7 Contoh Wawancara Singkat dengan Teman, Ayo Pelajari Cara Membuatnya
Proses wawancara dapat dilakukan langsung dengan cara bertemu narasumber atau menggunakan bantuan teknologi.
Contoh Wawancara dengan Narasumber tentang Satwa
Ari: Selamat pagi, maaf mengganggu. Aku bermaksud menjadikan kamu sebagai narasumber untuk tugas wawancara di sekolah.
Ana: Wah, silakan. Tentang apa?
Ari: Ada beberapa pertanyaan bertema satwa. Sebagai seorang relawan yang pernah menjalani kegiatan di hutan, pastinya kamu tau banyak.
Ana: Mungkin tidak. Tapi akan aku jawab sebisanya.
Ari: Baik. Aku mulai ya. Menurutmu, apa spesies yang perlu mendapatkan perlindungan ekstra saat ini dan apa alasannya.
Ana: Orangutan. Sejauh pengamatanku saat berada di Kalimantan, habitat orangutan sudah banyak berkurang akibat diubah menjadi lahan sawit. Mereka banyak yang kesulitan mendapatkan makanan hingga masuk ke rumah penduduk.
Ari: Mengapa orangutan tidak dipindahkan ke tempat penangkaran saja agar semuanya terjamin?
Ana: Tidak bisa. Orangutan tidak hanya sekadar tinggal saja di hutan. Mereka punya peran penting di hutan agar ekosistem tetap stabil. Kalau punah, rantai makanan dan keseimbangan akan terganggu.
Ari: Contohnya bagaimana?
Ana: Sebenarnya ada banyak. Misalnya orangutan berpindah dari satu tempat ke tempat lain sambil bergelantungan. Di kaki mereka ada biji yang terbantu proses penyebarannya, sehingga bisa tumbuh di tempat lain. Tanpa orangutan, penyebaran biji akan terganggu dan spesies lainnya akan turut punah.
Ari: ternyata peran orangutan sangat penting ya. Baiklah kalau begitu. Terima kasih atas informasinya.
Ana: Sama-sama
Contoh Wawancara dengan Narasumber tentang Pekerjaan
Ari: Selamat pagi, apakah kamu ada waktu? Aku punya beberapa pertanyaan wawancara bertema pekerjaan yang perlu dijawab.
Ana: Boleh saja. Aku punya waktu 10 menit sebelum pergi.
Ari: Baik. Aku mulai, ya. Apa pekerjaanmu?
Ana: Saat ini aku bekerja sebagai desainer grafis di majalah nasional.
Ari: Sudah berapa lama kamu menjalani profesi tersebut?
Ana: Kurang lebih 2 tahun.
Ari: Mengapa kamu memilih pekerjaan sebagai desainer grafis?
Ana: Sederhana saja. Aku lulus dari jurusan terkait dan tertarik untuk menekuni bidang tersebut. Selain itu, desainer grafis saat ini dibutuhkan di banyak tempat, apalagi di zaman serba digital.
Ari: Apakah menurutmu pekerjaan ini akan dibutuhkan beberapa tahun ke depan?
Ana: Ya. Banyak sektor menjadi berkembang karena kontribusi para desainer grafisnya yang andal. Tidak menutup kemungkinan di masa depan profesi ini akan semakin digeluti.
Ari: Apa masalah yang sering kamu temukan ketika bekerja?
Ana: Wah, banyak sekali. Biasanya revisi desain dari atasan dan klien yang tidak sesuai, sulitnya menyamakan persepsi, dan budget pembuatan desain yang terlalu murah.
Ari: Apa kamu berniat berganti pekerjaan?
Ana: Untuk saat ini tidak.
Ari: Baik, terima kasih atas waktu dan jawabannya.
Contoh Wawancara Singkat tentang Kedisiplinan di Sekolah
Ari: Selamat pagi, Dina. Boleh aku mewawancaraimu sebentar untuk tugas sekolah?
Dina: Tentu boleh. Tentang apa temanya?
Ari: Tentang kedisiplinan di sekolah. Menurutmu, seberapa penting disiplin bagi siswa?
Dina: Sangat penting. Disiplin membantu kita membentuk kebiasaan baik seperti datang tepat waktu, mengerjakan tugas, dan menaati peraturan.
Ari: Apa bentuk kedisiplinan yang paling sering kamu terapkan di sekolah?
Dina: Biasanya aku selalu datang 15 menit lebih awal sebelum bel masuk. Selain itu, aku juga terbiasa mengumpulkan tugas sebelum tenggat waktu.
Ari: Apa menurutmu semua siswa sudah menerapkan disiplin yang baik?
Dina: Belum tentu. Ada yang masih sering terlambat atau menunda pekerjaan rumah. Tapi guru selalu mengingatkan pentingnya disiplin.
Ari: Apa dampak positif dari kebiasaan disiplin yang kamu rasakan?
Dina: Aku jadi lebih menghargai waktu dan tidak mudah stres karena semua tugas sudah teratur.
Ari: Terima kasih, Dina. Jawabanmu sangat membantu.
Dina: Sama-sama, semoga tugasmu lancar.
Halaman:

