Contoh Ungkapan Arkais dalam Hikayat Lengkap dengan Penjelasannya
Sebagai kosakata yang dipakai di masa lampau, tak heran jika dalam hikayat sering dijumpai penggunaan kata-kata arkais tanpa kamu sadari.
1. Laki bini
Memiliki arti suami istri
Ungkapan arkais dalam hikayat: Karena sudah sering berjumpa, akhirnya mereka menikah dan resmi menjadi laki bini.
2. Negari antah-berantah
Memiliki arti sebuah negara yang tidak disebut (diketahui) nama atau tempat persisnya
Ungkapan arkais dalam hikayat: Alkisah di sebuah negeri antah-berantah, hiduplah sepasang suami istri yang sudah tua renta.
3. Hatta
Memiliki arti lalu; sudah itu lalu; maka
Ungkapan arkais dalam hikayat: Hatta beberapa lamanya, bini si Miskin hamillah dan ingin makan mempelam yang hanya ada di istana raja.
4. Hulubalang
Memiliki arti kepala laskar; pemimpin pasukan; kepala negeri (distrik); prajurit pengawal; polisi desa; dubalang
Ungkapan arkais dalam hikayat: Hatta, saat itu baginda ramai dihadapi oleh segala raja-raja, menteri, hulubalang, rakyat sekalian di penghadapannya.
5. Dimamah
Memiliki arti dikunyah
Ungkapan arkais dalam hikayat: Kain yang dipakai si miskin itu sama rupa seperti dimamah anjing.
6. Melontari
Memiliki arti melempari
Ungkapan arkais dalam hikayat: Maka apabila dilihat oleh orang-orang di pasar itu Si Miskin berjalan datang, maka masing-masing pun datang untuk melontari dengan batu, ada juga yang memalu dengan kayu.
7. Mempelam
Memiliki arti mangga
Ungkapan arkais dalam hikayat: Bininya menangis terisak-isak hendak makan buah mempelam yang hanya ada di dalam taman baginda raja.
8. Baharu
Memiliki arti baru, akan
Ungkapan arkais dalam hikayat: Maka, baharulah hendak beranjak seraya berkata kepada permaisurinya, …
9. Mencahari
Memiliki arti mencari
Ungkapan arkais dalam hikayat: Maka bininya itu pun diam. Lakinya itu pun pergilah ke pasar guna mencahari buah mempelam yang ia idamkan itu.
10. Sahaja
Memiliki arti saja
Ungkapan arkais dalam hikayat: Maksud hamba datang ke mari, hendak memohonkan buah mempelam yang tuan miliki yang sudah busuk itu barang sebiji sahaja.
11. Barang
Memiliki arti sedikit banyak; sekadar; kira-kira
Ungkapan arkais dalam hikayat: Hamba ini orang yang miskin. Bolehlah hamba minta daun lontar yang sudah gugur ke bumi itu barang sehelai, Tuan?
12. Teratak
Memiliki arti dangau, gubuk, rumah
Ungkapan arkais dalam hikayat: Maka digalinyalah sendiri tanah itu, hendak mendirikan tiang teratak itu dengan hati-hati.
Halaman:

