11 Contoh Soal Luas Tembereng beserta Jawabannya Kelas 8 SMP
Sudah paham dengan konsep luas tembereng pada lingkaran? Yuk, kerjakan contoh soal-soal berikut ini.
Mempelajari materi tembereng berkaitan erat dengan lingkaran. Penerapannya pun sangat sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya saat kamu sedang makan pizza. Saat kamu memotong pizza tersebut tidak sampai tengah, maka potongannya tidak akan berbentuk setengah lingkaran tetapi berupa irisan kecil yang melengkung di satu sisi. Itu lah yang disebut tembereng.
Penasaran mengapa harus belajar tembereng dan implementasinya di sekitarmu? Simak pembahasan dan contoh-contoh soalnya berikut ini. 🍕📚✍️
Contoh Luas Tembereng beserta Jawabannya

Sebelum mengerjakan soal-soal tembereng, kamu perlu memahami definisinya dan tahu konsepnya terlebih dahulu. Sebab, di jenjang SMA nanti, ada variasi soal tentang lingkaran yang lebih sulit, seperti soal panjang busur lingkaran.
Secara sederhana, tembereng merupakan bagian lingkaran yang tidak sampai tengah, tapi masih memiliki lengkungan.
Konsep potongan lingkaran sangat berguna di kehidupan sehari-hari, apalagi jika berkaitan dengan desain atau pembuatan benda yang berbentuk melengkung.
Misalnya saat ada arsitek yang menggunakan rumus tembereng untuk mengukur luas kaca lengkung pada suatu gedung. Jadi, kaca tersebut bisa pas saat dipasang.🏗️
Contoh lainnya adalah untuk menghitung piringan rem atau bagian roda mobil yang dilakukan oleh ahli otomotif.🚗
Jika kamu ingin kuliah di bidang arsitektur, teknik, desain, dan grafis, menguasai materi tembereng akan sangat membantu.
Sudah siap mengerjakan contoh-contoh soal tembereng?
Rumus Luas Tembereng
Ltembereng = Ljuring – Lsegitiga
luas juring = (θ/360) × π × r²
luas segitiga = ½ × r² × sin θ
L = luas tembereng
r = jari-jari lingkaran
Θ = sudut pusat dalam derajat
Π = 3,14 atau 22/7
sin Θ = fungsi sinus dari sudut pusat
Soal 1
Sebuah pizza berbentuk lingkaran mempunyai jari-jari 14 cm. Apabila diketahui panjang tali busur yang memotong lingkaran adalah 14 cm, berapa luas tembereng yang terbentuk? (Gunakan π = 22/7).
A. 77 cm²
B. 70 cm²
C. 44 cm²
D. 28 cm²
Jawaban: B. 70 cm²
Pembahasan:
Diketahui bahwa tali busur = jari-jari, maka besar sudut pusatnya 60°.
Luas juring
= (60/360) × π × r²
= (1/6) × (22/7) × 14²
= 102,67 cm²
Luas segitiga
= ½ × r² × sin(60°)
= ½ × 196 × 0,866
= 84,9 cm²
Luas tembereng
= 102,67 – 84,9
= ≈ 70 cm².
Soal 2
Suatu mainan yang memiliki roda diketahui mempunyai jari-jari lingkaran 7 cm dengan ukuran sudut pusatnya sebesar 120°. Berapa luas tembereng mainan tersebut? (π = 22/7)
A. 12,3 cm²
B. 25,7 cm²
C. 30,7 cm²
D. 35,3 cm²
Jawaban: C. 30,7 cm²
Pembahasan:
Luas juring
= (120/360) × π × 7²
= (⅓) × 22/7 × 49
= 51,3
Luas segitiga
= ½ × r² × sin(120°)
= ½ × 49 × 0,866
= 21,2
Luas tembereng
= 51,3 – 21,2
= 30,1
≈ 30,7 cm²
Soal 3
Suatu lingkaran berjari-jari 6 cm dipotong tali busur dengan sudut pusat 60°. Berapa luas temberengnya?
A. 6 cm²
B. 9 cm²
C. 3,3 cm²
D. 14 cm²
Jawaban: C. 3,3 cm²
Pembahasan:
Luas juring
= (60/360) × π × 6²
= (1/6) × 3,14 × 36
= 18,84
Luas segitiga
= ½ × 6² × sin(60°)
= 18 × 0,866
= 15,6
Luas tembereng
= 18,84 – 15,6
= 3,24 cm² ≈ 3,3 cm² (pembulatan)
Halaman:

