Ringkasan Materi Kimia Stoikiometri SMA Kelas 11 dan Penjelasannya

Ringkasan Materi Kimia Stoikiometri SMA Kelas 11 dan Penjelasannya – Dalam mata pelajaran Kimia SMA kelas 11, salah satu materi yang perlu kamu pelajari adalah stoikiometri.

Stoikiometri adalah materi yang mempelajari tentang pengukuran kuantitas suatu zat reaksi kimia. Banyak yang mengatakan materi ini cukup sulit, sehingga mempelajarinya dengan baik sangat perlu dilakukan.

Nah, bagi kamu yang ingin mempelajari stoikiometri, dalam artikel ini Mamikos telah menyiapkan ringkasan materi kimia stoikiometri kelas 11 dan penjelasannya. Simak selengkapnya di bawah, ya!

Bagaimana Ringkasan Materi Kimia Stoikiometri SMA Kelas 11 dan Penjelasannya?

Sumber: Gurupendidikan.co.id

Ada banyak sekali hal yang perlu kamu pahami dalam ringkasan materi kimia stoikiometri SMA kelas 11 mulai dari pengertian, hukum, konsep dan masih banyak lagi yang lainnya.

Untuk itu, agar tidak memusingkan kamu dalam mempelajarinya. Berikut Mamikos telah merangkum  ringkasan materi kimia stoikiometri kelas 11 dan penjelasannya yang bisa kamu pelajari !

Apa Itu Stoikiometri?

Hal pertama yang perlu dipahami dalam ringkasan materi kimia stoikiometri SMA kelas 11 tentu saja pengertian dari stoikiometri itu sendiri.

Dimana, stoikiometri secara bahasa berasal dari Bahasa Yunani yaitu “stoicheion” yang memiliki arti “mengukur”.  

Dalam ilmu kimia, stoikiometri adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang kuantitas dari suatu zat yang berada di dalam reaksi kimia seperti massa, jumlah mol, volume, serta jumlah partikel.

Dalam pengertian lain, stoikiometri juga sering dipahami sebagai suatu perhitungan kimia yang bersangkutan dengan hubungan kuantitatif zat-zat yang terlibat di dalam reaksi.

Tidak semua reaksi kimia dapat disebut sebagai stoikiometri. Suatu reaksi dapat diklasifikasikan sebagai stoikiometri jika reaktan yang terkandung dalam reaksi telah mengalami kehabisan secara keseluruhan.

Rumus Stoikiometri

Hal kedua yang perlu kamu ketahui dari ringkasan materi kimia Stoikiometri SMA kelas 11 adalah rumusnya. Berikut merupakan rumus yang biasa digunakan dalam menyelesaikan stoikiometri:

Sumber: Pahamify.com

Pada rumus di atas, angka 22,4 L adalah jumlah volume ideal dalam keadaan Standard Temperature and Pressure (STP), dengan tekanan gas (P) sebesar 1 atm, serta suhu (T) sebesar 273 k.

Kemudian, untuk angka 6,02 x 1023 adalah besaran dari tetapan Avogadro. Sehingga 1 mol zat apapun akan memiliki jumlah partikel yang sama sebesar 6,02 x 1023 partikel.

Hukum Dasar Kimia Stoikiometri

Ringkasan materi kimia stoikiometri SMA kelas 11 yang ketiga dan tak kalah penting untuk diketahui adalah beberapa hukum dasar kimia untuk stoikiometri.

Dimana stoikiometri sendiri memiliki beberapa hukum dasar seperti kekekalan massa, perbandingan tetap, perbandingan berganda, gay lussac, dan hipotesis avogadro. Berikut adalah penjelasan diantara semuanya:

1. Hukum Kekekalan Massa 

Hukum Kekekalan Massa menyatakan bahwa setelah terjadinya reaksi kimia, massa total bahan yang terlibat dalam reaksi akan tetap sama dengan massa total bahan sebelum reaksi.

Sebagai contoh, ketika kayu dibakar, massa hasil pembakarannya akan sama dengan massa kayu sebelum dibakar.

2. Hukum Perbandingan Tetap

Hukum Perbandingan Tetap yang dicetuskan oleh Joseph Proust pada tahun 1799 menyatakan bahwa perbandingan massa unsur-unsur yang membentuk suatu senyawa selalu tetap, tidak bergantung pada jumlah senyawa tersebut.

Sebagai contoh, perbandingan massa hidrogen dan oksigen dalam air selalu 1:8, tidak peduli berapa jumlah air yang dianalisis.

3. Hukum Perbandingan Berganda

Hukum Perbandingan Berganda yang diajukan oleh John Dalton pada tahun 1803 menyatakan bahwa jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa, perbandingan massa satu unsur dengan unsur lain yang berhubungan akan selalu menjadi bilangan bulat dan sederhana.

Sebagai contoh, jika hidrogen bereaksi dengan 1 gram setiap kali, air (H2O) yang terbentuk akan mengandung 4 gram oksigen, sementara hidrogen peroksida (H2O2) akan mengandung 8 gram oksigen.

4. Hukum Gay Lussac 

Hukum Gay Lussac atau Hukum Perbandingan Volume yang ditemukan oleh Joseph Gay Lussac menyatakan bahwa perubahan volume gas dipengaruhi oleh suhu dan tekanan.

Sebagai contoh, pada suhu dan tekanan tertentu, 1 liter gas nitrogen dapat bereaksi dengan 3 liter gas hidrogen, menghasilkan 2 liter gas amonia (2NH3).

5. Hipotesis Avogadro

Hipotesis Avogadro melengkapi hukum dasar kimia yang digunakan dalam stoikiometri.

Amedeo Avogadro, seorang ilmuwan Italia, menyatakan bahwa partikel unsur tidak selalu berbentuk atom tunggal, tetapi juga dapat berbentuk molekul unsur.

Contohnya, hidrogen (H2), oksigen (O2), nitrogen (N2), dan fosforus (P4).

Berdasarkan pemikiran ini, Avogadro menyimpulkan bahwa pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan gas dengan volume yang sama akan mengandung jumlah molekul yang sama pula, menjelaskan hukum Gay Lussac.

Konsep Kimia Dalam Stoikiometri

Selain hukum, stoikiometri juga memiliki beberapa konsep kimia seperti massa atom relatif, massa molekul relatif, konsep mol, hingga molaritas. Berikut adalah penjelasan semua konsepnya:

1. Massa Atom Relatif (Ar) 

Massa atom relatif adalah perbandingan massa sebuah atom dengan 1/12 massa atom isotop karbon-12 atau C-12. C-12 dipilih sebagai standar karena memiliki inti yang stabil dibandingkan dengan atom lainnya.

2. Massa Molekul Relatif (Mr) 

Massa molekul relatif digunakan untuk menentukan perbandingan massa satu molekul senyawa dengan 1/12 massa atom C-12.

Massa molekul relatif dihitung berdasarkan jumlah massa atom penyusunnya, dan dapat dirumuskan sebagai Mr = ΣAr.

3. Konsep Mol 

Dalam konsep mol, satu mol zat didefinisikan sebagai jumlah partikel yang setara dengan 6,02 x 1023. Hubungan antara mol dan jumlah partikel ini didasarkan pada hipotesis Avogadro.

Massa satu mol zat juga sama dengan massa atom relatif atau massa molekul relatif, yang diukur dalam gram. Sebagai contoh, jika Ar C = 12 u (unit massa atom), maka massa molar karbon = 12 gram/mol.

4. Molaritas 

Molaritas adalah jumlah mol zat terlarut yang terdapat dalam setiap 1 liter larutan. Konsep molaritas ini penting dalam stoikiometri larutan. Biasanya, molaritas dihitung dengan rumus M = n/V (volume).

Macam-Macam Stoikiometri

Dalam ilmu kimia, stoikkiometri terbagi ke dalam tiga macam, ketiganya adalah sebagai berikut:

1. Stoikiometri Reaksi

Ini merupakan jenis stoikiometri yang membahas tentang hubungan kuantitatif antara suatu zat yang ikut terlibat dalam sebuah reaksi kimia. Jenis ini sering dipakai untuk menyetarakan suatu persamaan reaksi.

2. Stoikiometri Komposisi (Snyawa) 

Ini merupakan jenis stoikiometri yang membahas tentang hubungan kuantitatif antara massa atau jumlah zat antar unsur yang ada pada suatu senyawa.

Jenis ini sering dipakai untuk menggambarkan jumlah zat Nitrogen serta Hidrogen yang menyatu menjadi NH3 atau amonia kompleks.

3. Stoikiometri Gas 

Ini merupakan jenis stoikiometri yang memiliki keterkaitan dengan suatu reaksi kimia yang melibatkan gas di dalamnya.

Yang mana gas pada suhu, tekanan, seta volume tertentu akan dianggap sebagai sebuah gas yang ideal.

Adapun persamaan gas ideal tersebut umum dirumuskan sebagai PV = nRT yaitu P = tekanan di dalam satuan atm, V = volume gas yang ada dalam satuan liter, n = jumlah mol, R = tetapan gas 0,082 L atm/mol K, serrta T = suhu 273 K).

Contoh Soal Materi Kimia Stoikiometri

Rangkuman materi kimia stoikiometri SMA kelas 11 terakhir yang perlu kamu pelajari adalah contoh soalnya. Setelah mengetahui apa itu stoikiometri, rumus, hukum, konsep kimia, hingga jenis-jenisnya.

Berlatih mengerjakan contoh soal stoikiometri sangat penting dilakukan untuk menguji pemahamanmu terkait materi ini. Nah, berikut adalah contoh soal yang telah dikutip dari Pahamify untuk kamu kerjakan:

SOAL

Sebuah senyawa dengan Mr= 80 memuat 40% massa unsur X(Ar = 32) kemudian sisanya unsur Y(Ar = 16). Maka berdasarkan hal tersebut rumus molekul senyawanya ialah…

Jawaban:

Hukum pebandingan berganda yang dicetuskan oleh Dalton memiliki bunyi apabila dua buah unsr bisa membentuk dua senyawa maupun lebih, maa perbanddingan antara massa unsur satu yang besenyawa ddengan kedua massa yang sama dapat bebanding sebagai bilangan yang sederhana.

Contohnya massa senyawa (XnYm  (Mr senyawa = 80) serta %X = 40, jadi

Massa X = 40/100 X 100g

                = 40g

Massa Y = 60/100 X 100g

Mol XMoL Y = 40/32 : 60/16

= 1,25/3,75

= 13

Berdasarkan hasil di atas, maka rumus molekul senyawanya iala XY3

Nah, demikianlah ringkasan materi kimia stoikiometri SMA kelas 11, jangan lupa untuk dipelajari dengan baik, ya!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta