Contoh Teks Eksplanasi tentang Bencana Alam Banjir, Gempa Bumi, Gunung Meletus

Posted in: Teks Eksplanasi

Contoh Teks Eksplanasi tentang Bencana Alam Banjir, Gempa Bumi, Gunung Meletus — Pada artikel kali ini, Mamikos akan membahas contoh teks eksplanasi banjir, gempa bumi, gunung meletus yang sayang untuk kamu lewatkan.

Dalam pelajaran bahasa Indonesia, terdapat beragam jenis teks, salah satunya adalah teks eksplanasi. Pembahasan topik ini dapat kamu jumpai pada materi bahasa Indonesia kelas VIII.

Daftar Contoh Teks Eksplanasi Bencana Alam yang Terjadi

ilmusaku.com

Pernahkah kamu melihat berita di televisi tentang gunung meletus, kemudian mencari tahu bagaimana proses terjadinya fenomena tersebut lewat internet?

Jadi, artikel atau teks yang menjelaskan proses terjadinya gunung meletus termasuk dalam jenis teks eksplanasi. Untuk lebih jelasnya, Mamikos akan memberikan penjelasan secara lengkap tentang teks eksplanasi beserta contohnya.

Mengenal Definisi Teks Eksplanasi

Sebelum menulis contoh teks eksplanasi banjir, gempa bumi, gunung meletus, kamu perlu mengetahui apa definisi teks eksplanasi terlebih dulu.

Ini merupakan jenis teks yang berisi penjelasan tentang proses terjadinya suatu peristiwa, kejadian, atau fenomena, baik fenomena alam, sosial, budaya, atau lainnya yang terjadi di sekitar kita.

Informasi dalam teks eksplanasi menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana suatu fenomena terjadi. Teks eksplanasi dikembangkan berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah. Artinya, penulisannya menggunakan sudut pandang ilmu pengetahuan.

Contoh teks eksplanasi bencana alam tidak sama seperti teks narasi, argumentasi, atau lainnya. Pada karangan narasi, kamu bisa melibatkan imajinasi dan menjadikannya cerita menarik yang menghibur.

Sedangkan teks eksplanasi perlu melibatkan sudut pandang ilmiah atau ilmu pengetahuan. Karena tujuan penulisan naskah ini adalah untuk memberikan wawasan, pengetahuan, serta pemahaman kepada pembacanya.

Peristiwa atau fenomena alam yang dapat disajikan dalam jenis naskah ini sangat beragam. Mulai dari banjir, tsunami, gempa bumi, pasang surut air laut, gerhana matahari, dan lain sebagainya.

Begitu pula dengan fenomena sosial dan budaya, kamu dapat mengangkat beragam topik sebagai bahan tulisan teks eksplanasi.

Misalnya budaya mudik Lebaran, aksi demonstrasi, tindak kriminalitas, budaya patriarki, dan lain sebagainya.

Berikut Ini Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

Untuk dapat menulis contoh teks eksplanasi banjir, gempa bumi, gunung meletus yang baik dan benar, ketahui apa saja karakteristik khasnya. Berikut adalah ciri-ciri naskah eksplanasi.

1. Faktual

Ciri pertama adalah naskah memuat informasi yang benar dan berdasarkan fakta (faktual). Teks ini tidak ditulis berdasarkan opini penulis atau desas-desus.

2. Bersifat Keilmuan

Topik yang dibahas pada teks eksplanasi adalah kejadian atau fenomena yang bersifat keilmuan atau berhubungan dengan ilmu pengetahuan seperti geografi, sejarah, sosiologi, biologi, fisika, dan lainnya.

Contoh teks eksplanasi banjir, gempa bumi, gunung meletus dikaitkan dengan ilmu geografi. Contoh lainnya fenomena krisis ekonomi dikaitkan dengan sudut pandang ilmu ekonomi, dan sebagainya.

3. Informatif

Tujuan penulisan teks eksplanasi adalah untuk memberikan wawasan, pengetahuan, dan pemahaman kepada pembacanya. Maka dari itu, sifatnya haruslah informatif. Informasi yang dimuat semata-mata untuk menjelaskan suatu fenomena, bukan mempengaruhi pembaca.

4. Bersifat Umum

Tema atau topik yang diangkat fokus membahas hal-hal umum (generik). Yaitu peristiwa umum dan sering terjadi di sekitar kita.

Misalnya penjelasan mengenai proses terjadinya hujan, pelangi, banjir, gerhana bulan, dan sebagainya.

Kaidah Kebahasaan yang Digunakan dalam Teks Eksplanasi

Setiap penulisan teks atau naskah memiliki kaidah kebahasaan masing-masing yang menjadi ciri khas tiap-tiap jenisnya. Begitu pula dengan contoh teks eksplanasi mengenai bencana alam ini.

Adapun kaidah kebahasaan dalam penulisan naskah eksplanasi antara lain:

1. Sesuai Kaidah PUEBI

Hal pertama yang mendasar dalam penulisan jenis naskah ini adalah ditulis berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Agar hasil tulisan kamu sesuai kaidah dan mudah dipahami, pahami aturan-aturan dalam PUEBI.

2. Memuat Istilah-Istilah

Terdapat penggunaan istilah-istilah ilmiah dalam teks eksplanasi. Penggunaan istilah tersebut penting untuk menjelaskan mengapa dan bagaimana suatu fenomena dapat terjadi.

Misalnya dalam contoh teks eksplanasi bencana alam kamu mungkin akan menemukan beberapa istilah seperti curah hujan, lempeng bumi, dapur magma, dan lainnya.

Untuk memahami teks secara utuh, pembaca perlu mencari makna dari istilah-istilah tersebut. Untuk mengetahui beragam istilah penting terkait ilmu pengetahuan, kamu dapat menggunakan kamus istilah.

3. Menggunakan Konjungsi Sebab Akibat

Kaidah kebahasaan selanjutnya yaitu menggunakan konjungsi sebab akibat atau konjungsi kausalitas. Konjungsi kausalitas yaitu kata hubung yang menunjukkan hubungan sebab akibat.

Penulisan contoh teks eksplanasi bencana alam yang baik perlu memuat hubungan sebab dan akibat untuk menjelaskan penyebab serta dampak-dampak yang dihasilkan.

Contoh konjungsi sebab akibat atau kausalitas misalnya dikarenakan, mengakibatkan, menimbulkan, disebabkan, dan lain sebagainya.

4. Menggunakan Kata Kerja Material dan Relasional

Kata kerja material adalah kata kerja berimbuhan yang menyatakan aktivitas fisik seseorang atau partisipan (menunjukkan aktivitas yang dapat dilihat). Misalnya mengangkat, menulis, berlari, memasak, memotong, mencangkul, dan sebagainya.

Penulisan kata kerja material biasanya diikuti oleh objek. Contoh penggunaan kata kerja material pada contoh teks eksplanasi bencana alam yaitu:

Tsunami setinggi 7 meter menghantam rumah warga.

Pada kalimat di atas, kata kerja materialnya yaitu “menghantam”. Sedangkan kata kerja relasional adalah kata kerja yang digunakan untuk menghubungkan subjek dan pelengkap (komplemen).

Contoh kata kerja relasional diantaranya menjadi, merupakan, adalah, mengakibatkan, terlihat, menjadi, dan sebagainya.

Contoh penggunaan kata kerja relasional dalam teks eksplanasi:

Cyberbullying merupakan fenomena sosial yang muncul pada era perkembangan teknologi dan komunikasi.

Pada kalimat di atas, yang berkedudukan sebagai kata kerja relasional yaitu “merupakan”. Sedangkan pelengkapnya adalah “fenomena sosial”.

Simak Contoh Teks Eksplanasi Bencana Alam di Bawah Ini

Setelah mempelajari pengertian, ciri-ciri serta kaidah kebahasaan dalam penulisan naskah eksplanasi, selanjutnya kami akan menyajikan beberapa contoh teks eksplanasi itu sendiri.

Pada artikel ini, tema penulisannya yaitu bencana alam (fenomena alam).

1. Contoh Teks Eksplanasi Banjir

Berikut ini adalah contoh teks eksplanasi banjir, gempa bumi, gunung meletus untuk topik banjir.

Banjir

Banjir adalah fenomena alam yang ditandai naiknya air pada suatu wilayah tertentu sehingga menyebabkan tertutupnya permukaan wilayah tersebut. Banjir juga dapat dilihat sebagai fenomena dalam siklus hidrologi.

Fenomena banjir dapat terjadi secara alamian maupun non alamiah. Penyebab banjir secara alamiah adalah hujan lokal dan propagasi limpasan pada suatu kawasan tangkapan.

Sedangkan secara non alamiah, bencana alam ini bisa terjadi akibat ulah manusia.Secara alami, air hujan yang jatuh ke bumi akan terserap oleh tanah kemudian tertahan oleh akar-akar pepohonan atau mengalir ke daerah yang lebih rendah.

Semakin tinggi curah hujan, maka volume aliran air ke tempat lebih rendah juga semakin banyak. Daerah dataran rendah dengan kapasitas infiltrasi tanah yang rendah memiliki potensi banjir lebih tinggi.

Sementara daerah dengan banyak pepohonan potensi banjirnya lebih rendah karena akar-akar pohon dapat menahan air dan menyimpannya sebagai air tanah.

Adapun banjir yang disebabkan oleh ulah manusia dikarenakan aktivitas seperti membuang sampah sembarangan. Sampah yang tidak dibuang pada tempatnya akan menyumbat aliran air sehingga menyebabkan air naik ke permukaan.

Aktivitas penebangan hutan juga memicu bencana banjir. Pepohonan yang ditebang membuat aliran air langsung menuju ke permukaan lebih rendah karena tidak ada penahannya. Ini membuat ancaman banjir kian meningkat.

Risiko banjir dapat diminimalisir dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

Misalnya membuang sampah pada tempatnya, menanam pohon di lingkungan sekitar, dan membuat lubang resapan biopori sederhana.

Pemerintah dalam hal ini memiliki peran penting untuk meregulasi kebijakan terkait program tebang pilih, reboisasi, hingga illegal logging.

Diperlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk pencegahan banjir karena ini merupakan tanggung jawab bersama.

Pembahasan

Selanjutnya kami akan memberikan penjelasan contoh teks eksplanasi banjir, gempa bumi, gunung meletus pada topik banjir di atas. Pada dasarnya, penulisan jenis naskah ini dibagi ke dalam 3 bagian, yaitu:

  1. Pernyataan umum
  2. Penjelasan
  3. Kesimpulan atau interpretasi

Pernyataan umum adalah bagian yang berisi gagasan berupa kalimat-kalimat fakta dan masih bersifat umum. Pada contoh di atas, pernyataan umumnya yaitu berisi gagasan tentang apa itu banjir.

Bagian kedua yaitu penjelasan yang berisi kalimat-kalimat penjelasan. Ini merupakan bagian inti yang menjelaskan proses bagaimana fenomena paya pernyataan umum bisa terjadi.

Pada contoh teks eksplanasi bencana alam di atas, bagian penjelasan berisi tentang uraian yang menjelaskan bagaimana proses terjadinya banjir. Jika diuraikan, maka terdapat beberapa penjelasan penting penting:

  1. Terjadinya banjir disebabkan oleh faktor alamiah dan non alamiah
  2. Banjir karena faktor alamiah diakibatkan oleh hujan lokal dan propagasi limpasan
  3. Banjir non alamiah disebabkan oleh ulah manusia seperti buang sampah sembarangan dan penebangan pohon.

Bagian ketiga pada penulisan contoh teks bencana alam di atas adalah kesimpulan atau interpretasi. Pada bagian ini, penulis membuat ringkasan penjelasan, gagasan berisi tanggapan, respons, atau pendapat dari sudut pandang penulis.

Pada contoh di atas, penulis memberikan interpretasi berupa pandangan dari perspektifnya, di antaranya:

  1. Solusi meminimalisir risiko terjadinya bencana banjir
  2. Pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam pencegahan banjir

2. Contoh Teks Eksplanasi Gempa Bumi

Berikut ini adalah contoh teks eksplanasi banjir, gempa bumi, gunung meletus untuk tema gempa bumi:

Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran pada permukaan bumi yang diakibatkan oleh pelepasan energi dari bawah permukaan. Pelepasan energi tersebut menciptakan gelombang seismik yang merambat sehingga menimbulkan guncangan di permukaan.

Kuatnya getaran yang dihasilkan diukur menggunakan seismograf. Skala richter adalah satuan yang digunakan untuk menilai besarnya gempa bumi yang diukur dan direkam seismograf.

Gempa bumi dapat disebabkan oleh aktivitas gunung api dan pergeseran lempeng tektonik bumi. Gempa yang disebabkan oleh meningkatnya aktivitas magma di gunung berapi disebut gempa vulkanik.

Biasanya, gempa vulkanik terjadi sebelum, selama, atau sesudah erupsi gunung api. Indonesia kerap mengalami gempa vulkanik. Bahkan gempa ini dapat dirasakan belasan hingga puluhan kali sehari saat ada peningkatkan aktivitas magma.

Sedangkan gempa yang disebabkan oleh pergeseran lempeng tektonik disebut gempa tektonik. Pergeseran tersebut diakibatkan oleh pelepasan energi pada zona subduksi. Gempa tektonik biasanya berkekuatan dahsyat.

Ini karena pusatnya (hiposentrum) berada jauh di kedalaman bawah permukaan bumi. Contoh gempa tektonik dahsyat yang pernah melanda Indonesia yaitu gempa Aceh tahun 2004 berkekuatan 9,1 Skala Richter dan mengakibatkan Tsunami.

Gempa bumi adalah bencana alam yang dapat meluluhlantakkan bangunan kokoh dan memakan korban jiwa.

Sebagai negara dengan ratusan gunung api dan terletak antara tiga pertemuan lempeng besar, Indonesia cukup rawan terkena gempa bumi.

Dengan demikian, mitigasi bencana gempa bumi sangat perlu dilakukan. Mulai dari pengembangan sistem pemantau gempa, sistem peringatan dini, pengembangan infrastruktur antigempa, hingga pelatihan evakuasi mandiri oleh pemangku kepentingan.

Pembahasan

Contoh teks eksplanasi bencana alam dengan tema gempa bumi di atas juga memiliki struktur pernyataan umum, penjelasan, dan kesimpulan atau interpretasi.

Pernyataan umum pada naskah di atas berisi penjelasan mengenai apa itu gempa bumi secara umum. Selain itu, disebutkan pula mengapa gempa bumi bisa terjadi dan apa akibat yang ditimbulkan.

Bagian penjelasan pada contoh teks bencana alam tema gempa bumi di atas memuat beberapa informasi yang lebih rinci berupa penjelasan proses terjadinya gempa bumi:

  1. Proses terjadinya gempa bumi vulkanik, yaitu disebabkan aktivitas magma gunung api
  2. Proses terjadinya gempa bumi tektonik, yaitu disebabkan pergeseran lempeng bumi

Bagian kesimpulan pada contoh teks bencana alam tema gempa bumi di atas berisi dampak dari bencana alam gempa bumi dan pandangan penulis:

  1. Gempa bumi dapat menghancurkan bangunan
  2. Gempa bumi dapat memakan korban jiwa
  3. Pandangan penulis tentang pentingnya mitigasi bencana gempa bumi

3. Contoh Teks Eksplanasi Gunung Meletus

Berikut ini adalah contoh teks eksplanasi banjir, gempa bumi, gunung meletus untuk tema gunung meletus:

Gunung Meletus

Gunung Merapi, Kelud, Tambora, Sinabung, Bromo, Anak Krakatau adalah beberapa contoh gunung api aktif di Indonesia. Banyaknya gunung api di Indonesia membuat fenomena gunung meletus terjadi berkali-kali.

Gunung meletus adalah fenomena alam yang terjadi akibat terdorongnya endapan magma di dalam perut bumi oleh gas bertekanan sangat tinggi sehingga magma tersembur sampai ke permukaan.

Magma merupakan cairan pijar bersuhu 700-1.300 derajat celcius yang letaknya di bawah permukaan bumi tepatnya di dapur magma. Sementara magma yang menyembur keluar dinamakan lava.

Peristiwa erupsi gunung api diawali dari peningkatan aktivitas magma yang memicu gempa vulkanik dengan intensitas serta kekuatan yang meningkat. Fumarol atau celah terbuka akan memuntahkan material vulkanik seperti gas dan abu.

Dari dapur magma, gas bertekanan tinggi mendorong magma dengan kuat. Dengan suhu yang bisa melebihi 1000 derajat celcius, magma dapat mengintrusi batuan di sekitarnya dan bergerak naik mendekati permukaan melalui lubang utama dan rekahan-rekahan.

Lubang utama tempat keluarnya magma dan material vulkanik lainnya setelah berhenti menyemburkan isi perut bumi akan membentuk kawah. Selain lava, erupsi gunung api juga menyemburkan gas beracun, abu vulkanik, awan panas, dan lainnya.

Erupsi gunung api masih menjadi bencana alam yang mengerikan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Kedahsyatannya mampu membelah pulau hingga membentuk kawah menjadi danau.

Pembahasan

Pernyataan umum pada contoh teks eksplanasi bencnaa alam untuk tema gunung meletus di atas menjelaskan definisi gempa bumi secara umum.

Adapun pada bagian penjelasan, penulis memberikan penjelasan fenomena gunung meletus yang berisi bagaimana proses terjadinya letusan gunung api dari awal serta material yang disemburkan.

Di bagian kesimpulan, penulis menyimpulkan bahwa gunung meletus adalah fenomena bencana alam yang menakutkan bagi manusia maupun makhluk hidup lain.

Mamikos telah memberikan beberapa contoh naskah eksplanasi bencana alam beserta pembahasannya. Dengan mempelajari contoh teks eksplanasi bencana alam di atas, Mamikos yakin saat ini kamu dapat membuatnya sendiri.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta