Contoh Teks Ceramah Singkat tentang Gibah dan Fitnah Lucu Bikin Pendengar Ketawa
Mendengar sebuah ceramah tentang gibah dan fitnah namun lucu membuat kamu bisa mendapatkan dua manfaat, yakni pencerahan sekaligus hiburan.
Penutup
Demikian ceramah singkat saya tentang praktik gibah yang sebaiknya mulai ditinggalkan sekarang. Saya harap ceramah singkat ini dapat diterima dengan baik. Mohon dimaafkan jika ada kata-kata yang kurang enak dihati yang saya ucapkan secara sengaja maupun tidak.
Terima kasih atas perhatian bapak ibu dan hadirin semua. Semoga kita tidak tergolong ke kalangan orang-orang yang suka gibah dan jadi musuh semua orang. Demikian saya akhiri, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
B. Contoh Teks Ceramah Singkat Tentang Fitnah
Pembuka
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Segala puji dan syukur mari kita panjatkan bersama-sama atas kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat, rezeki dan keberkahan kepada kita semua hari ini. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan ceramah singkat mengenai salah satu sifat tercela yang harus kita jauhi yakni fitnah.
Isi
Fitnah yang saya maksud di sini adalah fitnah yang menimpa baik pada pribadi seseorang atau individu dan pada golongan.
Fitnah yang diucapkan bisa sangat fatak hingga dapat berujung pada bencana, kebinasaan atau kemunduran tingkatan iman. Bahkan bisa juga berupa kekacauan dalam islam islam itu sendiri.
Penyebab utama seseorang kemudian terjerumus ke dalam fitnah adalah kesiapan hati dalam menerima fitnah yang ditujukan tersebut. Seperti yang tercantum pada sebuah hadis yang berbunyi,
“Fitnah-fitnah didatangkan kepada semua hati. Hati siapapaun yang mengecapnya, maka tertorehlah padanya satu noda hitam.”
Mengenai pengaruh fatal dari fitnah ini tentunya sangat banyak dan beragam bentuknya. Sesungguhnya fitnah akan melupakan orang-orang yang terjerumus di dalamnya tentang apa yang menjadi kebenaran yang mereka ketahui serta apa saja batasan yang kemudian mereka tekuni.
Halaman:

