5 Contoh Teks Diskusi tentang Lingkungan Sekolah berdasarkan Strukturnya

Contoh teks diskusi tentang lingkungan sekolah yang bisa menjadi bahan pelajaran kamu adalah tentang banjir, sampah plastik, kebersihan lingkungan, tempat sampah, dan saluran air.

29 Oktober 2023 Ikki Riskiana

2. Kohesi Leksikal

Kohesi Leksikal adalah pemilihan kata yang menciptakan wacana yang padu. Kohesi ini dapat berupa antonim, hiponim, pengulangan, serta sinonim.

3. Kohesi Gramatikal

Kohesi Gramatikal adalah penggunaan elemen atau alat gramatikal (alat bahasa) yang menciptakan hubungan yang sistematis antar unsur. Misalnya, konjungsi, referensi, dan elipsis.

4. Modalitas

Modalitas merujuk pada kata yang mengandung makna berupa kemungkinan, kenyataan, atau makna yang sejenis dalam sebuah kalimat. Misalnya, mari, mohon, harap, dan ingin.

Contoh Teks Diskusi Tentang Lingkungan Sekolah

Teks diskusi dapat mencakup berbagai macam topik dan latar. Dalam lingkungan sekolah, banyak hal yang dapat menjadi isu yang patut menjadi perbincangan.

Misalnya dari segi penanganan sampah, banjir, kesehatan, maupun kebersihan. Nah, berikut ini terdapat berbagai contoh teks diskusi tentang lingkungan sekolah beserta strukturnya.

1. Sampah plastik

Isu

Keberadaan sampah plastik di lingkungan sekolah semakin hari semakin bertambah. Kondisi ini harus menjadi perhatian karena sampah tersebut sulit untuk terurai di dalam tanah.

Beberapa guru pun mengusulkan untuk diadakan pelatihan daur ulang kepada seluruh siswa. Namun, hingga saat ini masih dalam tahap perencanaan.

Argumen pro

Sampah plastik bekas makanan dan minuman di sekolah memang berbahaya. Akan tetapi, hal itu bisa didaur ulang untuk membuat suatu harga yang bagus.

Selain untuk menambah kreativitas siswa, hasil daur ulang sampah plastik juga dapat dijual dan menghasilkan uang.

Menyusun rencana pelatihan pembuatan daur ulang adalah ide yang sangat bagus. Bahkan, pelatihan tersebut sebaiknya dibuat secara rutin setiap minggu.

Argumen kontra

Menurut saya, pelatihan daur ulang akan tidak akan mendapat sambutan hangat dari sebagian besar siswa. Hal ini disebabkan karena jadwal pelatihan akan menambah jam pelajaran.

Jika tidak ingin menumpuk sampah, maka sebaiknya langsung dibakar. Selain itu, setiap siswa sebaiknya harus mengurangi penggunaan sampah plastik dengan membawa bekal setiap hari

Kesimpulan

Cara yang tepat untuk mengolah sampah plastik yaitu dengan melakukan daur ulang.

Bagi siswa, pelatihan tersebut tidak akan mengganggu proses belajar mengajar dan menyita waktu mereka.

Pelatihan akan dilakukan 2 minggu sekali bagi yang berminat untuk ikut. Sementara itu, untuk mengurangi penggunaan sampah plastik, siswa bisa membawa bekal jika memungkinkan.

Close