Advertisement
Source : pexels.com/@todoran-bogdan

12 Contoh Teks Tanggapan Kritis Kelas 9 dan Cara Membuatnya yang Benar

Struktur teks tanggapan kritis terdiri dari evaluasi, deskripsi dan penegasan yang sekaligus menjadi permulaan, klimaks dan kesimpulan.

29 September 2024 Mamikos

Contoh Teks Tanggapan Kritis 2

 “Ramai jadi perbincangan media sosial penipuan investasi bodong. Melibatkan influencer kenamaan yang juga disebut dengan crazy rich. Pihak berwenang sigap menangkap pelaku kemudian menyita semua asetnya”.

Contoh teks tanggapan kritis kelas 9 di atas bisa dilanjutkan dengan struktur kedua yaitu deskripsi. “Dalam waktu kurang dari 1 bulan influencer yang jadi affiliate platform trading diamankan”

“Bagaimana dengan koruptor yang juga merugikan banyak orang bahkan bisa dibilang rakyat kecil? Pengusutan KKN semakin tidak jelas, vonis sanksi ringan, terkesan tidak ingin memberi efek jera”.

“Padahal jika dilihat antara KKN dan affiliate sama-sama mengambil keuntungan pribadi dari kerugian orang lain. Mengapa pihak berwenang justru seolah melindungi para pelaku KKN?”

“Sebagian orang berpendapat bahwa affiliate penipu kelas kakap, untungnya ratusan milyar, hanya merugikan member. Bukan rakyat pada umumnya karena mereka juga memberikan giveaway pada orang lain.”

“Tapi sebenarnya sama dengan koruptor karena yang digunakan adalah uang Negara. Uang yang seharusnya dipakai membangun untuk kepentingan rakyat. Jumlahnya juga mencapai milyaran bahkan ada yang triliunan rupiah”.

Penegasan contoh teks tanggapan kritis kelas 9: “Adanya perlakuan berbeda antara affiliate trading online dengan koruptor membentuk pendapat bahwa pemerintah tebang pilih. Sama-sama melakukan pelanggaran berat namun hukuman bisa berbeda”.

Contoh Teks Tanggapan Kritis 3

“Ditengah aktivitas belajar daring yang diterapkan disekolah-sekolah perkotaan, masih menimbulkan ketimpangan. Banyak pelajar di daerah pelosok tanah air yang bahkan jauh dari gadget dan internet”.

Ini merupakan contoh teks tanggapan kritis kelas 9 masuk struktur evaluasi. Kemudian dilanjutkan dengan deskripsi yang isinya menekankan permasalahan tersebut secara lebih mendalam sebagai berikut.

“Belajar daring dimaksudkan agar siswa tetap sekolah meski jarak jauh. Kenyataannya tidak semua siswa di Indonesia menggunakan gadget dan terjangkau sinyal internet. Lalu bagaimana mereka akan belajar jika diberlakukan daring?”

“Kamu yang mendapat pendidikan di kota mungkin tidak berpikir bila masih ada banyak mereka di luar daerah kesulitan belajar secara daring. Tidak punya HP, minta kepada orang tua untuk beli HP juga tidak memungkinkan mengingat kondisi ekonomi.”

“Bukan hanya siswa, dari kalangan pengajar mungkin perlu juga diperhatikan. Apakah memiliki gawai yang memadai, fasilitas sekolah apakah sudah tersedia layanan internet? Jangan sampai kebijakan belajar daring memberatkan”. 

Penegasan: “Mestinya kebijakan seperti ini mengandung solusi misalnya memberikan bantuan kepada siswa tidak mampu, atau menyediakan fasilitas internet di pelosok tanah air. Sehingga terjadi pemerataan pendidikan”.

Halaman:

Advertisement