7 Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Narasi dan Dialog Singkat beserta Strukturnya
Sudah tahu bagaimana contoh teks negosiasi dalam bentuk narasi dan dialog beserta strukturnya? Jika belum, berikut ini Mamikos sajikan beberapa contohnya untukmu.
Dilihat sebagai teks, negosiasi ada yang berbentuk dialog, narasi, atau gabungan dari keduanya.
Meskipun terbagi menjadi tiga jenis, teks negosiasi mempunyai struktur yang sama, yaitu pembukaan, pengajuan, penawaran dan persetujuan. Tujuannya pun sama yakni mencapai kesepakatan bersama.
Apabila kamu ingin menulis teks negosiasi tentang jual beli, penawaran, dan lain sebagainya, maka artikel ini akan membahas tuntas semua itu. Jadi, tunggu apalagi? Langsung saja simak ulasannya! 📖😊✨
Daftar Isi
- Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Narasi dan Dialog tentang Jual Beli
- 1. Contoh Teks Negosiasi Singkat
- 2. Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Narasi dan Dialog yang Singkat
- 3. Contoh Teks Negosiasi di Pasar
- 4. Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Narasi dan Dialog di Tempat Kerja
- 5. Contoh Teks Negosiasi tentang Pendidikan
- 6. Contoh Teks Negosiasi beserta Strukturnya
- 7. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Alat Tulis
- Apa itu Teks Negosiasi?
- Fungsi Teks Negosiasi
- Manfaat Contoh Teks Negosiasi
- Struktur Teks Negosiasi
- Ciri-ciri Teks Negosiasi
Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Narasi dan Dialog tentang Jual Beli

Menulis teks negosiasi untuk tidaklah sulit bagi pemula.
Jika kamu masih ragu, coba lihat dulu beberapa contoh teks negosiasi jual beli di bawah ini:
1. Contoh Teks Negosiasi Singkat
Orientasi
Putri: “Aku melihatmu merusak botol minumku.”
Hilman: “Maaf sekali, Putri. Tadi aku tidak sengaja menyenggolnya dan menjatuhkannya sampai pecah.”
Pengajuan
Putri: “Lantas, bagaimana ini? Ibuku pasti memarahiku kalau tahu botolnya rusak.”
Hilman: “Coba kamu tanya ibu kamu dulu.”
Penawaran
Putri: “Sebentar aku hubungi dulu ibuku.”
Hilman: “Baiklah, semoga ibumu tidak marah.”
Putri: (menelepon ibunya)
Hilman: “Jadi bagaimana?”
Putri: “Kata ibuku tidak apa-apa.”
Persetujuan
Hilman: “Senang sekali mendengarnya.
Putri: “Lain kali jangan diulangi.”
Hilman: “Sekali lagi aku minta maaf.”
Putri: “Iya, Hilman. Tidak usah meminta maaf lagi.”
Penutup
Hilman: “Sekarang, mau pulang sekolah bareng tidak?”
Putri: “Boleh, kebetulan ibuku tidak bisa menjemput.”
2. Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Narasi dan Dialog yang Singkat
Seorang pembeli mendatangi pedagang di pasar. Ia melihat mobil mainan dan berniat membeli untuk anaknya.
Namun, Ia mencoba menawar harganya supaya mendapatkan transaksi menguntungkan.
Orientasi
Penjual: “Selamat datang, ada yang ingin dicari?”
Pengajuan
Pembeli: “Iya, Pak. Saya mencari truk mainan.”
Penjual: “Oh, kami punya beberapa model. Mau truk mainan seperti apa?”
Pembeli: “Truk warna merah boleh, Pak.”
Penjual: “Baik, ini adalah stok terakhir.”
Penawaran
Pembeli: “Kira-kira berapa harganya?”
Penjual: “Hanya Rp35.000 saja. Itu sudah paling murah dibandingkan toko-toko lain.”
Pembeli: “Masa tidak boleh kurang Pak? Tadi saya cek toko sebelah harganya tidak jauh berbeda, kok.”
Penjual: “Harganya sudah pas.”
Pembeli: “Kalau dibuat menjadi Rp30.000 bagaimana Pak?”
Penjual: “Tidak bisa.”
Persetujuan
Pembeli : “Baiklah, saya tetap ingin membelinya.”
Penjual: “Baik. Totalnya jadi Rp35.000 ya.”
Pembeli: “Iya Pak, saya mau deh.”
Penutup
Pembeli: “Terima kasih, Pak.”
Penjual: “Sama-sama dan selamat berbelanja kembali.”
Akhirnya, ia pulang sambil membawa truk mainan yang dibeli dengan harga terbaik. Penjual pun mendapatkan untung dari penjualan ini.
3. Contoh Teks Negosiasi di Pasar
Pembeli: “Permisi Mas.”
Penjual: “Iya Mbak, ada yang bisa saya bantu?”
Pembeli: “Apakah di sini menjual kacamata silinder?”
Penjual: “Ada mbak. Silakan pilih dulu mau model kacamata seperti apa.”
Pembeli: “Untuk model kacamata ini berapa harganya ya?”
Penjual: “Itu harganya Rp150.000, sudah paling murah.”
Pembeli: “Apakah harganya bisa lebih murah lagi?”
Penjual: “Rp130.000, bagaimana berani lepas?”
Pembeli: “Boleh Mas, saya tertarik membelinya.”
Penjual: “Baik, ini bajunya. Terima kasih.”
4. Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Narasi dan Dialog di Tempat Kerja
PT Maju Tak Pantang Mundur
Jalan Cempaka Merah No. 24
Jakarta
Hal: Kerja Sama Merger Perusahaan
Lampiran: 1 (satu) lembar
Kepada
Yth. Perusahaan Jaya Selalu
Jalan Raya Melati No. 10
Jakarta
Dengan hormat,
Pembukaan
Selama 20 tahun, PT Maju Tak Pantang Mundur telah beroperasi di dunia perawatan kulit. Perusahaan kami menaungi beberapa merek dagang ternama.
Kami telah menjual losion, sabun cuci muka, pelembab wajah dan masih banyak produk lainnya ke dalam negeri hingga luar negeri. Sekarang, kami mempunyai pelanggan dari berbagai penjuru dunia.
Untuk meningkatkan penjualan, kami bekerja sama dengan beberapa perusahaan ternama. Namun krisis ekonomi memberikan ancaman buruk terhadap eksistensi perusahaan kami.
Penawaran
Sebagai upaya untuk menyelamatkan perusahaan Maju Tak Pantang Mundur, kami mengajukan permohonan merger perusahaan dengan perusahaan Jaya Selalu.
Harapannya merger perusahaan ini dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan Anda dan kami. Untuk detail penawaran selengkapnya bisa dilihat pada lampiran.
Penutup
Apabila tertarik dengan penawaran merger perusahaan ini, kami berharap Anda menghubungi langsung melalui nomor 021456789. Selebihnya dapat dikomunikasikan lewat telepon.
Atas kerja perhatian dan kesempatannya, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
Pemasaran PT Maju Tak Panjang Mundur
Halaman:



