Advertisement
Source : ๆˆด ๅฎ‡ๆ‰ฌ from Pexels

Contoh Teks Eksplanasi Pola Pengembangan Sebab Akibat dan Proses

Sebelum membuat teks eksplanasi, lakukan persiapan yang salah satunya membaca contoh teks eksplanasi pola pengembangan sebab akibat di sini.

25 Agustus 2025 Nana

Contoh Teks Eksplanasi Pola Pengembangan Sebab Akibat dan Proses โ€” Teks eksplanasi merupakan salah satu jenis tulisan yang banyak menjelaskan mengenai fenomena alam atau sosial. Kamu bisa menjumpai jenis tulisan ini di buku maupun internet.

Teks eksplanasi memang berfokus pada menguraikan proses suatu hal dalam hubungan sebab dan akibat. Kamu dapat membahas beragam topik dalam jenis tulisan ini. Misalnya saja ingin membahas mengenai kejadian alam, kejadian sosial, budaya masyarakat atau lainnya.

Pada intinya kamu perlu menguraikan proses mengapa dan bagaimana mengenai topik yang dibahas. Sebab, beragam kejadian tersebut memang mempunyai hubungan sebab akibat dan proses. Kalau misalnya masih bingung mengenai teks eksplanasi, mari menyimak penjelasan contoh teks eksplanasi pola pengembangan sebab akibat dan proses sebagai berikut. ๐Ÿ“–๐Ÿ˜Šโœจ

Mengenal Contoh Teks Eksplanasi Pola Pengembangan Sebab Akibat dan Proses

Contoh Teks Eksplanasi Pola Pengembangan Sebab Akibat dan Proses
ๆˆด ๅฎ‡ๆ‰ฌ from Pexels
Contoh Teks Eksplanasi tentang Gerhana Bulan dan Matahari beserta Strukturnya

Secara umum kamu dapat mengartikan teks eksplanasi sebagai naskah yang berguna memperjelas bagaimana suatu hal terjadi. Topiknya dapat berupa apa saja seperti yang sudah disinggung di atas.

Jika kamu tertarik dengan teks eksplanasi, coba baca dahulu beberapa contoh teks eksplanasi pola pengembangan sebab akibat dan proses sebelum mulai menulis.

Tujuannya untuk mengenali ciri-ciri juga struktur di dalamnya.

Jangan lupa untuk menentukan ide pokok untuk setiap paragraf yang kamu buat dalam teks eksplanasi.

Ide pokok berguna dalam mendukung fakta yang kamu tampilkan. Selain menghindari unsur fiksi, kamu juga wajib menghindari opini.

Semua hal di dalam teks eksplanasi wajib bersumber dari fakta yang dapat ditemukan dalam penelitian. Dapat pula mencantumkan sedikit referensi dari hasil penelitian orang lain.

Biasanya contoh teks eksplanasi pola pengembangan sebab akibat dan proses dibuat melalui penelitian langsung.

Namun, jika kamu tidak melakukan penelitian secara langsung pastikan untuk memperoleh informasi faktual dari sumber terpercaya.

Lantas, ikuti struktur teks eksplanasi ketika hendak menulis. Yakni pernyataan umum, garis urutan sebab dan akibat, kemudian interpretasi. Ada tiga struktur dalam tulisan ini.

Pernyataan umum ialah gambaran umum topik yang dibahas, kemudian garis urutan sebab dan akibat merupakan alur urutan sebab akibat topik. Sementara interpretasi ialah penarikan kesimpulan.

Contoh Teks Eksplanasi Pola Pengembangan Sebab Akibat dan Proses Terjadinya Gerhana Bulan

Mari memulai contoh teks eksplanasi dengan pembahasan gerhana bulan. Apakah kamu sudah pernah melihat gerhana bulan? Memang fenomena alam tersebut terbilang langka, hanya terjadi beberapa tahun sekali.

Lantas, apakah kamu juga sudah tahu bagaimana proses terjadinya gerhana bulan? Jika belum, tidak masalah sebab bisa menyimak contoh teks eksplanasi pola pengembangan sebab akibat dan proses berikut.

1. Pernyataan Umum

Gerhana bulan ialah fenomena alam yang langka. Gerhana bulan ialah peristiwa ketika hilangnya cahaya bulan akibat tertutup oleh bayangan bumi. Sebab posisi bulan, bumi juga matahari berada pada satu garis lurus.

Jadi, cahaya matahari tidak mampu mencapai bulan akibat tertutup oleh bumi.

Dampaknya ialah bulan tidak mampu memantulkan sinar matahari. Seperti yang kamu tahu, bulan tidak dapat memancarkan sinarnya sendiri, hanya dapat memantulkan sinar matahari.

2. Garis Urutan Sebab dan Akibat

Gerhana bulan dimulai dengan posisi bulan yang berada di belakang bumi. Sehingga posisi bumi menutupi bulan dari sinar matahari.

Namun, kemiringan orbit bulan membuat gerhana bulan tidak selalu terjadi tatkala posisi bulan, bumi dan matahari dalam satu garis lurus.

Jadi, kemiringan orbit bulan atas bidang eksliptika sebanyak 5 derajat. Lantas, tidak setiap oposisi bulan dengan matahari menyebabkan terjadinya gerhana bulan.

Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan menampilkan dua titik potong.

Dua titik potong tersebut dinamakan node. Yakni titik dimana bulan memotong bidang ekliptika. Bulan sendiri memerlukan waktu 29,53 hari untuk berpindah dari satu titik oposisi ke titik oposisi lain.

Halaman:

Advertisement