Contoh Teks Debat tentang Internet, Belajar Online / Daring, Covid-19 Singkat
Berikut contoh teks debat tentang internet dan belajar daring.
- Menggunakan konjungsi
Teks debat juga biasanya akan sering memanfaatkan konjungsi untuk menghubungkan beberapa kalimat maupun kata yang ada.
- Menggunakan kata rujukan
Teks debat biasanya juga akan menggunakan kata rujukan yang berfungsi untuk memberi informasi, seperti ini, itu, dia, di sini, beliau, dan lain sebagainya.
Unsur Teks Debat
Berikut beberapa unsur dalam teks debat :
- Mosi
Mosi merupakan suatu permasalahan yang akan diperdebatkan oleh beberapa tim.
- Tim Afirmasi
Tim afirmasi merupakan tim atau pihak yang setuju terhadap mosi atau permasalahan yang akan diperdebatkan.
- Tim Oposisi
Tim oposisi merupakan tim atau pihak yang tidak setuju terhadap mosi atau permasalahan yang akan diperdebatkan. Biasanya pendapat yang diutarakan oleh tim ini berupa pertentangan.
- Tim Netral
Tim netral merupakan pihak yang diundang dalam kegiatan debat untuk menjadi penonton maupun juri.
- Moderator
Moderator merupakan pihak yang akan mengatur jalannya kegiatan debat mulai dari pembukaan hingga penutup.
Moderator ini juga akan memastikan pertanyaan maupun pendapat yang disampaikan oleh kedua belah tim tetap pada mosi yang telah ditentukan (tidak keluar jalur)
- Notulen (Penulis)
Notulen merupakan pihak yang akan menulis atau mencatat seluruh jalannya debat, mulai dari mosi debat, pernyataan moderator, argumen masing-masing pihak, hingga hasil keputusan akhir dari debat tersebut.
Contoh Teks Debat tentang Belajar Daring
Tim Afirmasi:
Kami setuju apabila di tahun 2022, kegiatan belajar mengajar secara daring harus diperpanjang. Terlebih lagi mengingat adanya pandemi Covid-19 yang belum juga menampakkan angka penurunan sehingga akan lebih efektif apabila kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Hal tersebut untuk menjaga keselamatan para siswa dan tenaga pengajar agar terhindar dari virus membahayakan ini.
Selain itu kami juga sangat menyetujui terkait keputusan pemerintah dalam pemberian subsidi kuota terhadap para siswa dan tenaga pengajar. Pada tanggal 27 Agustus 2020 lalu, Kemendikbud mengumumkan bahwa pemberian subsidi kuota kepada siswa, mahasiswa, guru, dan dosen ini akan sangat bermanfaat guna menunjang pembelajaran jarak jauh selama beberapa waktu ke depan.
Dengan adanya subsidi kuota ini, maka diharapkan kendala yang kemungkinan terjadi saat PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dapat diminimalisir. Oleh karena itu, kami sangat menyetujui kebijakan tersebut.
Halaman:


