Advertisement
Source : canva.com/@wittayayut

Contoh Soal Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Berpangkat dan Jawabannya Kelas 9 SMP

Perdalam pemahamanmu mengenai operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan berpangkat dengan mengerjakan soal berikut!

3 Juli 2024 Citra

Contoh Soal 20

Isilah hasil penjumlahan operasi berikut dengan opsi jawaban yang paling benar! 55 – 53 =…

A. 21. 53

B. 22. 53

C. 23. 53

D. 24. 53

E. 25. 53

Jawaban: D. 24. 53

Pembahasan:

55 – 53 = 52+3 – 53

= 52. 53 – 53

= 25. 53 – 1. 53

= 24. 53

Penutup

Itu dia 20 contoh soal penjumlahan dan pengurangan bilangan berpangkat yang telah Mamikos hadirkan untuk siswa kelas 9 SMP yang sedang mencari latihan soal untuk memperdalam materi bilangan berpangkat.

Semoga soal-soal di atas bisa menambah pengetahuanmu mengenai operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan berpangkat.

Apabila, kamu membutuhkan latihan soal lain, kamu bisa menemukannya di sini. Kamu juga bisa menemukan jawaban atas pertanyaanmu yang belum sempat Mamikos jawab lewat FAQ berikut, ya!

FAQ

Apa itu bilangan berpangkat dan berikan contohnya?

Bilangan berpangkat adalah bilangan yang dihasilkan dari perkalian berulang suatu bilangan dasar (basis) dengan dirinya sendiri sebanyak eksponen kali (n).
Contohnya, 34 berarti 3 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 4 kali: 34=3×3×3×3=81.

Bilangan berpangkat nol hasilnya berapa?

Semua bilangan kecuali bilangan nol (0) jika dipangkatkan dengan nol maka hasilnya merupakan bilangan satu (1).

Sifat-sifat bilangan berpangkat ada berapa?

Sifat-sifat operasi bilangan berpangkat ada enam buah, di antaranya yaitu:
a. ap × aq =ap+q
b. ap/aq = ap-q
c. (ap)q = apq
d. (a×b)p = ap×bp
e. ap + aq = ap (1 + aq-p) dengan syarat yaitu q≥p
f. ap – aq = ap (1-aq-p) dengan syarat yaitu q≥p
Atau
aq-ap = ap (aq-p – 1) dengan syarat yaitu q≥p

Apa nama lain bilangan berpangkat?

Nama lain dari bilangan berpangkat yaitu eksponen atau potensi.

Bagaimana bentuk umum bilangan berpangkat?

Bentuk umum bilangan berpangkat adalah an, di mana:
(a) adalah basis atau bilangan pokok, sedangkan (n) adalah eksponen atau pangkat yang menunjukkan berapa kali bilangan pokok akan dikalikan dengan dirinya sendiri.


Halaman:

Advertisement