5 Contoh Soal Rekonsiliasi Bank dan Pembahasannya Lengkap
Rekonsiliasi bank adalah proses dalam akuntansi yang bertujuan mencocokkan saldo kas pembukuan perusahaan dengan saldo yang tercantum dalam rekening koran yang dikeluarkan oleh bank. Simak penjelasan lengkap dan contoh soalnya di sini.
Pembahasan:
Perbedaan saldo terjadi karena adanya kesalahan pencatatan penerimaan kas oleh perusahaan. Kesalahan ini membuat saldo kas di buku perusahaan lebih kecil dibanding saldo bank.
1. Identifikasi Kesalahan
- Jumlah yang benar: Rp4.000.000
- Jumlah yang dicatat: Rp2.000.000
- Selisih kesalahan pencatatan: Rp2.000.000
Kesalahan ini bersifat kurang catat
2. Dampak Kesalahan
Kas perusahaan seharusnya lebih besar Rp2.000.000 daripada yang tercatat.
3. Penyesuaian Saldo Perusahaan
Saldo yang benar:
Rp52.000.000 + Rp2.000.000 = Rp54.000.000
Setelah diperbaiki, saldo kas perusahaan akan sesuai dengan saldo pada rekening koran.
4. Jurnal Penyesuaian
Karena perusahaan kurang mencatat penerimaan:
(Kas) Rp2.000.000
(Pendapatan / Piutang) Rp2.000.000
Jurnal ini menambah kas sesuai jumlah yang seharusnya
Jawaban Akhir:
- Penyebab selisih adalah kesalahan pencatatan penerimaan kas oleh perusahaan sebesar Rp2.000.000.
- Perusahaan harus melakukan penyesuaian dengan menambah kas sebesar Rp2.000.000.
- Saldo kas yang benar setelah rekonsiliasi adalah Rp54.000.000.
- Jurnal penyesuaian sudah dicantumkan di atas.
Contoh Soal 5: Pendapatan Jasa Giro
Perusahaan “Mega Utama” memiliki saldo kas menurut buku perusahaan per 30 September sebesar Rp77.500.000.
Sementara itu, saldo menurut rekening koran bank tercatat sebesar Rp78.250.000.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan bahwa bank telah menambahkan pendapatan jasa giro sebesar Rp750.000 langsung ke rekening perusahaan.
Pertanyaan:
- Mengapa terjadi perbedaan saldo?
- Berapa saldo kas yang benar setelah rekonsiliasi?
- Bagaimana jurnal pencatatannya?
Pembahasan:
Perbedaan saldo muncul karena adanya pendapatan jasa giro yang langsung dicatat oleh bank sebagai tambahan saldo, tetapi belum diakui dalam pembukuan perusahaan.
Pendapatan ini sering kali bersifat otomatis, sehingga perusahaan baru mengetahui nominalnya setelah menerima rekening koran.
1. Identifikasi Selisih
- Saldo menurut perusahaan: Rp77.500.000
- Saldo menurut bank: Rp78.250.000
- Selisih: Rp750.000
Selisih ini sama dengan nilai jasa giro yang belum dicatat.
2. Penyesuaian Saldo Perusahaan
Pendapatan jasa giro bersifat menambah kas, sehingga penyesuaian dilakukan di buku perusahaan, bukan pada bank.
Saldo perusahaan setelah penyesuaian
= Rp77.500.000 + Rp750.000
= Rp78.250.000
Setelah dicatat, saldo perusahaan menjadi sesuai dengan saldo rekening koran bank.
3. Jurnal Penyesuaian
Untuk mencatat pendapatan jasa giro:
(Kas) Rp750.000
(Pendapatan Jasa Giro) Rp750.000
Jurnal ini menunjukkan bahwa perusahaan menerima pendapatan tambahan dari bank.
Jawaban Akhir:
- Selisih terjadi karena pendapatan jasa giro sebesar Rp750.000 belum dicatat oleh perusahaan.
- Saldo kas yang benar setelah rekonsiliasi adalah Rp78.250.000.
- Jurnal penyesuaiannya adalah menambah kas dan mengakui pendapatan jasa giro.
Penutup
Itulah 5 contoh soal rekonsiliasi bank beserta langkah-langkah penyelesaiannya. Semoga pembahasan ini bisa mudah dipahami ya!
Melalui contoh-contoh soal di atas, kamu bisa memahami berbagai penyebab selisih serta cara melakukan penyesuaiannya dengan tepat.
Dengan melakukan rekonsiliasi secara rutin, maka perusahaan dapat mencegah kesalahan, menghindari kecurangan, dan menjaga akurasi laporan keuangan.
Pemahaman yang baik tentang proses ini juga membantu pelajar maupun pelaku usaha mengambil keputusan lebih tepat berdasarkan data keuangan yang valid dan dapat dipercaya.
Referensi:
Contoh Rekonsiliasi Bank: Pengertian, Soal, dan Pembahasannya [Daring]. Tautan: https://www.gramedia.com/literasi/rekonsiliasi-bank/
Contoh Soal Rekonsiliasi Bank: Jawaban & Pembahasannya [Daring]. Tautan: https://tirto.id/contoh-soal-rekonsiliasi-bank-jawaban-pembahasannya-lengkap-hcX5
Halaman:
