Advertisement
Source : Getty Images Signature/monkeybusinessimages

5 Contoh Teks Drama tentang Bullying di Sekolah Singkat

Jika kamu sedang mencari contoh teks drama tentang Bullying di Sekolah, yuk temukan contohnya dengan membaca artikel berikut.

21 Januari 2026 Zuly Kristanto

Bimo

Aku sudah lapar. Aku mau beli makan di kantin.

Tiba-tiba Alfin mengambil dompet Bimo. Namun, Bimo yang sigap segera memegang tangan Alfin.

Bimo

Apa-apaan ini? Kamu mau merampas dompetku.

Melihat tangan temannya di pelintir. Marahlah Romy CS.

Romy

Kamu anak baru jangan belagu. Lepaskan tangan teman kami. Kalau tidak….

Bimo

Memangnya kenapa kalau tidak?

Romy

Kalau tidak menuruti permintaan kami, akan panjang urusannya.

Tino

Wah, si cupu main-main.

Alfin

Habis kau… kau belum tahu siapa kami.

Bimo

Memangnya siapa kalian

Romi

Asal kau tahu. Kami yang pegang sekolah ini. Di sekolah ini tidak ada yang berani sama kami.

Sesudah itu Romi memberikan instruksi kepada teman-temannya untuk memberi pelajaran kepada Bimo.

Tino

Kalau berani jangan di sini. Ikut kami ke belakang sekolah

Akhirnya Bimo mengikuti Romi CS ke belakang sekolah. Bertepatan saat itu Dimas, siswa baru yang berbadan besar melihat Bimo mengikuti Romi CS. Diam-diam Dimas mengikuti mereka.

Romi

Habis sekarang kau anak cupu

Tino

Sebentar lagi kamu tahu rasanya telah berani macam-macam kepada kami

Alfin

Sekarang kamu pasti menyesal karena telah melawan kami.

Romi

Teman-teman ayo beri pelajaran anak kurang ajar ini.

Bimo

Kalau kalian jantan. maju satu-satu jangan keroyokan

Romi

Jangan pedulikan yang dia katakan. Ayo kita habisi dia.

Sesaat kemudian terjadilah perkelahian. Romi dan kawan-kawan merasa di atas angin karena jumlah mereka lebih banyak. Tapi, mereka salah perhitungan. Meski hanya seorang diri tetapi Bimo ternyata pandai bela diri

Tino

Aduh (sebuah pukulan mendarat di wajah Tino)

Romi

Kurang ajar. Ternyata si cupu ini hebat juga.

Tiba-tiba Dimas muncul dan ingin membantu Bimo.

Dimas

Bimo…..

Bimo menoleh dan kemudian tersenyum

Bimo

Kamu nggak perlu ikut campur Dim. Aku saja sudah cukup.

Dimas

Baiklah, kalau begitu aku nonton saja.

Dalam perkelahian itu Bimo keluar sebagai pemenangnya. Sementara Romi Cs kalah semuanya. Bahkan mereka meminta ampun kepada Bimo.

Bimo

Kalau lain hari aku dengar kalian membully siswa lain atau memalak lagi. Kalian akan kembali berhadapan denganku.

Romi

Ampun….ampun kami tidak akan mengulanginya lagi. Kami janji.

3. Sahabat Sejati

(Suasana di halaman sekolah. Beberapa siswa sedang duduk santai. Sementara itu, Arka, seorang siswa pendiam yang gemar membaca, sedang berjalan sambil membawa buku. Tiba-tiba datang Reno dan kawan-kawannya yang memang suka mengganggu siswa lain.)

Reno

Eh, lihat tuh si kutu buku lewat. Enaknya kita godain lagi, gimana?

Bayu

Setuju banget. Dari kemarin aku lihat dia nggak pernah lepas dari bukunya. Anak aneh.

Andi

Haha, iya. Ayo kita bikin dia berhenti baca buku. Pasti seru.

(Reno dan teman-temannya menghadang Arka.)

Reno

Eh, Arka! Mau ke mana kamu bawa buku tebal itu?

Arka

Aku cuma mau ke perpustakaan, Ren. Ada yang salah?

Bayu

Yang salah itu kamu. Kenapa sih selalu bawa buku terus? Nggak capek?

Andi

Mending ikut main sama kami daripada jadi kutu buku nggak ada gunanya.

Arka

Baca buku itu penting. Aku suka membaca, jadi kenapa harus berhenti?

Reno

Wah, dia berani melawan. Teman-teman, ambil bukunya!

(Bayu merebut buku Arka lalu melemparkannya ke tanah. Andi menendang buku itu hingga terlempar lebih jauh.)

Arka

Hei! Itu bukuku. Jangan dirusak!

Bayu

Halah, buku aja dibela-belain. Kamu memang aneh, Ka.

Andi

Nih, kalau mau ambil, ambil aja sendiri. Tapi siap-siap ada ‘biaya masuk’.

(Arka mulai kesal, tapi dia memilih menunduk. Reno dan kawan-kawannya semakin menjadi-jadi.)

Reno

Lain kali jangan belagu. Kalau mau aman, kasih uang jajanmu sekarang.

Arka

Aku nggak punya uang lebih. Cuma cukup buat makan di kantin.

Bayu

Ya sudah, kasih saja semua uangmu. Nanti kalau lapar tinggal tahan.

(Saat situasi semakin tegang, datanglah Naya, sahabat dekat Arka. Ia melihat apa yang terjadi.)

Naya

Hei, kalian lagi ngapain? Kenapa gangguin Arka?

Andi

Waduh, datang pahlawan kesiangan. Ini urusan kami, jangan ikut campur, Nay.

Naya

Aku nggak peduli. Yang jelas, kalian sudah keterlaluan. Balikin buku Arka sekarang!

Reno

Kalau aku nggak mau gimana? Kamu bisa apa?

(Tiba-tiba datang juga Pak Darto, guru BK. Ia melihat keributan itu dan langsung menghampiri.)

Pak Darto

Ada apa ini? Kenapa kalian ribut di halaman sekolah?

Arka

Pak… mereka merampas bukuku dan minta uang jajan saya.

(Reno, Bayu, dan Andi saling pandang, panik. Naya menatap mereka tajam.)

Pak Darto

Reno, Bayu, Andi! Kalian bertiga ikut saya ke ruang BK sekarang juga. Perilaku kalian sudah melampaui batas.

Reno

Pak… maaf, kami cuma bercanda.

Pak Darto

Bercanda tidak berarti merugikan orang lain. Kalian harus belajar bertanggung jawab.

(Reno dan kawan-kawannya menunduk lesu, lalu mengikuti Pak Darto ke ruang BK. Arka menghela napas lega. Naya mengambil buku Arka yang tergeletak di tanah dan menyerahkannya kembali.)

Naya

Nih, Ka. Untung aku lewat. Kamu nggak apa-apa, kan?

Arka

Iya, terima kasih banyak, Nay. Kalau nggak ada kamu, mungkin aku sudah kehilangan buku ini.

Halaman:

Advertisement