19 Contoh Tembang Dhandhanggula Berbagai Tema dan Artinya Lengkap
Apakah kamu sudah tahu penjelasan serta wujud syair tembang dhandhanggula? Jika belum, simaklah artikel berikut ini.
Tembang dhandhanggula merupakan bagian dari tembang macapat.
Tembang macapat dhandhanggula ini mempunyai watak yang senang, gembira, dan fleksibel. Sehingga, tembang ini cocok untuk memberikan gambaran tentang suasana hati.
Isi dari tembang dhandhanggula mempunya makna suatu keinginan yang baik sehingga tembang dhandhanggula ini isinya diibaratkan manis laksana gula. 🍯🎶
Daftar Isi
- Paugeran Tembang Dhandhanggula
- Amanat Tembang Dhandhanggula
- Contoh Tembang Dhandhanggula Tema Pendidikan
- Contoh Tembang Dhandhanggula Tema Kesehatan dan Lingkungan
- Contoh Tembang Dhandhanggula Tema Karakter
- Contoh Tembang Dhandhanggula Tema Sosial & Persahabatan
- Contoh Tembang Dhandhanggula Tema Kerja Keras
- Contoh Tembang Dhandhanggula Tema Nasionalisme
Paugeran Tembang Dhandhanggula

Harapan yang digambarkan manis ini dapat berupa kebutuhan manusia sehari-hari seperti sandang, pangan dan papan yang sudah tercukupi.
Selain itu juga pasangan hidup yang baik, setia, menyenangkan dan mampu diajak kerjasama dalam membangun keluarga harmonis.
Kehidupan yang telah mencapai titik kebahagiaan tersebut akan dilukiskan dengan lirik tembang dhandhanggula.
Sama seperti tembang macapat lainnya, tembang dhandhanggula terikat dengan suatu aturan dalam penciptaannya. Paugerannya adalah sebagai berikut:
Guru Gatra
Tembang dhandhanggula memiliki jumlah gatra sebanyak sepuluh.
Guru Lagu
Gatra 1 = i
Gatra 2 = a
Gatra 3 = e
Gatra 4 = u
Gatra 5 = i
Gatra 6 = a
Gatra 7 = u
Gatra 8 = a
Gatra 9 = e
Gatra 10 = a
Guru Wilangan
Gatra 1 = 10 kata
Gatra 2 = 10 kata
Gatra 3 = 8 kata
Gatra 4 = 7 kata
Gatra 5 = 9 kata
Gatra 6 = 7 kata
Gatra 7 = 6 kata
Gatra 8 = 8 kata
Gatra 9 = 12 kata
Gatra 10 = 7 kata
Di sisi lain tembang macapat dhandhanggula juga memiliki amanat di dalam syair atau lirik tembangnya
Amanat Tembang Dhandhanggula
- Sebagai umat manusia, janganlah terlalu berambisi dengan kehidupan dunia.
- Terlalu banyak memiliki ambisi merupakan sumber penderitaan.
- Kehidupan yang bahagia hanya diperoleh usai kita mampu bersyukur.
- Senantiasa bersyukur atas rezeki yang diterima.
- Tidak gampang menyerah dan harus selalu mencoba.
Jika sudah memahami tentang tembang dhandhanggula, sekarang Mamikos akan berikan beberapa contoh tembang dhandhanggula.
Contoh Tembang Dhandhanggula Tema Pendidikan
Di bawah ini merupakan contoh tembang dhandhanghula dengan tema pendidikan.
Contoh 1
Menawa sira meguru kaki
Amiliha manungsa kang nyata
Ingkang becik tumindake
Sarta kang wruh ing kukum
Kang ngibadah lan kang ngirangi
Sukur entuk wong tapa
Ingkang wus amungkul
Tan mikir pawewehingliyan
Iku pantes sira guronana kaki
Mulane kawruhana
Artinya
Jika kamu ingin berguru kepada seseorang
Pilihlah guru yang sungguh nyata
Yaitu baik perilakunya
Serta mengetahui akan hukum
Juga harus pandai beribadah
Sungguh beruntung apabila kamu mendapatkan seorang pertapa
Yang tekun dan sungguh-sungguh
Yang tidak lagi mengharapkan pemberian orang lain
Seperti itulah manusia yang pantas kamu pilih menjadi guru
Maka ketahuilah
Contoh 2
Bandha sing bisa digawa mati
Mung bandha kang wis kanggo jariyah
Dieling mangsa wancine
Pungkasane uripmu
Merga urip ana donya iki
Mung urip sawetara
Bebarengan ngilmu
Ilmu sing marang agama
Kunci kaselamatane duoya iki
Ing dunya lan akhirat.
Artinya
Harta yang bisa dibawa mati
Hanya harta yang telah disedekahkan
Ingatlah jika sudah waktunya
Akhir dari hidupmu
Karena hidup di dunia ini
Hanyalah sementara saja
Disertai dengan mencari ilmu
Ilmu mengenai agama
Kunci mendapat keselamatan di dunia
Di dunia dan akhirat
Contoh 3
Yogyanira kang para prajurit
Lamun bisa samiya anuladha
Duk ing wingi caritane
Piyandele sang Prabu
Sasrabau ing Maespati
Karan Patih Suwanda
Lelabuhanipun
Kang ginelung tri prakara
Guna kaya purun ingkang den antepi
Nuhoni trah utama
Artinya
Sudah sepantasnya seorang prajurit
Hendaknya dapat meneladani
Seperti cerita pada zaman dahulu
Kepercayaan Sang Prabu
Sasrabau di Maespati
Yang bernama Patih Suwanda
Kebaikannya
Yang diliputi oleh tiga perkara
Berguna dan dapat dipegang teguh
Meniru keluarga utama
Contoh 4
Langkung ana jamane narpati
Nora nana pan ingkang nanggulang
Wong desa iku wadale
Kang duwe pajek sewu
Pan sinuda dening narpati
Mung metu satus dinar
Mangkana winuwus
Jamanira pan pinetang
Apan sewu wolungatus anenggih
Ratune nuli sima
Artinya
Lebih aman dan tenteram zamannya raja
Tidak ada yang menghalangi
Rakyat di desa itu biasanya
Yang memiliki pajak seribu
Lantas dikurangi oleh Sang Prabu
Hanya membayar seratus dinar
Begitulah akhirnya
Zamannya tidak ada hitungan
Hanya seribu delapan ratus nilainya
Raja yang akhirnya hilang
Halaman:



