Contoh Teks Tanggapan Cerpen beserta Strukturnya yang Benar
Tahukah kamu bahwa cerita pendek ditulis berdasarkan kaidah atau struktur tertentu? Selengkapnya simak ulasannya di sini.
Rangkaian Peristiwa
Suatu hari di pagi yang muram, seorang perempuan berwajah buram tengah berjalan-jalan di tepian hutan sendiri ketika anak-anak kecil hendak pergi ke sekolah mulai mengolok-oloknya.
Perempuan itu mengambil sebongkah batu. Tangan dekilnya melemparkan padu pada anak-anak. Namun malang, timpukannya mengenai seorang anak nakal berkepala peyang dan membuat dahinya terluka.
Darah segar mengucur ke wajahnya dan menodai seragam putihnya. Dengan menangis tersedu-sedu dia pulang ke rumah dan mengadu pada ibunya, sedangkan anak lain menjauh satu persatu.
Karena aduan warga, keluarga perempuan berwajah buram memutuskan memasung dirinya di sebuah gubuk sempit dekat kuburan. Sejak saat itulah, perempuan tersebut tinggal di dalamnya.
Bulan berganti tahun, perempuan itu tidak ingat lagi seperti apa rasanya terpapar cahaya matahari. Dia bahkan tidak bisa lagi membedakan antara siang dan malam yang tampak sama saja di matanya.
Seperti apa rasanya hidup di dalam keheningan?
Tanyakan ini kepadanya. Jika dia mampu mengucapkan kata, maka kau akan tahu jawabannya.
Tidak ada yang tahu pasti apa yang dikerjakan perempuan berwajah buram di dalamnya. Meskipun sering terdengar suaranya menangis, berteriak, atau tertawa yang menambah kengerian pemakaman.
Banyak orang mengira jika suara tersebut berasal dari hantu penghuni kuburan. Tidak pernah ada yang menjenguknya. Dia telah lupa berkata-kata tanpa pernah menguasainya.
Andaikata suatu hari ini dia dibebaskan dari pasungnya, pasti akan banyak orang bertanya bagaimana caranya dia bertahan hidup?
Pada sebuah malam yang kelam penuh kengerian, kini perempuan berwajah buram mendapat segaris cahaya dari lubang di celah atap daun rumbia.
Dia mendongakkan kepalanya ke atas untuk melihat rembulan yang bersinar terang. Setelah sekian tahun, dia akhirnya bisa melihat rembulan yang bahkan namanya sudah tidak diingat lagi.
Untuk pertama kalinya sejak dipasung di gubuk reyot, dia merasa memiliki teman. Perempuan berwajah buram mulai berkenalan dengan bahasa yang hanya bisa dia mengerti.
Sejak malam itu, dia sering bercakap-cakap dengan bulan. Setiap hari, dia akan menunggu teman barunya berkunjung dan menemaninya bercerita hingga pagi menjelang.
Halaman:
