Contoh Teks Eksplanasi Pola Pengembangan Sebab Akibat dan Proses
Sebelum membuat teks eksplanasi, lakukan persiapan yang salah satunya membaca contoh teks eksplanasi pola pengembangan sebab akibat di sini.
3. Interpretasi
Umumnya, ketika terjadi gerhana bulan, bulan masih dapat dilihat dengan mata telanjang. Hal tersebut dapat terjadi karena ada sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi.
Kemudian sinar yang dibelokkan tersebut umumnya berupa spektrum cahaya merah. Sehingga warna cahaya ketika gerhana bulan bisa berupa merah tembaga, jingga hingga coklat.
Contoh Teks Eksplanasi Pola Pengembangan Sebab Akibat dan Proses Terjadinya Petir
Kalau gerhana bulan adalah fenomena alam yang langka, maka petir ialah fenomena alam umum terjadi. Biasanya diiringi dengan hujan deras juga suara guntur. Kamu sendiri pasti sudah tidak asing dengan petir bukan?
Meskipun sudah sering melihat petir, apa kamu tahu bagaimana proses terjadinya? Kalau penasaran, mari simak contoh teks eksplanasi pola pengembangan sebab akibat dan proses terjadinya petir berikut ini.
1. Pernyataan Umum
Petir ialah fenomena alam yang umum disebut halilintar. Petir sangat sering terjadi ketika musim hujan tiba. Petir mempunyai bentuk sambaran kilat berwarna putih menyilaukan di langit.
Biasanya kilatan petir diiringi dengan suara gemuruh atau ledakan. Sehingga cukup mengagetkan para makhluk yang tinggal di bumi. Bahkan ada sebagian orang yang ketakutan begitu melihat petir.
2. Garis Urutan Sebab dan Akibat
Petir tercipta sebab adanya perbedaan potensial antara awan dan bumi. Bisa pula perbedaan tersebut antara awan dengan awan lainnya. Kamu pasti tahu jika awan selalu bergerak, tidak pernah diam.
Pergerakan awan membuatnya berinteraksi dengan awan lainnya. Lantas muatan negatif akan berkumpul pada suatu sisi.
Apabila terdapat perbedaan potensial cukup besar antara awan dan bumi nantinya akan ada pembuangan negatif.
Pembuangan tersebut dapat dilakukan dari awan ke bumi maupun sebaliknya. Petir ini mirip dengan kapasitor raksasa. Jadi, lempeng pertamanya ialah awan sementara lempeng kedua ialah bumi.
Terjadinya petir tidak langsung bersamaan dengan suara ledakannya. Sebab, ada perbedaan antara kecepatan suara dengan cahaya. Nah, cahaya mempunyai kecepatan lebih tinggi apabila dibandingkan dengan suara.
3. Interpretasi
Petir ialah salah satu fenomena alam yang kerap dijumpai ketika musim hujan. Petir tercipta karena adanya perbedaan potensial antara awan dan bumi. Sehingga bukan hal aneh jika petir sering muncul di langit.
Contoh Teks Eksplanasi Pola Pengembangan Sebab Akibat dan Proses Terjadinya Gempa Bumi
Indonesia merupakan negara yang kaya akan gunung berapi. Hal tersebut membuatnya cukup mudah mengalami gempa bumi. Materi mengenai gempa bumi juga kerap dimasukkan dalam buku pelajaran.
Karena tinggal di negara dengan potensi gempa bumi besar, kamu wajib banget tahu proses terjadinya bencana alam tersebut
Cukup baca contoh teks eksplanasi pola pengembangan sebab akibat dan proses terjadinya gempa bumi berikut.
1. Pernyataan Umum
Gempa bumi ialah bencana alam yang terjadi akibat pelepasan energi secara mendadak. Pelepasan tersebut menyebabkan gelombang seismik atau rambatan energi akibat gangguan di dalam kerak bumi.
Bencana alam ini mudah terjadi di kawasan dengan laut luas atau banyak gunung berapi. Seperti yang kamu tahu, Indonesia punya wilayah laut luas juga gunung berapi cukup banyak.
2. Garis Urutan Sebab dan Akibat
Gempa bumi tercipta akibat pergeseran kerak bumi atau letusan gunung berapi. Biasanya fenomena alam ini terjadi hanya dalam waktu singkat. Akan tetapi, dampaknya cukup besar.
Ada dua jenis gempa bumi, yakni vulkanik dan tektonik. Gempa vulkanik ialah gempa yang tercipta akibat letusan gunung berapi. Letusan gunung tersebut yang menciptakan getaran atau gempa.
Sementara gempa tektonik tercipta akibat pergeseran kerak bumi. Lapisan bumi memang terus bergerak. Ketika lapisan bergerak bisa saja bertabrakan dan pecah sehingga menyebabkan gempa bumi.
Jika getaran gempanya cukup besar, maka rambatan getarannya juga luas. Begitu pula sebaliknya jika getarannya kecil maka rambatannya juga kecil.
Ketika terjadi gempa dengan skala besar, rambatannya bisa menyebabkan banyak dampak buruk.
Misalnya saja tanah longsor, bangunan rusak, korban jiwa, dan lain sebagainya. Sudah banyak kejadian gempa bumi di Indonesia. Hal terkait juga terjadi di beragam daerah.
Halaman:

