Hukum Memotong Kuku Saat Puasa Ramadhan 2024, Apakah Boleh dan Tidak Membatalkan Puasa?
Apakah memotong kuku dapat membatalkan puasa? Yuk, temukan jawabannya melalui ulasan di bawah ini!
Hukum Memotong Kuku Saat Puasa Ramadhan 2024, Apakah Boleh dan Tidak Membatalkan Puasa? – Ketika menjalani puasa, tentu setiap umat muslim perlu memahami syarat sah dan tidak sahnya puasa.
Puasa bagaimanapun seperti ibadah Islam yang lainnya, yakni memiliki syarat-syarat tertentu agar puasa yang dijalani sah. Selain itu, umat muslim juga harus paham tentang perilaku yang dapat membatalkan puasa.
Lantas, apakah memotong kuku dapat membatalkan puasa? Dapatkan jawaban tentang hukum memotong kuku saat puasa Ramadhan 2024 di artikel berikut ini.
Daftar Isi
Hukum Puasa Ramadhan

Sebelum menjawab hukum memotong kuku saat puasa Ramadhan, tentu kita perlu tahu bagaimana sebenarnya hukum puasa Ramadhan.
Puasa Ramadhan bersifat wajib. Artinya semua umat muslim yang memenuhi syarat diwajibkan dan diharuskan untuk menjalankan puasa Ramadhan.
Puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi umat Muslim yang sehat secara fisik dan mental, serta telah mencapai usia baligh. Hukum ini didasarkan pada dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Hadis.
Al-Qur’an secara tegas menyatakan dalam Surat Al-Baqarah ayat 183,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Terjemahan:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Hadis dari Nabi Muhammad juga menguatkan kewajiban puasa Ramadhan.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Islam dibangun di atas lima dasar, yakni kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan haji ke Baitullah bagi yang mampu melakukannya.”
Dengan demikian, hukum puasa Ramadhan adalah wajib bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu.
Puasa bukan hanya sekadar menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenam matahari, tetapi juga merupakan ibadah yang mendalam untuk menumbuhkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Puasa Ramadhan mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, dan empati terhadap orang-orang yang kurang beruntung, serta menjadi momen untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah dan amal shalih.

