Advertisement
Source : Canva/Jenn Miranda

6 Jenis Investasi Halal yang Cocok untuk Pemula, Mudah dan Berkah

Ingin memulai investasi tapi takut melanggar prinsip syariah? Coba dulu berbagai pilihan investasi halal berikut ini.

15 September 2025 Lintang Filia

5. Emas

Sejak dulu, emas dikenal sebagai aset yang stabil dan bernilai tinggi. Maka tidak heran kalau banyak orang menjadikannya pilihan investasi, termasuk dalam perspektif syariah.

Berinvestasi emas pada dasarnya diperbolehkan selama proses jual belinya jelas, tidak mengandung riba, dan ada kepastian kepemilikan. Bagi pemula, emas bisa jadi cara sederhana untuk menjaga nilai harta sekaligus melindungi dari inflasi.

Nah, seiring perkembangan teknologi, muncul juga bentuk investasi emas digital. Pertanyaannya, apakah praktik ini dibolehkan dalam Islam?

Menurut fatwa No. 77/DSN-MUI/2010, jual beli emas secara digital diperbolehkan dengan beberapa syarat. Di antaranya, emas yang diperdagangkan harus benar-benar ada dan bisa diserahkan kapan saja, akad transaksi harus jelas, serta tidak ada unsur riba, gharar, maupun spekulasi berlebihan.

Selain itu, platform yang digunakan juga wajib resmi dan memiliki sertifikasi syariah agar terjamin keamanannya.

Tips Memilih Investasi Halal untuk Pemula

Sebagai pemula, memilih investasi halal kadang terasa membingungkan karena banyaknya pilihan instrumen yang tersedia. Setelah tahu ada saham syariah, reksa dana, sukuk, hingga emas, langkah selanjutnya adalah menentukan mana yang paling cocok dengan kondisi pribadi.

Biar nggak salah arah, ada beberapa hal sederhana yang bisa jadi pegangan, nih. Berikut adalah tipe memilih jenis investasi halal yang cocok untuk pemula dari Mamikos:

  1. Mulai dari nominal kecil
    Jangan buru-buru investasi besar. Dengan modal kecil, kamu bisa belajar memahami alurnya, cara membaca laporan, hingga mengenali risiko tanpa khawatir kehilangan banyak dana. Setelah terbiasa, baru tingkatkan nominal secara bertahap.
  2. Pilih instrumen yang sudah jelas syariahnya
    Untuk pemula, sebaiknya ambil yang sudah ada label atau fatwa syariahnya, seperti reksa dana syariah, deposito syariah, atau emas. Dengan begitu, kamu tidak perlu repot meneliti detail akad karena sudah diawasi Dewan Pengawas Syariah.
  3. Fokus pada investasi yang sederhana
    Hindari produk rumit atau yang butuh analisis teknis tinggi, seperti derivatif atau instrumen spekulatif. Pilih yang mudah dipahami dulu, misalnya tabungan emas atau sukuk ritel.
  4. Diversifikasi secukupnya
    Jangan menaruh semua uang di satu instrumen. Cobalah bagi ke beberapa produk halal, misalnya sebagian di deposito syariah untuk aman, sebagian di emas untuk lindung nilai, dan sisanya di reksa dana syariah.
  5. Perhatikan tujuan keuangan
    Tentukan dulu apakah investasi untuk jangka pendek, menengah, atau panjang. Ini akan memudahkan kamu memilih produk yang sesuai tanpa tergoda iming-iming keuntungan cepat.
  6. Hindari tergiur imbal hasil berlebihan
    Prinsip investasi halal bukan sekadar “bebas riba,” tapi juga harus bebas dari spekulasi berlebihan. Jadi kalau ada tawaran “cuan instan” dengan keuntungan tidaj masuk akal, sebaiknya jauhi, ya.
8 Aplikasi Investasi Emas Digital yang Terdaftar di OJK, Aman dan Terpercaya!

Penutup

Nah, sudah paham kan tentang apa saja jenis investasi halal yang cocok untuk pemula? Setelah ini, yuk mulai investasikan dana yang kamu punya ke instrumen yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuanmu.

Kalau kamu ingin tahu lebih banyak informasi seputar investasi, keuangan, dan topik menarik lainnya, jangan lupa mampir ke blog Mamikos, ya. Ada banyak artikel yang bisa jadi panduan kamu dalam mengelola keuangan dengan lebih bijak.

Referensi:


Halaman:

Advertisement