Advertisement
Source : thejakartapost.com

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Sosial Pengangguran dan Kemiskinan

Bagaimana cara menjelaskan sebuah fenomena sosial berupa pengangguran dan kemiskinan melalui teks eksplanasi? Simak contohnya di sini.

11 September 2025 Fajar Laksana

Kesimpulan/interpretasi:

Pada dasarnya masalah pengangguran ini dapat teratasi jika banyak dibuka pelatihan hard skill. Jadi, bagi orang yang putus sekolah dan tidak memiliki keterampilan menjadi lebih mahir pada bidang tertentu.

Jika mereka memiliki modal hard skill tentu saja akan semakin mudah untuk melamar pekerjaan. Jumlah lapangan pekerjaan sekarang terbuka sangat lebar dan siapa saja bisa masuk.

Tidak perlu harus berdasi atau berseragam rapi jika ingin menghasilkan uang secara mandiri. Justru pekerjaan kasar yang sering dipandang sebelah mata sebenarnya memiliki gaji cukup tinggi.

2. Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Sosial: Pengangguran di Pedesaan

Pernyataan umum:

Sekarang mental kerja keras di pedesaan Indonesia semakin menurun dengan meningkatnya akses informasi.

Pembenaran terhadap tindakan tidak bekerja sama sekali menjadi semakin mudah dicari.

Akibatnya perekonomian di desa yang seharusnya sudah bisa merata justru menjadi semakin timpang.

Apalagi dengan pemikiran pemuda desa yang semakin malas untuk melakukan pekerjaan berat.

Sebab Akibat:

Derasnya arus informasi membuat semua orang menjadi semakin mudah memberikan pengaruh parasocial.

Salah satu sisi negatif dari informasi parasocial tersebut adalah tidak relevannya konten dengan kehidupan nyata.

Ini dapat dilihat secara langsung pada mental kerja masyarakat pedesaan yang mulai terpengaruh. Hasrat untuk bekerja keras semakin menurun dan memilih duduk santai dan mencari income tidak pasti.

Padahal lapangan pekerjaan modal hard skill di pedesaan sangat mudah ditemukan. Mulai dari menggarap ladang, menjadi buruh ternak, dan banyak lagi contoh untuk diterapkan secara real.

Namun pemuda desa sekarang sudah memandang hidupnya ingin menjadi seperti orang kota. Mereka menginginkan income tinggi dengan sedikit kerja kasar dalam mendapatkan hasil tersebut.

Dilihat dari sudut pandang relevansi saja sudah jelas itu akan sulit sekali terjadi pada lingkungan desa. Akhirnya para pemuda lebih memilih menganggur karena gengsi jika harus menjadi seorang pekerja kasar.

Bahkan lebih parah lagi beberapa orang tua juga merasa gengsi apabila putra atau putri mereka kembali meladang. Mentalitas seperti ini tentu sangat berpengaruh kuat pada menurunnya tenaga kerja di kampung.

Sedangkan padi dan ternak tentu tidak akan hidup sendiri apabila orang sudah jarang mau mengurusnya. Bukankah mindset seperti ini jika tetap dilanjutkan akan mematikan perekonomian dan kemandirian desa.

Jadi jangan heran jika banyak orang desa merantau ke kota besar terhadap mendapatkan pekerjaan bagus. Memang ada kisah sukses para perantau, namun tentu lebih banyak kisah sedihnya.

Jika masyarakat masih memiliki pandangan seperti itu tentu saja ketimpangan ekonomi akan semakin jauh. Pekerjaan dengan hard skill masih sangat dibutuhkan agar bisa bertahan hidup di era digital ini.

Kesimpulan/interpretasi:

Sebenarnya masalah pengangguran di pedesaan tidak harus terjadi secara masif seperti sekarang. Jika masyarakat mau menyadari bagaimana kemampuan dan posisinya dalam menjalankan kehidupan.

Tidak semua orang harus menjadi bos untuk memperoleh pendapatan yang layak. Ada kalanya bekerja sebagai buruh tidak terlalu buruk untuk dilakukan karena masih bisa menghasilkan uang.

Sementara memilih menganggur karena alasan gengsi merupakan sebuah opsi paling buruk untuk diambil. Mulailah sadari bahwa kehidupan di media sosial tidak nyata dan realitas kehidupan harus dipertahankan.

8 Contoh Kata Teknis dalam Teks Eksplanasi [Lengkap]

3. Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Sosial: Masalah Kemiskinan Mental

Pernyataan umum:

Kemiskinan di Indonesia menjadi salah satu topik unik yang dibahas menggunakan sudut pandang sosial.

Secara definitif sendiri miskin artinya adalah orang tersebut tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup.

Namun pada praktik lapangan cukup banyak orang yang mampu mencukupi kebutuhan hidup setiap hari masuk kategori miskin.

Jadi apa sebenarnya miskin itu sendiri, apakah predikat, sifat, atau istilah saja.

Halaman:

Advertisement