Advertisement
Source : Pexels.com/@captaintaha9

Contoh Teks Tanggapan Cerpen beserta Strukturnya yang Benar

Tahukah kamu bahwa cerita pendek ditulis berdasarkan kaidah atau struktur tertentu? Selengkapnya simak ulasannya di sini.

27 Oktober 2024 Fajar Laksana

Orientasi

Nelayan tidak dapat melaut akibat hujan lebat turun tanpa henti selama berhari-hari.

Tiupan angin kencang dan gemuruh ombak menandakan alam sedang murka dan lautan mengamuk.

Nelayan miskin menjadi bersusah hati dan para istrinya terpaksa menggadaikan atau menjual perhiasannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Rangkaian Peristiwa

Selama masa sulit, Pak Jono menyelenggarakan pesta. Bukan perayaan, namun untuk mengundang anak-anak nelayan yang berkekurangan agar bisa makan sepuasnya di rumahnya.

Komplikasi

Setelah beberapa hari, Pak Jono mendapatkan laporan dari istrinya bahwa uang mereka hanya tinggal Rp30.000. Jika memaksa untuk berbagi makanan, maka mereka tidak akan punya uang lagi.

Pak Jono tetap meminta istrinya untuk belanja dan berbagi makanan seperti biasa. Saat ada seorang gadis kecil bertanya “Apakah kami besok boleh makan disini lagi?

Dengan mantap Pak Jono berkata, bahwa besok gadis tersebut dan semua temannya akan makan enak di rumah mereka masing-masing.

Resolusi

Pada petang hari, laut kembali tenang dan angin bertiup sepoi-sepoi. Awan hitam yang menjadi pertanda cuaca buruk telah sirna, sehingga Pak Jono dan tetangganya bisa berangkat melaut.

Di perahunya, Pak Jono memanjatkan syukur kepada Tuhan karena sudah menjawab doanya. Sehingga semua nelayan mendapatkan rezeki untuk menafkahi keluarganya.

Contoh Hikayat yang Diubah Menjadi Cerpen beserta Cara Membuatnya yang Baik dan Benar

Contoh 3 – Obat Sedih Eyang

Di bawah ini adalah contoh teks tanggapan tentang cerpen yang bisa kamu jadikan sebagai panduan:

Orientasi

Sudah berhari-hari Asti mengurung diri di dalam kamarnya setelah sahabat baiknya meninggal dunia beberapa hari lalu. Ia merasa murung menikmati kesedihan dalam kesunyian.

Rangkaian Peristiwa

Karena merasa khawatir dengan kondisi cucunya, Eyang Lasmi yang sudah berusia 85 tahun masuk ke kamar Asti tanpa terlebih dahulu mengetuknya.

Eyang Lasmi memberikan dukungan kepada  Asti melalui wejangan-wejangan yang disampaikan dengan lemah lembut. Asti memeluk eyangnya sambil menangis sesenggukan.

Komplikasi

Eyang menceritakan mengenai pengalamannya saat menghadapi kesedihan ketika suaminya meninggal dunia dan betapa depresi dirinya saat itu.

“Ada hal-hal yang tidak bisa diubah dalam hidup, kadang kita hanya harus menerimanya”, ucap Eyang Lasmi dengan lembut.

Eyang memberikan sebungkus coklat kesukaan Asti sambil mengatakan “Sekarang, kamu makan coklat ini, konon katanya coklat bisa meredakan sedih”.

Halaman:

Advertisement