Advertisement
Source : pexels.com/@karola-g

5 Contoh Soal Rekonsiliasi Bank dan Pembahasannya Lengkap

Rekonsiliasi bank adalah proses dalam akuntansi yang bertujuan mencocokkan saldo kas pembukuan perusahaan dengan saldo yang tercantum dalam rekening koran yang dikeluarkan oleh bank. Simak penjelasan lengkap dan contoh soalnya di sini.

18 November 2025 Nadia Kamila

Contoh Soal 2: Cek Beredar

 Perusahaan “Maju Sejahtera” memiliki data per 30 Juni sebagai berikut:

  • Saldo kas menurut rekening koran bank: Rp40.000.000
  • Saldo kas menurut buku perusahaan: Rp35.000.000

Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan bahwa perusahaan telah mengeluarkan cek sebesar Rp5.000.000 kepada pemasok pada tanggal 28 Juni.

Cek tersebut sudah dicatat sebagai pengeluaran kas di buku perusahaan, tetapi sampai 30 Juni belum dicairkan oleh pemasok sehingga belum tercatat dalam rekening koran bank. Tidak ada transaksi lain yang menyebabkan selisih.

Contoh Soal Jurnal Umum Perusahaan Dagang dan Jawabannya Lengkap, Yuk Pelajari!

Pertanyaan:

  1. Mengapa terjadi perbedaan saldo antara bank dan perusahaan?
  2. Berapakah saldo kas yang benar setelah rekonsiliasi?

Pembahasan:

Perbedaan saldo terjadi karena adanya cek beredar (outstanding check), yaitu cek yang sudah diterbitkan dan dicatat sebagai pengeluaran oleh perusahaan, tetapi belum dicairkan dan belum diakui oleh bank.

  • Saldo menurut bank: Rp40.000.000
  • Cek beredar: Rp5.000.000

Dalam rekonsiliasi, cek beredar mengurangi saldo menurut perhitungan bank, karena secara substansi uang tersebut sudah “keluar” dari sudut pandang perusahaan, hanya saja bank belum memprosesnya.

Maka penyesuaian dilakukan sebagai berikut:

Saldo menurut bank
= Rp40.000.000 − Rp5.000.000
= Rp35.000.000

Setelah dikurangi cek beredar, saldo menurut bank menjadi sama dengan saldo menurut buku perusahaan.

Jawaban Akhir:

  1. Perbedaan saldo terjadi karena cek beredar sebesar Rp5.000.000 yang sudah dicatat perusahaan tetapi belum diproses bank.
  2. Saldo kas yang benar setelah rekonsiliasi adalah Rp35.000.000, yaitu saldo yang telah disesuaikan dengan cek beredar dan sesuai dengan buku perusahaan.

Contoh Soal 3: Biaya Administrasi Bank

Perusahaan “Berkah Mandiri” mencatat saldo kas menurut buku perusahaan per 31 Juli sebesar Rp18.750.000. Namun, saldo dalam rekening koran bank menunjukkan angka Rp18.300.000.

Setelah diperiksa, diketahui bahwa bank telah membebankan biaya administrasi sebesar Rp450.000, tetapi perusahaan belum mencatat biaya tersebut dalam pembukuannya. 

Pertanyaan:

  1. Apa penyebab utama selisih saldo antara perusahaan dan bank?
  2. Berapa saldo kas yang benar setelah rekonsiliasi?
  3. Bagaimana jurnal penyesuaiannya?

Pembahasan:

Selisih terjadi karena adanya biaya administrasi bank yang otomatis terpotong, namun belum dicatat oleh perusahaan. Perusahaan baru menyadari adanya biaya tersebut setelah menerima rekening koran.

1. Identifikasi Selisih

  • Saldo menurut buku perusahaan: Rp18.750.000
  • Saldo menurut bank: Rp18.300.000
  • Selisih: Rp450.000
    Selisih ini sama dengan biaya administrasi yang belum dicatat.

2. Penyesuaian yang Benar

Biaya administrasi mengurangi saldo kas perusahaan.
Karena itu, penyesuaian dilakukan pada buku perusahaan, bukan pada saldo bank.

Saldo kas setelah penyesuaian
= Rp18.750.000 − Rp450.000
= Rp18.300.000

Setelah penyesuaian, saldo perusahaan menjadi sama dengan saldo rekening koran.

3. Jurnal Penyesuaian

Untuk mencatat biaya admin bank yang belum diakui perusahaan:

(Biaya Administrasi Bank)      Rp450.000

       (Kas)                                Rp450.000

Jurnal ini menambah biaya dan mengurangi saldo kas perusahaan.

Jawaban Akhir:

  1. Selisih terjadi karena biaya administrasi bank Rp450.000 belum dicatat perusahaan.
  2. Saldo kas yang benar setelah rekonsiliasi adalah Rp18.300.000.
  3. Jurnal penyesuaiannya adalah mencatat biaya administrasi sebagai beban dan mengurangi kas.

Contoh Soal 4: Kesalahan Pencatatan oleh Perusahaan

Perusahaan “Cipta Prima” memiliki saldo kas menurut buku perusahaan per 31 Agustus sebesar Rp52.000.000.
Namun, saldo menurut rekening koran bank tercatat Rp54.000.000.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan bahwa perusahaan salah mencatat penerimaan kas sebesar Rp2.000.000.
Transaksi tersebut seharusnya dicatat sebesar Rp4.000.000, tetapi dalam pembukuan perusahaan hanya dicatat Rp2.000.000.

Pertanyaan:

  1. Apa penyebab utama perbedaan saldo?
  2. Bagaimana cara memperbaiki kesalahan tersebut?
  3. Berapa saldo kas yang benar setelah rekonsiliasi?
  4. Apa jurnal penyesuaiannya?

Halaman:

Advertisement