Doa Kelancaran Berbicara di Depan Umum Agar Percaya Diri dan Tidak Gugup, Arab, Latin, beserta Artinya
Selain mempersiapkan materi dan berlatih, sebelum berbicara di depan umum jangan lupa panjatkan doa berikut supaya Allah memberikan kelancaran, ya! Yuk, mulai hafalkan!
Apa yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Berdoa
Kalau tadi kita sudah tahu tata cara berdoa yang baik sesuai anjuran Islam, sekarang ketahui juga yuk apa saja yang tidak boleh dilakukan saat berdoa sebelum kita mengetahui bacaan doa kelancaran berbicara.
1. Dilarang Berdoa untuk Keburukan
Umat Islam dilarang berdoa untuk keburukan, kita justru diperintahkan untuk berdoa untuk hal-hal baik yang ditujukan untuk diri sendiri, keluarga, serta kerabat.
2. Berdoa dengan Suara Keras
Muslim dianjurkan berdoa dengan suara lirih dan lemah lembut. Penggunaan suara yang keras ditakutkan dapat mengikis kekhusyukan dan menjurus pada perbuatan riya.
Anjuran ini tertera dalam surah Al A’raf ayat 55 sebagai berikut:
ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ
Artinya: Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri serta suara lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
Oleh sebab itu, berdoa dengan suara keras dan lantang bisa mendasari doa seorang mukmin tidak diijabah.
3. Memakai Kalimat “Jika Allah Berkehendak”
Menyertakan kalimat “Jika Allah Berkehendak” menyiratkan bahwa kita ragu bahwa Allah akan mengabulkan doa kita. Padahal, sebagai hamba-Nya kita diwajibkan untuk percaya kalau Allah pasti mengijabah doa yang hamba-Nya minta.
Penggunaan kalimat ini juga bisa menyiratkan kesombongan seorang hamba kepada Allah SWT, lho.
4. Mengandung Sesuatu yang Terlarang
Saat manusia lahir kita memiliki fitrah tersendiri yang tidak dimiliki oleh makhluk lain dan sebaliknya.
Kita dilarang memanjatkan doa untuk sesuatu yang bertentangan dengan sunnatullah. Contohnya jangan meminta supaya kita punya sayap atau tidak menikah.
5. Berdoa Berlebihan
Berlebihan dalam berdoa diartikan bahwa seorang hamba tidak mensyukuri pemberian Allah SWT yang telah diturunkan kepadanya sebelumnya sehingga hendaknya umat muslim tidak berdoa meminta sesuatu yang berlebihan atau tidak masuk akal.
Perihal berdoa berlebihan ini sempat dikemukakan Abdullah bin Mughaffal, sesungguhnya dia mendengarkan ketika sang putra berdoa, “Ya Allah, aku memohon istana putih di sebelah kanan surga ketika nanti aku memasukinya.”
Dia lalu berujar, “Wahai putraku, mohonlah surga kepada Allah Yang Mahasuci lagi Mahatinggi, dan berlindunglah kepada-Nya dari api neraka, karena aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Ada suatu kaum yang berlebih-lebihan dalam berdoa dan bersuci’” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani)
Halaman:

