Contoh Soal Perkalian Eksponen Bilangan Berpangkat dan Jawabannya Kelas 10 SMA
Apakah kamu sedang mencari contoh soal perkalian eksponen? Kamu berada di artikel yang tepat! Mamikos telah mnegumpulkan berbagai contoh soal yang bisa kamu jadikan bahan belajar.
Contoh Soal Perkalian Eksponen Bilangan Berpangkat dan Jawabannya Kelas 10 SMA โ Mempelajari materi eksponen memang harus memerlukan fokus yang penuh dan ketelitian saat mengerjakan.
Salah satu cara agar kamu semakin menguasai eksponen adalah dengan memperbanyak frekuensi mengerjakan soal-soal terkait.
Kebetulan Mamikos sudah menyiapkan berbagai contoh soal perkalian eksponen bilangan berpangkat bagi kamu siswa kelas 10 SMA.๐๐โจ
Daftar Isi
Eksponen Bilangan Berpangkat

Eksponen adalah bilangan yang menunjukkan seberapa banyak suatu bilangan โ yang biasa disebut basis โ dipangkatkan dengan dirinya sendiri. Secara matematis, eksponen ditunjukkan dengan angka kecil di atas dan sebelah kanan basis.
Misalnya, dalam ekspresi 2^3, angka 3 adalah eksponen yang menunjukkan bahwa bilangan 2 dipangkatkan tiga kali.
Dalam penulisannya eksponen memiliki dua komponen utama, yaitu basis dan eksponen berupa:
- Basis: Basis adalah bilangan yang akan dipangkatkan. Dalam contoh 2^3, basisnya adalah 2
- Eksponen: Bilangan yang menunjukkan berapa kali basis dipangkatkan dengan dirinya sendiri. Dari contoh 2^3, maka eksponennya adalah 3.
Sebenarnya, eksponen memiliki aturan atau biasa yang disebut sifat eksponen yang akan memudahkan kita untuk melakukan hitungan angka-angkanya. Seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan pengurangan.
Namun berhubung kali ini Mamikos akan memberikan kamu contoh soal perkalian eksponen, maka kita akan berfokus pada aturan perkalian eksponen saja.
Aturan Perkalian Eksponen
Dalam menghitung contoh soal perkalian eksponen, kita tidak bisa sembarangan, lho. Ada aturan dalam perkalian eksponen atau bilangan berpangkat yang merupakan salah satu sifat eksponen.
Aturan perkalian eksponen adalah aturan yang digunakan untuk mengalikan dua atau lebih bilangan berpangkat (eksponen) dengan bilangan pokok atau basis yang sama.
Aturan ini menyatakan bahwa jika dua bilangan berpangkat dengan basis yang sama dikalikan, maka eksponen-eksponennya dijumlahkan. Berikut adalah penjelasannya:
1. Perkalian dengan Basis yang Sama
Aturan ini berlaku ketika dua bilangan berpangkat dengan basis yang sama dikalikan, maka pangkat-pangkatnya dijumlahkan.
am x an = a{m+n}
Contoh:
32 x 34 = 3{2+4} = 36 = 729
2. Perkalian dengan Pangkat Nol
Setiap bilangan yang dipangkatkan dengan nol sama dengan satu.
a0 = 1
Contoh:
50 = 1
3. Perkalian dengan Pangkat Satu
Jika terdapat bilangan yang dipangkatkan dengan satu, maka jawabannya adalah bilangan itu sendiri.
a1 = a
Contoh:
71 = 7
4. Perkalian dengan Eksponen Negatif
Bilangan dengan eksponen negatif dapat diubah menjadi pecahan dengan mengubah eksponennya menjadi positif dan membalikkan basisnya.
Contoh:
Penerapan Aturan Perkalian Eksponen
Nah, dari aturan perkalian eksponen yang sudah dijelaskan di atas, yuk, kita coba terapkan dengan menggunakan contoh soal perkalian eksponen.
1. Perkalian dengan Basis yang Sama
Soal: 43 x 42
Kita harus menambahkan bilangan eksponennya terlebih dahulu, yaitu 3 dan 2, maka = 4{3+2}
= 4^5
= 1024
2. Perkalian dengan Pangkat Nol
Soal: 75 x 70
Ingat bahwa setiap bilangan yang dipangkatkan dengan nol akan menadi 1. 70 = 1, maka = 75 x 1
= 75
= 16807
3. Perkalian dengan Pangkat Satu
Soal: 61 x 64
Aturan perkalian dengan pangkat satu mewajibkan bilangan tersebut menghasilkan dirinya sendiri. Berarti 61= 6, maka = 6 x 64
= 65
= 7776
Halaman:

