2 Faktor yang Mempengaruhi Keanekaragaman Hayati beserta Penjelasannya
Keanekaragaman hayati tidak terbentuk begitu saja, ada beberapa faktor pembentuknya. Apa saja itu? Baca penjelasannya di sini.
Faktor yang Mempengaruhi Keanekaragaman Hayati
Setelah memahami pengertian mengenai keanekaragaman hayati sekaligus penjelasan terkait jenis-jenis keanekaragaman hayati, yang selanjutnya akan dibahas adalah faktor yang mempengaruhi keanekaragaman hayati.
Faktor yang mempengaruhi keanekaragaman hayati artinya serangkaian indikator yang menentukan bagaimana kondisi sebuah keanekaragaman hayati.
Faktor yang mempengaruhi keanekaragaman hayati dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu faktor genetik dan faktor luar. Penjelasan lebih detailnya adalah sebagai berikut:
Faktor Genetik
Faktor yang mempengaruhi keanekaragaman hayati yang pertama adalah faktor genetik.
Faktor genetik sifatnya cenderung stabil dan konstan terhadap morfologi organisme.
Lantas, apa yang dimaksud dengan genetik? Gen atau genetik adalah sebuah susunan materi genetik berupa faktor pembawa keturunan yang terwariskan. Materi genetik dapat ditemui di dalam kromosom atau DNA pada setiap organisme.
Selanjutnya, gen atau genetika tersebut terekspresikan menjadi sebuah kenampakan fenotip,misalnya karakteristik, kehidupan, termasuk watak dari semua makhluk hidup.
Variasi dari faktor gen sebagai faktor yang mempengaruhi keanekaragaman hayati dapat dilihat dari aspek morfologi, anatomi, juga fisiologi.
Sementara itu, contoh nyata dari dampak dari faktor gen adalah DNA manusia dengan makhluk primata yang sebenarnya mirip, namun terdapat banyak perbedaan.
Contoh Faktor Genetik
Selain kemiripan DNA manusia dengan primata, masih ada beberapa contoh lain menyangkut faktor genetik, di antaranya mutasi genetik, rekombinasi genetik, dan migrasi genetik.
1. Mutasi Genetik
Mutasi genetik adalah munculnya perubahan di dalam struktur urutan DNA suatu organisme.
Mutasi muncul dan terjadi bisa secara spontan maupun akibat paparan faktor lingkungan seperti radiasi atau pun bahan kimia.
Mutasi yang bermanfaat dan tepat bisa meningkatkan variasi genetik di dalam populasi serta berkontribusi terhadap adaptasi sekaligus evolusi spesies.
Sebaliknya, mutasi genetik yang tidak tepat, bisa memunculkan berbagai reaksi negatif seperti penyakit atau kelainan yang mengarah pada degradasi.
2. Rekombinasi Genetik
Contoh faktor genetik sebagai faktor yang mempengaruhi keanekaragaman hayati adalah rekombinasi genetik.
Rekombinasi genetik terjadi dalam proses reproduksi seksual saat materi gen yang berasal dari dua induk mengalami penggabungan sehingga menghasilkan keturunan dengan kombinasi gen yang unik.
Proses rekombinasi genetik terjadi selama proses meiosis dan berperan penting dalam menciptakan variasi genetik yang signifikan dalam sebuah populasi.
Halaman:

