5 Contoh Teks Analytical Exposition beserta Struktur dan Terjemahannya Berbagai Topik
Analytical exposition text atau teks eksposisi analisis adalah sebuah teks yang di dalamnya memuat uraian pendapat atau opini penulisnya mengenai suatu isu atau masalah yang sedang berkembang di masyarakat sekitarnya.
5 Contoh Teks Analytical Exposition beserta Struktur dan Terjemahannya – Analytical exposition text atau teks eksposisi analisis merupakan salah satu jenis teks yang kerap mengisi kolom opini pada koran.
Esai, surat, artikel yang Anda baca di koran tersebut adalah beberapa contoh teks analytical exposition.
Selain beberapa jenis tulisan yang tercantum di kolom opini koran, teks eksposisi analisis juga bisa Anda baca pada naskah-naskah pidato. Lalu, apa sih teks eksposisi analisis itu? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini. 📖😊✨
Daftar Isi
Contoh Teks Analytical Exposition beserta Struktur

Pengertian Analytical Exposition Text
Analytical exposition text atau teks eksposisi analisis adalah sebuah teks yang di dalamnya memuat uraian pendapat atau opini penulisnya mengenai suatu isu atau masalah yang sedang berkembang di masyarakat sekitarnya.
Teks eksposisi analisis disusun secara menyeluruh dan komprehensif dengan menyajikan fakta-fakta yang mendukung penyampaian opini.
Dalam teks tersebut, penulis juga berusaha untuk mengevaluasi suatu topik yang diangkat secara kritis meski hanya berfokus pada argumen miliknya saja.
Adapun tujuan ditulisnya teks eksposisi analisis ini adalah memberikan informasi kepada pembaca mengenai sebuah masalah atau isu yang diangkat di dalamnya, serta meninjaunya dari sudut pandang penulis teks tersebut.
Bisa dibilang teks ini merupakan suatu langkah penulis untuk menunjukkan pendapatnya kepada orang lain mengenai suatu isu.
Oleh karena itu, argumen harus diperkuat atau didukung dengan fakta dan informasi yang relevan agar pendapat dapat diterima lebih banyak orang yang membacanya.
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, contoh teks analytical exposition biasa dijumpai pada rubrik opini di koran atau majalah, teks pidato, dan sejenisnya.
Ciri-ciri dan Struktur Analytical Exposition Text
Analytical exposition text memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan jenis teks yang lainnya, yaitu:
- Menyampaikan informasi yang dipaparkan dari sudut pandang penulisnya secara jelas
- Merupakan hasil riset yang dilakukan oleh penulis dan sifatnya valid dalam rangka mendukung opini
- Penulis mencoba agar argumennya tetap bertahan dan dipercaya pembacanya
- Disertai gambar atau grafik data yang dapat menjadi pendukung bagi paparan opini penulis pada bagian isi teks
Selain memiliki beberapa ciri di atas, teks eksposisi analisis juga mempunyai struktur yang baku, antara lain:
Struktur Analytical Exposition Text
Judul/Title
Judul/title pastinya harus ada di setiap karya tulis yang dibuat untuk dibaca oleh orang lain.
Adapun judul yang ditampilkan pada awal teks haruslah dapat menyampaikan gambaran tentang topik yang nantinya akan dibahas dalam isi teks.
Pembukaan/Introduction/Tesis
Bagian kedua dinamakan dengan Introduction atau bagian pembukaan.
Introduction merupakan bagian yang memaparkan tesis atau sudut pandang penulis mengenai topik yang dipilihnya sebagai inti dari keseluruhan pembahasan dalam teks.
Bagian pembukaan sering juga disebut dengan bagian tesis.
Bagian ini sangat penting untuk menarik minat pembaca agar mau atau penasaran dengan bagian selanjutnya.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk membuat bagian pembuka yang menarik dan juga emosional agar pembaca mau melanjutkan bacaannya hingga akhir.
Isi/Body/Argumentasi
Setelah pembukaan berisi pemaparan tesis, struktur berikutnya adalah isi.
Bagian inilah yang memaparkan argumen-argumen atau pendapat penulis mengenai permasalahan yang sudah diperkenalkan sebelumnya di bagian pembukaan.
Argumen yang ditulis harus bisa meyakinkan pembaca dan tidak terkesan omong kosong tanpa bukti.
Oleh karena itu, biasanya penulis akan menyertakan data-data pendukung atau referensi yang valid untuk mendukung argumen yang disampaikannya pada bagian ini.
Setiap paragraf dalam bagian isi akan dimulai dengan pendapat baru yang di dalamnya mengandung ide pokok, pembelaan atau justifikasi, serta bukti-bukti pendukung.
Kata-kata yang sifatnya emosional juga kerap dijumpai pada bagian ini, seperti verba yang menerangkan persepsi maupun konjungsi kausalitas.
Kata-kata tersebut dapat mempengaruhi emosi pembaca, sehingga argumen Anda dapat diterima jika memang cukup meyakinkan.
Simpulan/Conclusion/Penegasan Ulang Pendapat
Setelah argumen dipaparkan beberapa paragraf, selanjutnya penulis akan menuliskan kembali pernyataan tesis yang sebelumnya telah disampaikan.
Bagian inilah yang dinamakan dengan simpulan atau penegasan ulang pendapat.
Selain itu, bagian ini juga memuat simpulan yang bisa dibuat dari pembahasan pada bagian isi.
Simpulan bisa dibuat seringkas mungkin, namun harus tetap padat informasi atau bisa mewakili isi argumen secara keseluruhan.
1. Contoh Teks Analytical Exposition beserta Strukturnya Singkat tentang Homeschooling
Salah satu contoh teks analytical exposition beserta strukturnya adalah teks berikut ini yang bertema pendidikan atau lebih tepatnya pandangan seseorang tentang homeschooling.
Thesis:
I believe that the homeschooling system is not the best education system. However, many parents believe that no other education systems are better than homeschooling.
But I think this education system won’t wrap the entire learning aspects that usually are reached by formal schools, like the socialization, learning process, and kids’ self-development.
Arguments:
Learning process given by the school is about how to understand the content or material of every single subject. It is also about how to experience what happens in the surroundings directly.
Homeschooling students will only decide which pace that they really want the most and which subject they will learn deeper than the other subjects.
Also, homeschooling students will only socialize with family and people around them. Those students won’t encounter anything bad and they won’t learn how to react to something bad around them.
Finally, the homeschooling program with one to one learning won’t guarantee that the students have an excellent development to face the real future.
Those students won’t know how to control the problem and face any problem. They are all surrounded by good things and safety provided by the parents and family.
Conclusion:
The homeschooling educational system won’t make the students successfully educated. This new educational system is like a controller for the development of the students.
It shows us that homeschooling is not the option to educate or teach kids.
Terjemahan atau arti dari contoh teks tersebut bisa kamu baca di bawah ini.
Tesis:
Saya percaya bahwa sistem homeschooling atau sekolah di rumah bukan merupakan sistem pendidikan yang terbaik.
Tapi sayangnya banyak orang tua percaya bahwa tidak ada sistem pendidikan lain yang lebih baik dibandingkan dengan program sekolah di rumah.
Bagaimanapun, menurut saya sistem pendidikan yang satu ini tidak bisa mencakup seluruh aspek pembelajaran yang seringkali dijangkau oleh sekolah formal.
Seluruh aspek pembelajaran tersebut antara lain mencakup sosialisasi, proses pembelajaran, dan pengembangan diri anak.
Argument:
Proses pembelajaran yang diberikan oleh pihak sekolah adalah mengenai bagaimana para siswa bisa memahami materi atau isi dari setiap mata pelajaran yang ada.
Proses pembelajaran ini juga mencakup bagaimana rasanya mengalami berbagai kejadian yang ada disekitarnya secara langsung.
Siswa yang sekolah di rumah hanya akan memutuskan mata pelajaran mana yang paling ingin mereka pelajari secepatnya dan mana yang akan mereka pelajari dengan lebih mendalam.
Selain itu, siswa yang sekolah di rumah hanya akan bersosialisasi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya dan dengan keluarga terdekat.
Para siswa tersebut tidak akan mengalami kejadian buruk sehingga mereka tidak bisa belajar bagaimana harus bereaksi atau merespon kejadian buruk yang terjadi di sekitar mereka.
Terakhir, program sekolah di rumah dengan metode pembelajaran satu siswa dengan satu guru tidak menjamin para siswa memperoleh perkembangan yang baik untuk menghadapi masa depan.
Siswa tersebut tidak akan memahami caranya mengendalikan serta menghadapi permasalahan dengan baik. Mereka semua dikelilingi oleh lingkungan yang aman dan keluarga yang baik.
Kesimpulan:
Sistem pendidikan sekolah di rumah tidak akan membuat siswa berhasil dalam pendidikan. Sistem pendidikan yang baru ini cenderung mengontrol perkembangan anak didik.
Hal ini menunjukkan bahwa program sekolah di rumah bukan pilihan yang paling tepat untuk mengajar dan mendidik anak-anak.
Halaman:



