Jenis Manusia Purba yang Ditemukan di Indonesia beserta Gambar dan Penjelasannya
Dapatkan informasi mengenai masa prasejarah yang menyangkut manusia purba di artikel berikut.
Ciri-ciri Homo Wajakensis antara lain:
1. Ukuran tengkorak yang lebih besar dibandingkan spesies sebelumnya seperti Homo erectus, dengan volume otak sekitar 1.630 cm³
2. Wajahnya lebar, dengan hidung yang menonjol dan rahang yang lebih kecil dibandingkan Homo erectus
3. Memiliki ciri-ciri fisik yang mendekati manusia modern, seperti bentuk tubuh yang lebih tegak dan tinggi badan yang mendekati Homo sapiens.
Fosil Homo Wajakensis menunjukkan bahwa mereka hidup sekitar 40.000 hingga 25.000 tahun yang lalu.
6. Homo Floresiensis
Jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia berikutnya adalah Homo Floresiensis.
Homo Floresiensis merupakan spesies hominid kecil yang ditemukan di Pulau Flores, Indonesia.

Advertisement
Fosilnya pertama kali ditemukan pada 2003 di Liang Bua, sebuah gua di Flores, oleh tim arkeolog Indonesia dan Australia, di antara timnya adalah Peter Brown dan Mike J Marwood.
Penemuan tersebut mengejutkan banyak peneliti prasejarah karena ukurannya yang kecil sehingga disebut juga ‘The Hobbit’. Ciri-ciri utama Homo Floresiensis antara lain:
1. tinggi badan sekitar 1 meter dan berat sekitar 25 kg
2. Volume otak hanya sekitar 380 cc, lebih kecil dari otak simpanse, meskipun mereka menunjukkan kemampuan menggunakan alat-alat batu yang relatif canggih
3. Bentuk tengkorak dan kerangka menunjukkan campuran karakteristik primitif dan modern.
Homo Floresiensis hidup sekitar 50.000 hingga 100.000 tahun lalu, jauh lebih baru dari yang diharapkan untuk hominin non-manusia.
Penemuan ini memunculkan spekulasi tentang asal-usulnya. Ada yang berpendapat bahwa H. floresiensis adalah keturunan Homo erectus yang mengalami evolusi ukuran tubuh kecil (dwarfisme insular) karena hidup di lingkungan pulau dengan sumber daya terbatas.
Namun, beberapa ahli lain berhipotesis bahwa H. floresiensis mungkin merupakan spesies yang berbeda dan lebih primitif.
7. Homo Soloensis
Homo Soloensis adalah spesies manusia purba yang fosilnya ditemukan di lembah Sungai Bengawan Solo, Jawa Tengah, Indonesia.
Pertama kali ditemukan oleh von Koenigswald bersama tim pada 1931-1933 di situs Ngandong, Solo.
Secara morfologis, Homo Soloensis memiliki beberapa ciri khas, yakni:
1. Volume otaknya cukup besar, sekitar 1.000-1.300 cc, mendekati ukuran Homo sapiens modern
2. Bentuk tengkoraknya lebih tebal dan memiliki tonjolan alis yang menonjol, berbeda dengan Homo sapiens yang memiliki wajah lebih halus
3. Memiliki rahang yang kuat dan gigi yang lebih besar
4. Posturnya menunjukkan kemampuan untuk berjalan tegak seperti manusia modern, meski mungkin lebih kekar dan memiliki tubuh yang lebih pendek.