Contoh Tumbuhan Lumut Berbagai Jenis beserta Penjelasannya
Tumbuhan lumut, meskipun kecil dan sering kali tidak terlihat oleh mata manusia, ternyata memiliki karakteristik unik yang membuatnya menarik untuk dipelajari. Baca ulasan lengkapnya dalam artikel ini, ya.
Nah, jenis lumut daun biasanya tumbuh pada permukaan tanah yang lembab, batang pohon, hingga bebatuan yang lembab.
Oleh karena itu, ketika kamu berjalan di atas permukaan tanah yang lembab dan banyak lumutnya, jadinya licin, kan?
Disebut juga sebagai lumut sejati, lumut daun merupakan kelas terbesar dari lumut yang terdiri dari 95% semua spesies lumut.
Lumut daun yang menghampar luas mampu menahan air lebih lama dan dalam jumlah yang cukup, lho.
Contoh lumut daun yang terkenal adalah lumut gambut (Sphagnum). Di mana lumut gambut banyak ditemukan di rawa-rawa, batang pohon, batu cadas, dan di antara rerumputan.
3. Lumut Tanduk (Anthocerotopsida)
Umumnya dikenal dari bentuknya yang menyerupai tanduk, lumut tanduk senang hidup dan berkembang biak di tempat yang basah. Nah, jenis lumut tanduk ini bentuk sporofitnya cenderung memanjang.
Menariknya, lumut tanduk memiliki beberapa manfaat, lho. Salah satunya adalah guna melindungi benih ikan. Oleh sebab itu, lumut tanduk biasanya turut ikut ditambahkan di bagian dasar akuarium.
Selain itu, lumut tanduk juga biasanya merupakan tumbuhan pertama yang hidup di suatu lingkungan lembab karena mereka memiliki kemampuan untuk bersimbiosis dengan sianobakteri pengikat nitrogen.
Salah satu contoh dari lumut tanduk adalah Anthoceros laevis.
4. Lumut Kerak (Lichenes)
Jenis lumut terakhir terdiri dari beberapa kelompok yang memiliki sensitivitas berbeda terhadap polutan udara. Masing-masing lumut ini memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda.
Biasanya, lumut kerak dimanfaatkan sebagai indikator untuk mengukur tingkat polusi di suatu wilayah. Dikutip dari buku Biologi Interaktif Kelas X IPA susunan Tetty Setiowati dan Deswanty Furqonita (2007), berikut adalah contoh spesiesnya:
- Frutucose: Bentuknya seperti janggut, tumbuh memanjang, dan berwarna kuning kecoklatan atau kehijauan. Spesies satu ini menjadi indikator udara bersih di suatu wilayah.
- Foliose: Bentuknya lembaran, mudah mengelupas, tumbuh melebar, dan berwarna hijau. Keberadaan foliose menandakan polusi udara di suatu wilayah berada di tingkat rendah.
- Crustose: Melekat erat dengan substrat, warnanya cenderung putih kehijauan, abu kehijauan, atau oren. Jenis lumut ini tumbuh melebar di suatu wilayah. Biasanya, keberadaan lumut ini menandakan bahwa polusi udara di suatu wilayah berada di tingkat sedang.
Halaman:

