Advertisement
Source : Canva/Jenn Miranda

6 Jenis Investasi Halal yang Cocok untuk Pemula, Mudah dan Berkah

Ingin memulai investasi tapi takut melanggar prinsip syariah? Coba dulu berbagai pilihan investasi halal berikut ini.

15 September 2025 Lintang Filia

6 Jenis Investasi Halal yang Cocok untuk Pemula, Mudah dan Berkah – Tidak sedikit orang yang masih ragu dengan investasi karena khawatir terjebak pada praktik yang tidak sesuai syariah.

Padahal, dalam Islam sendiri investasi diperbolehkan selama dijalankan dengan cara yang benar dan tetap menjaga prinsip halal, lho. 😉

Bagi kamu yang baru ingin mencoba, ada beberapa pilihan jenis investasi halal yang cocok untuk pemula. Selain mudah, beberapa instrumen berikut juga dinilai lebih aman dan tentunya sesuai dengan prinsip syariah. 💰☪️

Hukum Investasi dalam Islam

jenis investasi halal yang cocok untuk pemula
Canva/Jenn Miranda

Dalam ajaran Islam, investasi merupakan aktivitas yang diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan syariat. Prinsipnya, harta yang dimiliki sebaiknya dikelola secara bijak agar dapat berkembang dan bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Pedoman tentang halal-haramnya investasi merujuk pada dasar hukum Islam yang menjadi acuan utama, yaitu:

  1. Al-Qur’an
    Al-Qur’an menegaskan pentingnya menginfakkan harta di jalan yang benar. Salah satu rujukan terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 261 yang menggambarkan pahala berlipat ganda bagi mereka yang menanamkan harta di jalan Allah.
    Ayat tersebut pun sering ditafsirkan sebagai anjuran untuk mengelola harta, termasuk melalui investasi, demi mempersiapkan masa depan dengan cara yang halal.
  2. Hadis
    Rasulullah SAW memberikan teladan dalam aktivitas ekonomi yang berlandaskan kejujuran dan keberkahan. Hadis-hadis tentang perdagangan menjadi pegangan bahwa mencari keuntungan diperbolehkan selama tidak merugikan orang lain dan tidak melanggar syariat.
  3. Ijma’
    Kesepakatan para ulama menjadi rujukan dalam menentukan hukum-hukum kontemporer, termasuk soal instrumen investasi modern yang tidak disebutkan secara langsung di masa lalu.
  4. Qiyas
    Metode penalaran ini digunakan untuk menetapkan hukum suatu perkara baru dengan membandingkannya pada perkara serupa yang sudah ada hukumnya. Misalnya, instrumen keuangan modern bisa diqiyaskan dengan bentuk muamalah yang telah dikenal pada masa awal Islam.

Selain itu, anjuran untuk menyiapkan kehidupan yang lebih baik bagi anak dan keturunan juga tercantum dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 9:

walyakhsyalladzîna lau tarakû min khalfihim dzurriyyatan dli‘âfan khâfû ‘alaihim falyattaqullâha walyaqûlû qaulan sadîdâ

Artinya: “Hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya (mati) meninggalkan setelah mereka, keturunan yang lemah (yang) mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar (dalam hal menjaga hak-hak keturunannya).”

Ayat tersebut mengingatkan umat Islam agar tidak meninggalkan generasi yang lemah, baik dari sisi iman maupun kesejahteraan. Hal ini dapat dimaknai sebagai motivasi untuk mengelola harta secara bijak, termasuk melalui investasi yang halal.

Melalui landasan keempat sumber hukum Islam dan pemahaman dari ayat-ayat Al-Qur’an, maka jelas bahwa investasi dibolehkan selama memenuhi prinsip syariah.

Artinya, objek investasi harus halal, terhindar dari riba, bebas dari spekulasi berlebihan, serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

10 Contoh Jenis Investasi Jangka Panjang dan Pendek beserta Keuntungan dan Perbedaannya

Prinsip Investasi Syariah dalam Islam

Selanjutnya, investasi dalam Islam tidak hanya soal menaruh modal dan menunggu keuntungannya saja, lho. Terdapat aturan main yang jelas agar setiap rupiah yang ditanam benar-benar halal dan memberi manfaat.

Nah, prinsip-prinsip tersebut disusun supaya harta yang dikelola tetap bersih dari riba, perjudian, dan praktik yang merugikan.

Dalam hal ini, istilah syariah merujuk pada pedoman hidup umat Islam yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadist, Ijma, dan Qiyas. Berikut adalah beberapa prinsip investasi syariah dalam Islam:

1. Bebas dari Riba (Bunga)

Islam menegaskan bahwa segala bentuk riba dilarang. Karena itu, jenis investasi syariah harus terbebas dari bunga pinjaman atau keuntungan instan tanpa usaha nyata.

Sebagai gantinya, sistem bagi hasil digunakan melalui akad seperti mudharabah (kerja sama bisnis) atau musyarakah (kerja sama modal), sehingga keuntungan dan risiko dibagi secara proporsional.

2. Menjauhi Perjudian dan Spekulasi (Maisir)

Investasi yang bergantung pada keberuntungan semata, mirip perjudian, tidak diperbolehkan. Aktivitas semacam ini dianggap tidak adil dan merugikan karena tidak didasari usaha maupun analisis yang jelas.

Halaman:

Advertisement