13 Contoh Soal OSN Kimia Tingkat SMA dan Pembahasannya Lengkap
Yuk, uji kemampuanmu dengan soal-soal Olimpiade Sains Nasional Kimia tingkat SMA ini
Merasa bisa mengerjakan soal kimia di SMA, tapi bingung saat berhadapan dengan soal-soal OSN?
Jangan khawatir karena tingkatan soal OSN memang menguji pemahaman konsep, bukan sekadar hafalan rumus. 🧑🔬
Untuk kamu yang suka tantangan atau sedang persiapan diri mengikuti olimpiade, coba kerjakan contoh soal OSN Kimia tingkat SMA dan pembahasannya berikut ini, ya. 🧪
Daftar Isi
Contoh Soal OSN Kimia Tingkat SMA dan Pembahasannya

Sebelum mengerjakan contoh-contoh soal OSN Kimia, perlu kamu ketahui bahwa kunci utama keberhasilannya bukan hanya memperbanyak latihan.
Sebab, soal OSN Kimia membutuhkan analisis setiap butirnya, sehingga menghafal rumus saja belum bisa menyelesaikan permasalahan. Selain itu, kamu juga perlu memahami standar soal IChO (International Chemistry Olympiad) yang menjadi acuan sebelum melakukan pendaftaran OSN.
Dengan belajar materi OSN Kimia, kamu bisa melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi, memperdalam konsep kimia yang diajarkan di sekolah, hingga meningkatkan daya saing di bidang akademik.
Sudah siap untuk menguji pengetahuan dan pemahamanmu tentang soal-soal OSN kimia?
Soal 1
Ion X²⁺ memiliki konfigurasi elektron [Ar] 3d⁵
Unsur X dalam tabel periodik terletak pada…
A. Golongan VIIB, Periode 4
B. Golongan VIIB, Periode 5
C. Golongan VIB, Periode 4
D. Golongan VIIIB, Periode 4
E. Golongan VB, Periode 4
Jawaban: A. Golongan VIIB, Periode 4
Pembahasan:
Ion X²⁺ menunjukkan atom netral kehilangan 2 elektron.
Elektron pada logam transisi dilepas dari subkulit dengan n terbesar (4s terlebih dahulu).
Apabila X²⁺ = [Ar] 3d⁵ maka atom netral = [Ar] 4s² 3d⁵
Jumlah elektron valensi blok d = 2 + 5 = 7 menunjukkan golongan 7 (VIIB)
Bilangan kuantum utama terbesar = 4 menunjukkan Periode 4
Soal 2
2SO₂(g) + O₂(g) ⇌ 2SO₃(g) ΔH = −198 kJ
Langkah yang dapat kamu lakukan untuk memperbanyak hasil SO₃ adalah…
A. Menaikkan suhu reaksi
B. Memperbesar volume wadah
C. Menambah katalisator
D. Mengurangi konsentrasi gas SO₂
E. Memperkecil volume wadah
Jawaban: E. Memperkecil volume wadah
Pembahasan:
- Soal Kesetimbangan Kimia (Prinsip Le Chatelier) di atas menunjukkan reaksi eksoterm (ΔH negatif).
- Reaksi bersifat eksoterm (delta H negatif). Apabila suhu naik, kesetimbangan akan bergeser ke kiri (endoterm), sehingga opsi A salah.
- Memperbesar volume wadah membuat kesetimbangan bergeser ke jumlah koefisien gas yang lebih besar (ke kiri: 3 molekul), sehingga opsi B salah.
- Katalisator hanya mempercepat tercapainya kesetimbangan, tidak menggeser arahnya, sehingga opsi C salah.
- Mengurangi reaktan SO₂ akan menggeser kesetimbangan ke arah reaktan itu sendiri, sehingga opsi D salah.
- Memperkecil volume wadah akan sama dengan memperbesar tekanan, sehingga kesetimbangan bergeser ke arah jumlah koefisien gas yang lebih kecil, sehingga opsi E benar.
Soal 3
Ke dalam 100 mL CH₃COOH 0,1 M (Kₐ = 10⁻⁵) ditambahkan 50 mL NaOH 0,1 M. pH larutan yang terbentuk adalah…
A. 4
B. 5
C. 6
D. 5 − log 2
E. 5 + log 2
Jawaban: B. 5
Pembahasan:
Mol CH₃COOH = 0,100 L × 0,1 M = 0,010 mol = 10 mmol
Mol NaOH = 0,050 L × 0,1 M = 0,005 mol = 5 mmol
Reaksi:
CH₃COOH + OH⁻ → CH₃COO⁻ + H₂O
Sisa:
Asam = 5 mmol
Garam = 5 mmol
Larutan buffer dengan [asam] = [garam]
Gunakan persamaan Henderson-Hasselbalch:
pH = pKₐ + log([garam]/[asam])
pKₐ = 5
pH = 5 + log(1) = 5
Soal 4
Jumlah isomer struktur alkohol dengan rumus C₄H₁₀O adalah…
A. 2
B. 3
C. 4
D. 5
E. 6
Jawaban: C. 4
Pembahasan:
Isomer alkohol C₄H₁₀O:
Butan-1-ol
Butan-2-ol
2-metilpropan-1-ol
2-metilpropan-2-ol
Total = 4 isomer struktur
Soal 5
Sebanyak 5,60 L gas C₂H₄ (STP) dibakar sempurna menurut reaksi:
C₂H₄(g) + 3O₂(g) → 2CO₂(g) + 2H₂O(l)
Volume CO₂ yang dihasilkan pada STP adalah…
A. 5,60 L
B. 8,40 L
C. 11,2 L
D. 16,8 L
E. 22,4 L
Jawaban: C. 11,2 L
Pembahasan
Pada STP, perbandingan volume = perbandingan mol.
1 mol C₂H₄ menghasilkan 2 mol CO₂.
Artinya 1 volume C₂H₄ → 2 volume CO₂.
5,60 L × 2 = 11,2 L
Soal 6
Sebanyak 10,0 g CaCO₃ dipanaskan sesuai persamaan berikut:
CaCO₃(s) → CaO(s) + CO₂(g)
Jika Mᵣ CaCO₃ = 100 g·mol⁻¹, volume CO₂ pada STP adalah…
A. 1,12 L
B. 2,24 L
C. 4,48 L
D. 5,60 L
E. 11,2 L
Jawaban: B. 2,24 L
Pembahasan
Mol CaCO₃ = 10 / 100 = 0,10 mol
Perbandingan 1 : 1 → mol CO₂ = 0,10 mol
Volume STP = 0,10 × 22,4 = 2,24 L
Soal 7
Pada reaksi:
N₂O₄(g) ⇌ 2NO₂(g)
Apabila diketahui Kc = 4,0 dan pada kesetimbangan [NO₂] = 0,80 M, maka [N₂O₄] adalah…
A. 0,04 M
B. 0,08 M
C. 0,16 M
D. 0,32 M
E. 0,64 M
Jawaban: C. 0,16 M
Pembahasan
Kc = [NO₂]² / [N₂O₄]
4,0 = (0,80)² / [N₂O₄]
4,0 = 0,64 / [N₂O₄]
[N₂O₄] = 0,64 / 4 = 0,16 M
Soal 8
Berapa pH larutan 0,10 M NH₃ dengan Kb = 10⁻⁵?
A. 9
B. 10
C. 11
D. 12
E. 13
Jawaban: C. 11
Pembahasan
NH₃ + H₂O ⇌ NH₄⁺ + OH⁻
[OH⁻] = √(Kb × C)
= √(10⁻⁵ × 0,10)
= √(10⁻⁶)
= 10⁻³
pOH = 3
pH = 14 − 3 = 11
Soal 9
Produk utama adisi HBr pada propena (CH₃–CH=CH₂) tanpa peroksida adalah…
A. 1-bromopropana
B. 2-bromopropana
C. 1,2-dibromopropana
D. 2-bromopropena
E. Tidak bereaksi
Jawaban: B. 2-bromopropana
Pembahasan:
Tanpa peroksida menggunakan aturan Markovnikov.
H masuk ke C dengan H lebih banyak.
Br masuk ke C tersubstitusi.
Produknya adalah 2-bromopropana
Soal 10
Bilangan kuantum untuk elektron terakhir atom Cl (Z = 17) adalah…
A. n=3, l=1
B. n=3, l=0
C. n=2, l=1
D. n=3, l=2
E. n=2, l=0
Jawaban: A. n=3, l=1
Pembahasan:
Konfigurasi Cl: 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁵
Elektron terakhir ada di 3p, sehingga n = 3 dan l = 1
Soal 11
Jika ΔH pembentukan CO₂(g) = −393 kJ·mol⁻¹, maka ΔH pembakaran 1 mol C (grafit) adalah…
C(s) + O₂(g) → CO₂(g)
A. +393 kJ
B. −393 kJ
C. −786 kJ
D. 0
E. −196 kJ
Jawaban: B. −393 kJ
Pembahasan:
Reaksi tersebut adalah pembentukan standar CO₂, maka ΔH = ΔHf° CO₂ = −393 kJ
Soal 12
Diketahui waktu paruh reaksi orde pertama lamanya 10 menit. Berapa waktu yang diperlukan agar tersisa 12,5% zat?
A. 10 menit
B. 20 menit
C. 30 menit
D. 40 menit
E. 50 menit
Jawaban: C. 30 menit
Pembahasan
Orde pertama:
1 t½ → 50%
2 t½ → 25%
3 t½ → 12,5%
3 × 10 = 30 menit
Soal 13
Diketahui bahwa:
E°(Cu²⁺/Cu) = +0,34 V
E°(Zn²⁺/Zn) = −0,76 V
Nilai E° sel Zn | Zn²⁺ || Cu²⁺ | Cu adalah…
A. 0,42 V
B. 0,76 V
C. 1,10 V
D. −1,10 V
E. 0,34 V
Jawaban: C. 1,10 V
Pembahasan
E° sel = E° katode − E° anode
E° sel = 0,34 − (−0,76)
E° sel = 1,10 V
Apa Saja Materi yang Sering Muncul di OSN Kimia SMA?
Dikutip dari ‘Panduan Olimpiade Sains Nasional 2025 untuk SMA Sederajat’ yang dikeluarkan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, materi pada silabus OSN Kimia SMA antara lain:
A. Struktur Atom dan Kimia Inti
- Nukleon, isotop, peluruhan radioaktif dan reaksi nuklir alfa, beta, gamma
- Bilangan kuantum n, l, m dan orbital s, p, d dalam atom mirip hidrogen
- Aturan Hund dan prinsip pengecualian Pauli
- Konfigurasi elektron golongan utama dan baris pertama atom logam transisi beserta ionnya
B. Sistem Periodik dan Ikatan Kimia
- Tabel periodik dan tren seperti keelektronegatifan, afinitas elektron, energi ionisasi, ukuran atom dan ion, titik leleh, karakter logam, reaktivitas
- Jenis ikatan kovalen, ionik, logam, koordinasi
- Gaya antarmolekul dan hubungannya dengan sifat zat
- Teori Lewis
- Struktur molekul dan teori VSEPR
C. Stoikiometri dan Konsep Dasar Perhitungan Kimia
- Menyetarakan persamaan reaksi
- Rumus empiris
- Konsep mol dan konstanta Avogadro
- Perhitungan stoikiometri
- Densitas
- Perhitungan dengan berbagai satuan konsentrasi
- Koefisien partisi, definisi dan perhitungan sederhana
D. Kesetimbangan dan Larutan
- Kesetimbangan kimia
- Prinsip Le Chatelier
- Konstanta kesetimbangan dalam bentuk konsentrasi, tekanan, dan fraksi mol
- Konstanta kelarutan dan kelarutan
- Reaksi kompleksasi
- Definisi bilangan koordinasi
- Konstanta pembentukan kompleks
E. Asam Basa
- Teori asam basa Arrhenius dan Bronsted
- pH dan ionisasi diri air
- Konstanta kesetimbangan reaksi asam basa
- pH larutan asam lemah
- pH larutan sangat encer
- Larutan buffer sederhana
- Hidrolisis garam
F. Elektrokimia
- Dasar elektrokimia dan gaya gerak listrik
- Persamaan Nernst
- Elektrolisis
- Hukum Faraday
G. Kinetika Kimia
- Laju reaksi kimia
- Reaksi elementer
- Faktor yang mempengaruhi laju reaksi
- Hukum laju reaksi homogen dan heterogen
- Konstanta laju dan orde reaksi
- Profil energi reaksi dan energi aktivasi
- Persamaan Arrhenius
- Katalisis dan pengaruh katalis terhadap karakteristik termodinamika dan kinetik
- Hukum laju orde pertama dan orde nol sederhana
- Peluruhan eksponensial dan waktu paruh
H. Termodinamika Kimia
- Energi, panas, dan kerja
- Entalpi dan energi dalam
- Kapasitas panas
- Hukum Hess
- Siklus Born Haber
- Entalpi pembentukan standar
- Entalpi pelarutan dan solvasi
- Entalpi ikatan
- Entropi dan energi Gibbs
- Hukum kedua termodinamika
- Arah perubahan spontan
- Perhitungan konstanta kesetimbangan dari data entalpi dan entropi standar
I. Gas
- Hukum gas ideal
- Tekanan parsial
J. Kimia Analitik
- Prinsip titrasi langsung dan tidak langsung atau titrasi balik
- Asidimetri dan alkalimetri
- Kurva titrasi asidimetri
- Pemilihan dan warna indikator
- Titrasi redoks seperti permanganometri dan iodometri
- Titrasi kompleksometri
- Titrasi presipitasi sederhana
- Prinsip dasar analisis kualitatif anorganik untuk ion tertentu
- Uji nyala
- Identifikasi ion
K. Spektroskopi dan Cahaya
- Konsep dasar cahaya dan warna
- Panjang gelombang, frekuensi, bilangan gelombang
- Energi foton
- Hukum Lambert Beer
- Spektroskopi inframerah
- Spektroskopi UV tampak
- Spektroskopi NMR
- Spektrometri massa
L. Kimia Anorganik Unsur
- Reaksi unsur blok s dengan air, oksigen dan halogen serta warna dalam uji nyala
- Stoikiometri, reaksi dan sifat hidrida non logam biner
- Reaksi karbon, nitrogen dan sulfur oksida seperti CO, CO₂, NO, NO₂, N₂O₄, SO₂, SO₃
- Bilangan oksidasi umum unsur blok p
- Stoikiometri halida umum dan asam okso seperti HNO₂, HNO₃, H₂CO₃, H₃PO₄, H₃PO₃, H₂SO₃, H₂SO₄, HOCl, HClO₃, HClO₄
- Reaksi halogen dengan air
- Bilangan oksidasi umum logam transisi baris pertama seperti Cr(III), Cr(VI), Mn(II), Mn(IV), Mn(VII), Fe(II), Fe(III), Co(II), Ni(II), Cu(I), Cu(II), Ag(I), Zn(II), Hg(I), Hg(II) dan warna ion-ion tersebut
- Pelarutan logam-logam tersebut dan aluminium
- Hidroksida amfoter seperti Al(OH)₃, Cr(OH)₃, Zn(OH)₂
- Ion permanganat, kromat, dikromat dan reaksi redoksnya
- Iodometri dan reaksi tiosulfat dengan yodium
M. Kimia Organik Dasar
- Hubungan struktur dan reaktivitas organik seperti polaritas, elektrofilisitas, nukleofilisitas, efek induktif, stabilitas relatif
- Hubungan struktur dan sifat seperti titik didih, keasaman, kebasaan
- Nomenklatur organik sederhana
- Hibridisasi dan geometri pada karbon dan pusat lainnya
- Ikatan sigma dan pi
- Delokalisasi dan aromatisitas
- Struktur resonansi
- Isomerisme konstitusional, konfigurasi, konformasi, tautomerisme
- Stereokimia E Z, cis trans, kiralitas, aktivitas optik, sistem Cahn Ingold Prelog, proyeksi Fischer, D L
- Konformasi sikloheksana
N. Reaksi Organik
- Elektrofil dan nukleofil umum
- Adisi elektrofilik pada ikatan rangkap dua dan tiga, regioselektivitas aturan Markovnikov dan Kharasch, stereokimia
- Substitusi elektrofilik pada cincin aromatik, pengaruh substituen terhadap reaktivitas dan regioselektivitas
- Eliminasi E1 dan E2 pada karbon sp³, stereokimia, katalisis asam basa, gugus pergi
- Substitusi nukleofilik SN1 dan SN2 pada karbon sp³, stereokimia
- Adisi nukleofilik pada ikatan rangkap karbon karbon dan karbon hetero, reaksi adisi eliminasi, katalisis asam basa
- Substitusi radikal seperti reaksi halogen dengan alkana
- Oksidasi dan reduksi antar tingkat oksidasi gugus fungsi umum seperti alkuna, alkena, alkana, alkil halida, alkohol, aldehida, keton, turunan asam karboksilat, nitril
- Reaksi Grignard
- Reaksi Fehling dan Tollens
- Penggunaan gugus pelindung dalam sintesis organik
- Sintesis organik multilangkah sederhana
O. Kimia Polimer dan Biomolekul
- Polimer dan monomer
- Polimerisasi rantai
- Poliadisi dan polikondensasi
- Polimer sederhana seperti polistirena, polietilen, poliamida, poliester dan cara pembuatannya
- Gugus hidrofilik dan hidrofobik
- Pembentukan misel dan bilayer
- Asam amino dan klasifikasinya
- Titik isoelektrik
- Ikatan peptida
- Peptida dan protein
- Karbohidrat dalam bentuk rantai terbuka dan siklik
- Struktur glukosa dan fruktosa
- Lipid, rumus umum diasil dan triasil gliserida, asam lemak jenuh dan tak jenuh
- Struktur umum DNA dan RNA
- Ikatan hidrogen antar basa
- Konsep replikasi dan transkripsi
Namun, tidak tertutup kemungkinan jika ada materi lainnya yang akan diujikan. Soal yang muncul bisa menguji satu konsep saja atau gabungan dari berbagai konsep dan topik kimia.
Bersiaplah untuk mengerjakan bentuk soal cerita dengan narasi yang panjang, soal dengan data yang kompleks, soal dengan pilihan ganda yang membingungkan, dan soal yang membutuhkan konversi satuan.
Penutup
Sudah mengerjakan contoh Soal OSN Kimia tingkat SMA dan pembahasannya? Apakah kamu masih merasa kesulitan?
Alokasikan waktu latihan setiap hari secara konsisten untuk belajar materi kimia dan berlatih soal yang berkaitan agar seimbang.
Dengan latihan soal tahun-tahun sebelumnya secara rutin, kamu bisa menemukan pola soal untuk memetakan fokus belajar.
Jika memungkinkan, ikuti pembinaan olimpiade kimia, komunitas sains, atau try out dan kegiatan untuk membangun mental kompetisi lainnya, sehingga kamu tidak akan gugup saat berada di lokasi olimpiade.
Dapatkan referensi belajar untuk OSN lainnya, seperti OSN biologi dan mata pelajaran lainnya di blog Mamikos. Semoga bermanfaat. 📖 📝
Referensi:
Panduan Olimpiade Sains Nasional 2025 SMA Sederajat [Daring]. Tautan: https://pusatprestasinasional.kemendikdasmen.go.id/uploads/lampiran/Panduan%20OSN%20SMA%20Tahun%202025..pdf
Data Soal OSK Kimia 2015 (Pilgan) [Daring]. Tautan: https://forum.pelatihan-osn.com/arsip/soal/OQ
30 Contoh Soal OSN Kimia SMA 2025 beserta Kunci Jawabannya [Daring]. Tautan: https://kumparan.com/kabar-harian/30-contoh-soal-osn-kimia-sma-2025-beserta-kunci-jawabannya-24wlgRWwAVO
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya




