2 Faktor yang Mempengaruhi Keanekaragaman Hayati beserta Penjelasannya
Keanekaragaman hayati tidak terbentuk begitu saja, ada beberapa faktor pembentuknya. Apa saja itu? Baca penjelasannya di sini.
3. Migrasi Genetik (Gene Flow)
Migrasi genetik adalah sebuah fenomena perpindahan alel dari satu populasi menuju populasi lain melalui perantara pergerakan individu atau gamet (seperti serbuk sari pada tanaman).
Migrasi genetik dapat memperkenalkan alel baru pada suatu populasi, lalu meningkatkan variasi genetik, dan mengurangi perbedaan genetik antar populasi.
Faktor Luar
Faktor yang mempengaruhi keanekaragaman hayati berikutnya adalah faktor luar atau bisa juga disebut faktor lingkungan.
Sifat faktor luar berkebalikan dengan faktor genetik, bahwa faktor luar cenderung rentan terhadap morfologi organisme.
Beberapa contoh faktor luar sebagai faktor yang mempengaruhi keanekaragaman hayati antara lain:
Contoh Faktor Luar (Lingkungan)
1. Perubahan Iklim
Faktor luar atau lingkungan yang menjadi faktor yang mempengaruhi keanekaragaman hayati pertama adalah perubahan iklim.
Perubahan iklim menjadi salah satu faktor eksternal kunci yang mempengaruhi keanekaragaman hayati karena dampaknya yang melingkupi seluruh dunia.
Adanya perubahan suhu, pola curah hujan yang tidak menentu, serta frekuensi peristiwa cuaca ekstrem (seperti badai dan kekeringan) yang meningkat dapat mempengaruhi secara langsung habitat serta spesies yang hidup di dalamnya.
Sebagai contoh, pemanasan global menyebabkan fenomena mencairnya es di wilayah kutub, sehingga mengancam spesies seperti endemik beruang kutub yang hidupnya sangat bergantung pada es laut untuk berburu.
Selain itu, perubahan iklim juga dapat memicu pergeseran geografis atas banyak spesies yang terdesak dan harus mencari habitat baru.
Pencarian habitat baru tersebut pun harus sesuai dengan kondisi iklim yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup.
2. Deforestasi dan Degradasi Habitat
Deforestasi, atau penggundulan hutan, juga termasuk faktor luar yang mempengaruhi keanekaragaman hayati.
Maksud dari deforestasi adalah tindakan untuk penghilangan hutan dengan cara penebangan pohon tanpa diiringi praktik reboisasi maupun restorasi yang memadai.
Deforestasi sering terjadi akibat dari aktivitas kehidupan manusia, misalnya pertanian, pembangunan infrastruktur, dan penambangan.
Deforestasi pada akhirnya menyebabkan terjadinya degradasi habitat sehingga menyebabkan hilangnya tempat tinggal bagi banyak spesies.
Praktis saja, deforestasi bisa menjadi pemicu kunci terjadinya penurunan populasi atau bahkan kepunahan spesies.
Misalnya, hilangnya hutan hujan tropis mengancam ribuan spesies orang utan yang hidup dan bergantung pada ekosistem hutan hujan tropis di Kalimantan.
Halaman:

