Jenis Manusia Purba yang Ditemukan di Indonesia beserta Gambar dan Penjelasannya

Dapatkan informasi mengenai masa prasejarah yang menyangkut manusia purba di artikel berikut.

24 September 2024 Fajar Laksana

3. Pithecanthropus Erectus

Manusia purba jenis Pithecanthropus Erectus pertama kali ditemukan di sebuah lembah di Bengawan Solo, Desa Trinil, Jawa Tengah, oleh tim yang dipimpin Eugene Dubois pada 1891.

Nama Pithecanthropus Erectus sendiri mempunyai arti ‘manusia kera yang berjalan dengan tegak lurus’.

Beberapa ciri utama dari manusia purba Pithecanthropus Erectus adalah:

1. Dimensi tubuh yang lebih kecil dibandingkan Pithecanthropus Mojokertensis
2. Mempunyai rahang yang besar namun tidak berdagu
3. Volume otak sekitar 750 s.d 900 cc
4. Mempunyai tulang tengkorak yang besar
5. Kening yang menonjol ke depan
6. Mempunyai hidung yang lebar
9. Cara jalannya tegap lurus.

Pithecanthropus Erectus yang ditemukan Eugene Dubois sempat menuai kritik dari kalangan peneliti karena Eugene Dubois sendiri yang enggan mengungkap secara penuh hasil temuannya.

Di tahun 1944, seorang ahli Biologi dari Amerika bernama Ernst Mayr, mengklasifikasikan Pithecanthropus Erectus sebagai Homo Sapiens.

4. Pithecanthropus Soloensis

Pithecanthropus Soloensis adalah jenis spesies manusia purba dari Indonesia  yang ditemukan di daerah Ngandong, di tepi Sungai Bengawan Solo, Indonesia, oleh tim ahli paleoanthropology Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald pada 1931-1933. 

Fosil Pithecanthropus Soloensis merupakan bagian dari evolusi manusia Jawa, yang diperkirakan hidup sekitar 109.000 hingga 143.000 tahun yang lalu pada zaman Pleistosen.

Ciri-ciri fisik Pithecanthropus Soloensis di antaranya:

1. Meliputi kapasitas otak sekitar 1000-1300 cc, yang mendekati manusia modern
2. Meskipun tengkoraknya lebih tebal dan memiliki tonjolan alis yang kuat
3. Postur tubuhnya lebih tegap dibandingkan manusia purba lainnya, dan diperkirakan memiliki tinggi sekitar 165-180 cm.

Penemuan Pithecanthropus Soloensis termasuk penting dalam sejarah evolusi manusia karena menunjukkan perkembangan anatomi yang lebih maju dibandingkan dengan spesies sebelumnya seperti Pithecanthropus Erectus.

Selain itu, penemuan Pithecanthropus Soloensis juga menandai salah satu tahap penting dalam perjalanan evolusi manusia di Asia Tenggara.

5. Homo Wajakensis

Homo Wajakensis merupakan salah satu spesies manusia purba yang ditemukan di Indonesia. 

Fosil Homo Wajakensis  pertama kali ditemukan oleh seorang dokter Belanda, Eugene Dubois, pada tahun 1888 di Wajak, dekat Tulungagung, Jawa Timur. 

Berdasarkan penelitian, Homo Wajakensis dianggap sebagai salah satu subspesies Homo sapiens awal, yang kemungkinan merupakan nenek moyang dari populasi Austronesia yang kemudian menyebar ke berbagai wilayah di Asia Tenggara dan Oseania.

Close