Contoh Teks Ceramah Singkat tentang Gibah dan Fitnah Lucu Bikin Pendengar Ketawa
Mendengar sebuah ceramah tentang gibah dan fitnah namun lucu membuat kamu bisa mendapatkan dua manfaat, yakni pencerahan sekaligus hiburan.
Isi
Para hadirin yang berbahagia, gibah merupakan suatu kegiatan dimana kita akan membicarakan orang lain tapi bukan dengan cara dan pembahasan yang baik.
Ibaratnya nih seperti gosipin artis A yang belum tentu hal yang kita bicarakan itu adalah sebuah kebenaran atau fakta. Oleh karenanya, gibah sangat dilarang dan memiliki banyak kerugian bagi siapa saja yang melakukan.
Misalnya, ada seorang ibu yang kebetulan tidak datang ke acara arisan bulanan terus sama ibu-ibu lain yang ada di acara itu, diomongin. Biasanya bukan cuma si ibu yang tidak dateng tadi tuh yang diomongin, tapi sampai anak cucu, mantu, sepupunya tetangganya pun bakal diomongin.
Terus pas orangnya hadir semua seorang baik-baik saja tidak ada masalah. Padahal itu merupakan sebuah tindakan dan sifat yang tercela. Bukan saja mendulang dosa tapi juga bisa membuat kita dicap sebagai insan yang tidak baik dan gemar bergibah. Bukan sebutan yang menyenangkan, ya?!
Gibah Merugikan semua
Biasanya bukan hanya konflik antara ibu-ibu saja yang kemudian terjadi. Soalnya para suami juga bisa kena imbasnya gara-gara istrinya entah jadi biang kerok dari praktik gibah tadi atau sekadar ikut-ikutan saja. Akhirnya, suaminya bingung soalnya pas kebagian jatah meronda nggak ada yang mau menemani.
Tak hanya itu saja. Apabila praktik gibah ini terus dilakukan maka bisa menghilangkan amal baik yang sudah dikerjakan di masa lalu. Tentu kita jadi orang yang merugi sekali bukan?
Oleh karenanya ibu-ibu, bapak-bapak dan para hadirin semuanya, jangan sampai kita melakukan kegiatan gibah walaupun hanya sepatah kata saja karena efeknya bisa sangat besar dan kurang baik untuk diri kita sendiri di kemudian hari, lo.
Bergibah tidak akan membuat nama kita jadi tinggi karena menjelekkan orang lain. Tapi malah dapat memberikan kerugian besar karena pahala kita bakal hilang dan kepala makin pusing jika orang yang digibahin tahu perbuatan tercela kita tersebut.
Ketika berkumpul, ada baiknya kita berbicara hal-hal yang baik dan manis saja. Jangan mengurusi urusan kekurangan orang lain karena saya yakin banget deh, urusan diri sendiri aja sering kita lupakan.
Tidak ada satupun manusia yang diciptakan sempurna secara sikap dan sifat. Pada hakikatnya sebaiknya aib atau kekurangan itu ditutupi. Jangan sampai, keburukan kita kemudian dibuka oleh sang Maha Pencipta dengan mudahnya di hadapan orang lain.
Halaman:
