Download PDF SPTJM SPMB 2026, Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak dan Cara Membuatnya
Simak link download PDF SPTJM SPMB 2026 lengkap dengan cara mengisi, contoh format, dan fungsi dokumen pendaftaran sekolah.
Cara Mengisi SPTJM SPMB 2026
Mengisi Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) harus dilakukan dengan teliti karena dokumen ini berkaitan dengan keabsahan data pendaftaran SPMB 2026. Kesalahan pengisian dapat menyebabkan proses verifikasi administrasi terkendala. Berikut cara mengisi SPTJM SPMB 2026 yang benar:
1. Mengisi Nama Lengkap Orang Tua atau Wali Calon Murid
Pada bagian awal surat, isi nama lengkap orang tua atau wali calon murid sesuai KTP dan Kartu Keluarga. Hindari penggunaan singkatan atau nama panggilan agar data sesuai dengan dokumen resmi kependudukan.
2. Menuliskan NIK dan Alamat Sesuai KTP
Setelah nama, isi Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta alamat lengkap sesuai KTP. Penulisan alamat harus detail mulai dari nama jalan, RT/RW, kelurahan, kecamatan, kota atau kabupaten, hingga provinsi.
3. Mengisi Data Calon Peserta Didik
Pada bagian identitas calon murid, tuliskan nama lengkap peserta didik sesuai akta kelahiran atau ijazah sebelumnya. Beberapa format SPTJM juga meminta informasi tambahan seperti NISN, tempat tanggal lahir, dan sekolah asal.
4. Membaca Isi Pernyataan dengan Teliti
Sebelum menandatangani surat, baca seluruh isi pernyataan secara teliti. Pastikan semua data dan dokumen yang digunakan untuk pendaftaran memang benar, asli, dan sesuai kondisi sebenarnya.
5. Mengisi Tempat dan Tanggal Pembuatan Surat
Isi lokasi dan tanggal saat surat dibuat pada bagian bawah dokumen. Penulisan tanggal penting sebagai bukti waktu pembuatan surat dalam proses administrasi SPMB.
6. Menandatangani Surat di Atas Materai
SPTJM biasanya harus ditandatangani di atas materai Rp10.000 oleh orang tua atau wali calon murid. Pastikan tanda tangan mengenai sebagian area materai agar dokumen dianggap sah sesuai ketentuan administrasi.
7. Memeriksa Kembali Sebelum Diunggah
Sebelum surat di-scan atau diunggah ke portal SPMB, periksa kembali seluruh isi dokumen. Pastikan tidak ada kesalahan penulisan nama, alamat, maupun nomor identitas agar proses verifikasi berjalan lancar.
Apakah SPTJM Wajib untuk Semua Jalur SPMB?
Secara umum, dokumen ini biasanya diminta sebagai salah satu syarat administrasi untuk proses pendaftaran sekolah, baik pada jalur domisili, afirmasi, prestasi, maupun mutasi.
Pada jalur domisili misalnya, SPTJM umumnya digunakan untuk memastikan alamat calon murid benar-benar sesuai kondisi tempat tinggal sebenarnya. Sementara pada jalur prestasi, surat ini digunakan untuk menjamin keaslian sertifikat maupun nilai rapor yang dilampirkan.
Beberapa juknis SPMB daerah juga menyediakan format SPTJM yang berbeda sesuai kebutuhan jalur pendaftaran. Oleh karena itu, calon peserta didik dan orang tua atau wali perlu membaca ketentuan jalur yang dipilih secara teliti sebelum mengunggah dokumen pendaftaran.
Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Mengisi SPTJM
Saat mengisi Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak, orang tua/wali maupun calon murid perlu memperhatikan ketelitian dalam penulisan data. Kesalahan kecil pada dokumen dapat menyebabkan proses verifikasi administrasi SPMB terkendala.
Oleh karena itu, penting untuk memahami beberapa kesalahan umum berikut agar proses pendaftaran sekolah dapat berjalan lancar. Berikut kesalahan yang perlu dihindari:
1. Data Identitas Tidak Sesuai Dokumen Resmi
Kesalahan paling sering terjadi adalah penulisan nama, NIK, atau alamat yang berbeda dengan dokumen resmi seperti Kartu Keluarga, KTP, dan akta kelahiran. Padahal, sekolah biasanya akan melakukan verifikasi silang terhadap seluruh data pendaftaran untuk memastikan data valid.
2. Menggunakan Alamat Domisili yang Tidak Sesuai
Pada jalur domisili, alamat menjadi salah satu aspek penting dalam seleksi SPMB. Oleh karena itu, orang tua atau wali tidak boleh mencantumkan alamat yang berbeda dengan kondisi sebenarnya. Risiko pemalsuan domisili dapat berujung pada pembatalan penerimaan peserta didik.
Halaman:

