Advertisement
Source : Canva/@anastasiacollection

7 Contoh Teks Anekdot Kritik yang Menarik dan Singkat

Fenomena dalam hidup dapat diangkat ke dalam teks anekdot terutama untuk memberikan kritis secara halus seperti contoh teks anekdot kritik berikut.

26 Oktober 2025 Ikki Riskiana

Penjelasan

Apa yang kamu pikirkan setelah membaca contoh teks anekdot kritik? Terasa lucu namun sekaligus miris.

Sebenarnya, masyarakat sudah berupaya ikut mengawal kasus korupsi supaya pelakunya bisa mendapat hukuman setimpal.

Namun, sayangnya hukum di Indonesia selalu berpihak pada koruptor sehingga kasus korupsi terus menerus terjadi.

Kalau kamu tertarik untuk membuat teks anekdot, tidak ada salahnya mengambil topik korupsi yang familiar di telinga masyarakat Indonesia.

3 Contoh Teks Anekdot Sindiran, Lucu, Humor, beserta Strukturnya

3. Teks Anekdot tentang Membuang Sampah 

Mari melanjutkan contoh teks anekdot kritik dengan tema lingkungan. Kamu pasti hapal dengan yang namanya sampah bukan? Kamu pasti juga tahu bukan jika sampah seharusnya dibuang ke tempatnya?

Meskipun banyak masyarakat Indonesia yang memahami bahwa sampah harus dibuang ke tempatnya, tetap saja mereka membuang sampah sembarangan.

Padahal, terkadang ada tong sampah di sekitar mereka namun malah membuangnya sembarangan.

Sikap masyarakat Indonesia yang gemar membuang sampah sembarangan menjadi inspirasi dalam menulis contoh teks anekdot kritik.

Kamu bisa mempelajari contoh berikut dan mengambil pesan yang disampaikan si penulis.

Pada suatu hari, terdapat dua orang laki-laki yang duduk santai sembari menenggak minuman dingin. Dua orang itu berbincang-bincang dengan akrab sebelum seorang perempuan lewat di depan mereka.

Salah seorang dari mereka lantas membuang kaleng bekas minuman secara sembarangan sambil berujar, “Sepertinya aku jadi menteri lingkungan hidup saja supaya bisa menjaga lingkungan sekitar”.

Perempuan yang lewat tersebut lantas berhenti. Ia mengambil kaleng minuman yang dibuang oleh salah seorang laki-laki tersebut.

Ia berujar, “Mana mungkin orang sepertimu jadi menteri lingkungan hidup. Buang sampah saja tidak pada tempatnya!”

Perempuan tersebut kemudian membuang sampah kaleng ke tong sampah yang tidak jauh dari situ, sementara si laki-laki merasa malu karena mendapat teguran dari perempuan tersebut.

Penjelasan

Jika kamu membaca beragam contoh teks anekdot kritik dengan tema lingkungan, mungkin akan menemukan dampak negatif dari kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Misalnya, sungai yang dipenuhi sampah lantas menyebabkan banjir.

Banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya membuat sampah dengan benar. Salah satunya dengan membuat teks anekdot seperti contoh di atas.

21+ Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya, Kaidah Kebahasaan & Cara Membuatnya

4. Teks Anekdot tentang DPR

Dunia politik memang menarik untuk dibahas dalam contoh teks anekdot kritik, misalnya saja mengenai DPR. Sudah bukan hal aneh lagi ketika masyarakat Indonesia membahas segala hal yang dilakukan oleh DPR.  

Kamu pasti juga tahu jika DPR kerap melontarkan janji-janji palsu pada masyarakat namun pada akhirnya justru hanya melakukan korupsi. Di bawah ini contoh tulisan mengenai DPR.

Pada suatu hari, terdapat dua anak kecil bernama Doni dan Ilham yang berbincang santai di bawah pohon pisang. Mereka memang kerap bermain di sana setelah pulang sekolah.

Doni mengajak Ilham untuk bermain tebak-tebakan. Ia langsung bertanya pada Ilham, kursi apa yang bisa menjadikan orang lupa ingatan.

Mendengar pertanyaan itu, sebuah jawaban langsung terlintas di kepala Ilham.

Ilham menjawab bahwa itu adalah kursi goyang sebab tatkala seseorang duduk di kursi goyang maka akan mengantuk lantas tertidur sehingga orang tersebut akan lupa ingatan karena tertidur.

Doni tertawa mendengar jawaban Ilham meskipun jawabannya salah. Doni menyatakan bahwa jawabannya ialah kursi DPR.

Tentu jawaban Doni mengundang pertanyaan Ilham. Ilham bertanya mengapa jawabannya bisa seperti itu.

Doni lantas menjelaskan bahwa sebelum seseorang duduk di kursi DPR pasti akan memberi janji manis pada rakyat Indonesia sehingga rakyat memilihnya dan berhasil menjadi DPR. 

Setelah berhasil duduk di kursi DPR, biasanya mereka langsung lupa dengan janji manisnya. Mereka lupa seolah tidak pernah memberikan janji tersebut pada rakyat Indonesia.

Penjelasan

Apakah kamu pernah melihat janji manis yang disampaikan oleh calon wakil rakyat seperti contoh teks anekdot kritik di atas?

Mungkin seluruh rakyat Indonesia juga sudah hapal dengan kebiasaan calon legislatif. 

Mungkin sebenarnya semua orang sudah tahu bahwa calon DPR hanya memberikan janji manis supaya dipilih. Namun, masyarakat juga tidak bisa melakukan apa-apa selain percaya.

Contoh teks anekdot kritik di atas sepertinya juga menggambarkan betapa lemahnya peran masyarakat Indonesia dalam memilih calon legislatif yang kompeten di DPR.

Kebanyakan calon legislatif hanya mementingkan diri sendiri.

Kamu pasti juga tahu betapa banyak kasus korupsi di DPR. Padahal rakyat sudah mempercayakan DPR untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang lebih baik. Namun, mereka hanya memedulikan keuntungan pribadi.

5 Contoh Teks Anekdot dalam Kehidupan Sehari-Hari

5. Teks Anekdot tentang Layanan Publik

Di suatu pagi yang cerah, Pak Darto berangkat lebih awal untuk mengurus KTP elektronik di kantor kecamatan. Ia tiba pukul 07.00, berharap antrean belum panjang. Namun, begitu tiba, ia melihat puluhan orang sudah duduk menunggu dengan wajah lelah.

Ia langsung mengambil nomor antrean dan duduk di kursi plastik yang warnanya sudah pudar. Papan pengumuman bertuliskan “Pelayanan cepat, ramah, dan transparan” terpampang besar di dinding.

Tiga jam berlalu, namun nomor antrean Pak Darto belum juga dipanggil. Ia mencoba bertanya kepada petugas.

“Pak, nomor saya sudah dari tadi, kok belum dipanggil juga ya?”
Petugas itu menjawab santai sambil menyeruput kopi, “Sabar, Pak. Mesin pencetak KTP-nya lagi ngopi dulu.”

Pak Darto tersenyum kecut. Ia memutuskan menunggu lagi. Tak lama kemudian, datang seseorang berpakaian rapi dan langsung masuk ke ruang petugas tanpa antre. Lima menit kemudian, orang itu sudah keluar dengan wajah senang sambil menenteng KTP baru.

Pak Darto menatap heran, lalu bertanya pelan pada warga di sebelahnya, “Kok dia cepat sekali, ya?”
Warga itu berbisik, “Dia saudaranya petugas, Pak. Kalau kita rakyat biasa, harus sabar jadi penonton dulu.”

Akhirnya, pukul 14.00, nama Pak Darto baru dipanggil. Ia hanya bisa tertawa getir melihat papan pengumuman besar bertuliskan “Pelayanan Prima Tanpa Pungli”.

Halaman:

Advertisement