Siapa Dokter Asal Jerman yang Menemukan Konsep Cuci Tangan yang Benar? Ini Profilnya
Konsep mencuci tangan yang benar ditemukan oleh dokter asal Jerman. Ini dia, profil dan sejarahnya.
Mencuci tangan merupakan bagian dari keseharian kita yang sering kali dilakukan, terutama ketika hendak makan, setelah dari toilet, hingga sebelum dan sesudah merawat orang yang terluka atau sakit.
Cara ini menjadi upaya kita dalam mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh dan mencegah tertularnya risiko penyakit.
Tapi tahukah kamu jika mencuci tangan yang benar dipelopori oleh salah satu sosok penting? Yuk, cari tahu lebih jauh. 📚✍️🔍
Mengenal Sosok yang Menemukan Konsep Cuci Tangan yang Benar
Seseorang yang menemukan konsep cuci tangan yang benar adalah Ignaz Semmelweis. Ia merupakan seorang dokter keturunan Jerman yang lahir di Buda, Hungaria pada 1 Juli 1818.
Ia merupakan anak dari pasangan József Semmelweis dan Teréz Müller. Pada tahun 1857, Ignaz Semmelweis menikah dengan Maria Weidenhofer dan dikaruniai lima orang anak.
Ia menempuh pendidikan di Universitas Wina dan Universitas Budapest. Dari Universitas Wina atau Universitas Vienna ini, Ignaz Semmelweis mendapat gelar dokter pada 1 Juli 1837. Setelah itu, ia pun memilih untuk fokus dalam bidang spesialis kebidanan.
Dengan kemampuannya tersebut, Ignaz Semmelweis bekerja di Rumah Sakit Vienna, kemudian mendapat jabatan tetap pada 1 Juli 1846 sebagai asisten dari profesor Johann Klein, di mana keduanya memimpin klinik di rumah sakit tersebut.
Seiring dengan kariernya yang tengah berjalan, sebuah penyakit demam menyebar yang disebut dengan childbed fever atau demam nifas, yang kasusnya banyak terjadi pada ibu yang baru melahirkan.
Setelah melakukan penelitian, Ignaz Semmelweis menyimpulkan jika ternyata para dokterlah yang justru menjadi penyebab penyakit tersebut.
Sebab, dokter membawa materi infeksius seperti virus, bakteri, atau mikroorganisme lainnya di tangan yang kemudian menular ke pasien mereka.
Ia pun kemudian menerapkan peraturan untuk setiap dokter yang hendak memeriksa pasien agar selalu membersihkan dan mencuci tangan mereka. Prosedur ini pertama kali dilakukan pada 20 Maret 1847.
Saat itu, pengamatan Ignaz Semmelweis ditolak mentah-mentah, namun ia membuktikan jika penelitiannya benar dengan adanya perbandingan dari tingkat kasus kematian ibu di klinik yang menurun.
Beberapa tahun kemudian, praktik higienitas dari Ignaz Semmelweis pun tervalidasi, setelah Louis Pasteur mendalami teori kuman. Sehingga, Ignaz Semmelweis dianggap sebagai pelopor dari prosedur antiseptik.
Penutup
Demikian, penjelasan mengenai Ignaz Semmelweis yang menjadi pelopor cuci tangan dari hasil pengamatannya. 🔬📚
Referensi:
Cerita Ignaz Semmelweis Penemu Konsep Cara Cuci Tangan yang Benar [Daring]. Tautan: https://www.klikdokter.com/info-sehat/covid-19/cerita-ignaz-semmelweis-penemu-konsep-cara-cuci-tangan-yang-benar?srsltid=AfmBOoppX49cuURiJGOoJYeavJDcBXfnNXf_Ukpkgn9HTyDO_Nqw0mhR
Mengenal Ignaz Semmelweis, Pelopor Cuci Tangan yang Jadi Doodle Hari Ini [Daring]. Tautan: https://tekno.kompas.com/read/2020/03/20/07400987/mengenal-ignaz-semmelweis-pelopor-cuci-tangan-yang-jadi-doodle-hari-ini
Ignaz Semmelweis [Daring]. Tautan: https://id.wikipedia.org/wiki/Ignaz_Semmelweis
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya


