Advertisement
Source : Canva/Jenn Miranda

6 Jenis Investasi Halal yang Cocok untuk Pemula, Mudah dan Berkah

Ingin memulai investasi tapi takut melanggar prinsip syariah? Coba dulu berbagai pilihan investasi halal berikut ini.

15 September 2025 Lintang Filia

3. Terhindar dari Ketidakpastian Berlebihan (Gharar)

Transparansi menjadi hal penting dalam investasi syariah. Segala bentuk ketidakjelasan dalam kontrak, kesepakatan, maupun risiko yang bisa merugikan salah satu pihak harus dihindari. Dengan begitu, semua pihak memahami hak dan kewajibannya secara jelas.

4. Berbasis pada Sektor Halal

Arah penanaman dana hanya boleh mengalir pada usaha yang halal, baik dari sisi produk maupun aktivitasnya. Karena itu, investasi tidak boleh masuk ke sektor yang bertentangan dengan syariah, seperti alkohol, perjudian, tembakau, atau bisnis berbasis riba.

5. Pembagian Keuntungan yang Adil

Setiap pihak yang terlibat dalam investasi berhak memperoleh keuntungan maupun menanggung risiko sesuai porsi yang disepakati. Hal ini menjaga keadilan serta menciptakan rasa saling percaya antara investor dan pengelola modal.

6. Menjunjung Transparansi dan Etika

Investasi dalam Islam bukan hanya soal keuntungan finansial, tetapi juga moral. Oleh sebab itu, kejujuran, keterbukaan informasi, dan komitmen untuk tidak merugikan pihak lain menjadi nilai yang wajib dijaga.

20 Saham yang Bagus untuk Investasi Jangka Panjang yang Menguntungkan

Jenis Investasi Halal yang Cocok untuk Pemula

Lalu, instrumen investasi apa saja yang bisa dipilih agar sesuai dengan aturan Islam? Terutama bagi pemula, memilih jenis investasi sering kali membingungkan karena banyaknya pilihan yang tersedia.

Supaya lebih mudah, ada beberapa alternatif investasi halal yang cocok untuk pemula, dinilai aman, sederhana, dan tetap berpotensi memberikan keuntungan.

1. Saham Syariah

Buat pemula, saham syariah bisa jadi pilihan menarik, nih. Bedanya dengan saham biasa, instrumen ini hanya diterbitkan oleh perusahaan yang usahanya halal dan tidak bersinggungan dengan riba, judi, ataupun produk haram.

Status syariahnya pun ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Dewan Syariah Nasional–MUI, lalu masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES).

Islam sendiri membolehkan investasi saham selama tidak melanggar ketentuan agama. Jadi, sebelum membeli, pastikan perusahaan yang dipilih memang memenuhi kriteria syariah, ya.

Menariknya lagi, pemula bisa memulainya dengan modal kecil lewat aplikasi saham syariah resmi seperti Bibit atau Ajaib.

2. Reksadana Syariah

Jenis investasi yang halal untuk pemula selanjutnya yaitu reksadana syariah yang pada dasarnya adalah wadah investasi kolektif. Artinya, dana dari banyak investor dikumpulkan lalu dikelola oleh manajer investasi sesuai ketentuan syariah.

Bedanya dengan instrumen lain, produk yang dipilih dalam portofolionya sudah disaring sehingga terbebas dari riba, perjudian, maupun bisnis yang haram.

Nah, ada beberapa pilihan bentuk reksadana syariah, mulai dari saham, indeks, pendapatan tetap, pasar uang, hingga campuran.

Reksadana juga dinilai cocok bagi yang baru mulai, lho, karena proses pengelolaan dilakukan secara profesional, sementara investor tetap bisa merasakan manfaat dari hasil yang terkumpul.

10 Contoh Investasi dalam Islam Sesuai Ajaran Nabi Muhammad SAW yang Menguntungkan

3. Sukuk atau Obligasi Syariah

Dalam dunia keuangan syariah, ada pula instrumen bernama sukuk, yaitu surat berharga yang sering disebut obligasi syariah. Mekanismenya berbeda dengan obligasi konvensional karena tidak menggunakan sistem bunga.

Sebagai gantinya, sukuk memakai akad yang halal, misalnya mudharabah (bagi hasil) atau ijarah (sewa). Dari akad inilah investor memperoleh imbal hasil yang bersumber dari proyek riil yang dibiayai.

Sukuk sendiri terbagi menjadi dua, yakni sukuk negara (SBSN) yang diterbitkan pemerintah dan sukuk korporasi yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Keduanya menawarkan pendapatan tetap yang relatif aman, dengan tambahan nilai plus berupa kepastian bahwa seluruh prosesnya telah sesuai prinsip syariah.

4. Deposito Syariah

Selain saham atau reksa dana, ada juga instrumen yang lebih sederhana, yaitu deposito syariah. Berbeda dari deposito konvensional, sistem bunga deposito syariah diganti dengan prinsip mudharabah atau bagi hasil.

Jadi, keuntungan yang diterima nasabah berasal dari hasil pengelolaan dana, bukan dari bunga pinjaman. Skemanya pun cukup jelas, yaitu bank syariah akan mengelola dana yang dititipkan, lalu keuntungan dibagi sesuai kesepakatan di awal.

Nah, karena sifatnya lebih stabil dan berisiko rendah, deposito syariah menjadi salah satu jenis investasi halal yang cocok untuk pemula yang yang ingin bermain aman sambil tetap menjaga keberkahan harta.

Halaman:

Advertisement