Contoh Teks Laporan Hasil Observasi tentang Hewan Dilengkapi Strukturnya
Bingung teks laporan hasil observasi tentang hewan itu seperti apa? Cek dulu artikel ini yuk karena ada bebrapa contoh teks laporan hasil observasi hewan yang bisa kamu pelajari.
Contoh Teks Laporan Hasil Observasi tentang Hewan Dilengkapi Strukturnya – Teks laporan hasil observasi merupakan teks umum yang dipakai untuk melaporkan sebuah pengamatan.
Objek dari pengamatan ini bebas. Artikel ini akan memberikan beberapa contoh teks laporan hasil observasi hewan yang dilengkapi dengan strukturnya.
Baca hingga tuntas, ya!
Ini Contoh Teks Laporan Hasil Observasi tentang Hewan
Daftar Isi [hide]

Ada berbagai gaya belajar dan salah satunya adalah dengan melihat contoh terlebih dahulu untuk bisa mengerjakan tugas dengan baik.
Berikut ini beberapa contoh teks laporan hasil observasi hewan:

Advertisement
Komodo
Ini dia contoh teks laporan hasil observasi tentang hewan Komodo:
Komodo adalah salah satu kebanggan Indonesia karena merupakan reptil terbesar yang masih hidup di dunia. Hewan melata ini menghabiskan banyak waktunya dengan tinggal di area yang penuh dengan semak-semak.
Selain terkenal sebagai reptil terbesar, ternyata berat maksimal yang pernah tercatat yaitu 100 kg menjadikannya sebagai reptil terbesar juga.
Rekor seekor komodo yang pernah diteliti berat dan panjangnya yaitu 166 kg dan 3 meter. Meski demikian, berat dan panjang rata-rata hewan asli pulau Komodo ini hanya mencapai 91 kg dan 2,5 m.
Komodo secara fisik dapat dikenali dari warna kulit abu-abunya yang bersisik, moncong depan yang lancip, dan ekor berotot yang bisa dijadikan senjata bertahan.
Penciuman yang tajam adalah alat Komodo untuk bisa menemukan makanan. Tajamnya penciuman reptil terbesar ini bahkan bisa memprediksi dan mendeteksi letak sebuah bangkai hewan dari jarak yang begitu jauh.
Satu hal lagi, Komodo juga mampu melahap hewan lain dengan ukuran tubuh yang lebih besar.
Saat memakan mangsanya, gusi Komodo akan mengeluarkan darah yang merupakan media penyalur racun mematikan dari mulutnya.
Bakteri dari mulutnya akan masuk bersama darah ke tubuh mangsa dan melumpuhkannya dari dalam.
Bakteri dalam mulut Komodo akan meracuni darah dari hewan yang telah tergigit.
Menggigit hewan mangsanya hingga lumpuh tak bergerak serta lemah dan tidak mampu melawan adalah strategi Komodo. Komodo adalah hewan yang pantang menyerah.
Ia akan terus mengikuti mangsanya sampai Ia bisa menangkapnya. Sayang sekali bahwa populasinya semakin memprihatinkan.
Manusia banyak yang memburu dan juga merusak lingkungan tempat tinggalnya maka kepunahan mengancam kehidupan Komodo.