Doa Kelancaran Berbicara di Depan Umum Agar Percaya Diri dan Tidak Gugup, Arab, Latin, beserta Artinya
Selain mempersiapkan materi dan berlatih, sebelum berbicara di depan umum jangan lupa panjatkan doa berikut supaya Allah memberikan kelancaran, ya! Yuk, mulai hafalkan!
Kumpulan Doa Kelancaran Berbicara
Pada umumnya setiap orang pasti akan merasakan tekanan yang sangat tinggi saat harus berbicara di depan orang banyak.
Salah satu cara paling ampuh untuk mendapatkan kepercayaan diri, ketenangan hati, diberi kemudahan dan kelancaran sebelum bicara di depan umum adalah dengan memanjatkan doa kelancaran bicara.
Berikut beberapa doa kelancaran bicara yang bisa kamu panjatkan sebelum melakukan pidato, presentasi, maupun kegiatan berbicara di depan khalayak lainnya:
1. Doa Kelancaran Berbicara I
Surah Thaha ayat 25-28 sering disebut dengan doa Nabi Musa karena surah ini berisi doa yang dipanjatkan oleh Nabi Musa untuk meminta pertolongan Allah sebelum beliau menemui Firaun dan menyadarkan pemimpin Mesir itu atas kezalimannya.
Kamu yang hendak berpidato, presentasi, berdakwah maupun kegiatan lainnya yang menuntutmu untuk berbicara di depan umum, bisa membaca doa berikut sebelum memulai kegiatan maupun di waktu-waktu mustajab supaya percaya diri dan tidak gugup.
قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Latin: robbisyraḥ li ṣadri wa yassir li amri waḥlul ‘uqdatam mil lisani yafqohụ qouli
Artinya: “Ya Rabb-ku, lapangkanlah untukku dadaku, serta ringankanlah segala urusanku, serta lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka memahami perkataanku.”
2. Doa Kelancaran Berbicara II
Jika kamu sanggup menghafalkan doa yang lebih panjang, kamu juga bisa membaca surah Thaha sampai ayat 35 yang masih termasuk doa kelancaran bicara yang dipanjatkan Nabi Musa untuk meminta pertolongan Allah.
قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْۙ
Latin: qâla rabbisyraḫ lî shadrî
Artinya: “Dia (Musa) berkata, “Wahai Tuhanku, lapangkanlah hatiku,”
وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْۙ
Latin: wa yassir li amri
Artinya: “Mudahkanlah untukku urusanku,”
وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْۙ
Latin: waḫlul ‘uqdatam mil lisani
Artinya: “Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku”
يَفْقَهُوْا قَوْلِيْۖ
Latin: yafqahu qauli
Artinya: “Supaya mereka memahami perkataanku.”
وَاجْعَلْ لِّيْ وَزِيْرًا مِّنْ اَهْلِيْۙ
Latin: waj‘al li waziram min ahli
Artinya: “Jadikanlah bagiku seorang penolong yang berasa dari keluargaku,”
هٰرُوْنَ اَخِىۙ ٠
Latin: haruna akhi
Artinya: “(yaitu) Harun, saudaraku.”
اشْدُدْ بِهٖٓ اَزْرِيْۙ
Latin: usydud bihi azri
Artinya: “Teguhkan kekuatanku dengannya,”
وَاَشْرِكْهُ فِيْٓ اَمْرِيْۙ
Latin: wa asyrik-hu fî amri
Artinya: “Dan sertakan dia dalam urusanku (kenabian)”
كَيْ نُسَبِّحَكَ كَثِيْرًاۙ
Latin: kai nusabbiḫaka katsîrâ
Artinya: “Supaya kami banyak bertasbih kepada-Mu,”
وَّنَذْكُرَكَ كَثِيْرًاۗ
Latin: wa nadzkuraka katsîrâ
Artinya: “Dan banyak berzikir kepada-Mu.”
اِنَّكَ كُنْتَ بِنَا بَصِيْرً
Latin: innaka kunta binâ bashiiraa
Artinya: “Sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaan) kami
Halaman:

