikan dengan unsur oksigen membentuk aluminium oksida. Jika 18 gram aluminium bereaksi sempurna dengan oksigen, dan massa aluminium oksida yang terbentuk adalah 34 gram, tentukan massa oksigen yang bereaksi serta tuliskan persamaan reaksinya.
Jawaban:
Persamaan reaksi:
4Al + 3Oβ β 2AlβOβ
Menurut Hukum Kekekalan Massa:
massa pereaksi = massa produk
18 gram Al + massa Oβ = 34 gram AlβOβ
massa Oβ = 34 β 18
massa Oβ = 16 gram
Halaman:



