Contoh Teks Orasi Demo Singkat beserta Cara Membuatnya dalam Bahasa Indonesia
Hingga kini, orasi masih kerap dilakukan untuk menyampaikannya kepada publik terkait suatu isu. Cek contoh teks orasi dan cara membuatnya di dalam artikel ini.
Korupsi jelas-jelas adalah virus ganas yang mampu menumbangkan suatu bangsa besar ini, oleh karena itu wajib kita basmi. Tetapi masih adakah orang yang peduli dengan itu semua?
Masih adakah orang yang peduli dengan nasib bangsa? Masih adakah orang yang peduli akan hak rakyat yang terampas? Kalau masih ada yang peduli, jangan diam, bangkit dan bersuaralah.
Ini adalah negeri kita, bangsa kita, tanah kita, rumah kita, dan kita tidak boleh membiarkan korupsi menindas rakyat, kita rebut kemerdekaan untuk kita wahai rakyat dan pemuda Indonesia.
Para pemangku kekuasaan Negara ini telah menjadi buta, buta akan penderitaan rakyat. Telah menjadi tuli, tuli akan tangisan anak-anak yang tidak sekolah, dan mereka telah berubah menjadi piranha yang mampu menghabiskan uang rakyat hanya dengan sekejap mata.
Rakyat hanya menangis menyaksikan perampasan di seluruh penjuru nusantara yang dilakukan pemimpinnya sendiri. Dengan congkaknya para koruptor berjalan di bumi pertiwi ini tanpa malu, malah bangga atas kejahatannya.
Apakah mereka berhak hidup saudara-saudaraku? Apakah mereka berhak menginjak bumi pertiwi ini saudara-saudaraku?
Mereka tak pantas hidup saudara-saudaraku, penipu-penipu berdasi pantasnya kita jebloskan ke penjara saja. Namun, apakah hukum kita mampu untuk melakukan itu? Apakah mereka berani mengungkap kebenaran?
Wahai saudara-saudaraku, hukum bangsa kita seakan tak mampu berbicara lagi, para penegaknya telah dibayar oleh para koruptor untuk menyelamatkan mereka di meja hijau.
Maka dari itulah kita disini untuk menuntut hukum yang bersih dari kepentingan-kepentingan suatu golongan atau individu, hukum harus independen, hukum harus tegas dalam menindak para koruptor, kalau perlu hukuman mati pantas kita berikan kepada para koruptor. Setuju?
Kepada seluruh mahasiswa di seluruh penjuru nusantara, mari kita saling bergandengan tangan membentuk pagar manusia yang kuat, untuk melawan korupsi di Negeri ini.
Hukum seakan tak berdaya lagi melawan korupsi, takkan ada lagi harapan kalau kita para mahasiswa juga tidak peduli lagi dengan nasib jutaan rakyat jelata di negeri ini. sekarang, para wakil rakyat kita tak mampu lagi mewakili rakyat, tak mampu lagi menjadi penyambung lidah rakyat Indonesia, karena mulut mereka telah jadi bisu disumpal dengan kepentingan-kepentingan mereka sendiri.
Hidup mahasiswa! Hidup mahasiswa! Hidup mahasiswa!
Kawan-kawan semua, jangan kita gentar berdiri di barisan paling depan untuk melawan apapun bentuk penindasan di negeri ini. sudah terlalu lama virus korupsi melanda bangsa kita, oleh karena itu hari ini harus kita hapuskan dari bumi pertiwi.
Sudah terlalu banyak rakyat yang sengsara dikarenakan pencurian besar-besaran uang rakyat bangsa ini. Sekarang marilah kita berpegang tangan membentuk barisan untuk maju.
Nasib bangsa ini bukan di tangan presiden lagi, bukan pula di tangan wakil rakyat lagi, tetapi di tangan para para pemudanya yang cinta kepada bangsa sendiri. Siapa kita? Siapa kita? Siapa kita?
Kita adalah mahasiswa, mahasiswa pergerakan yang tidak terikat oleh suatu kepentingan, tetapi menyuarakan kepentingan rakyat yang tumbuh dari dalam hati, bukan atas perintah siapapun.
Selagi kita masih merasa mahasiswa, mahasiswa peduli akan masa depan bangsa, mari kita terus berjuangan melawan korupsi dan apapun bentuk penindasan yang merenggut hak-hak rakyat bangsa Indonesia.
Halaman:

