3 Jenis Siklus Hidrologi beserta Penjelasannya Lengkap dari Pengertian hingga Prosesnya

3 Jenis Siklus Hidrologi beserta Penjelasannya Lengkap dari Pengertian hingga Prosesnya – Tahukah kamu bahwa air merupakan salah satu elemen paling penting dalam kehidupan bumi? Nyatanya, di planet bumi sendiri 72% permukaan bumi tertutupi oleh air, lho.

Pasokan air di bumi yang tidak pernah habis ini disebabkan oleh adanya tahapan siklus air yang terjadi secara alami atau siklus hidrologi.

Tahapan siklus hidrologi merupakan sirkulasi proses air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi lalu kembali lagi ke atmosfer. Untuk mengulik penjelasan yang lebih lengkap lagi terkait siklus hidrologi, kamu bisa baca dalam artikel ini, ya.

Berikut Penjelasan Lengkap Terkait Jenis Siklus Hidrologi

airkami.id

Pernahkah kamu terpikir, apakah air yang ada di bumi bisa habis jika kita pakai terus-menerus? Coba kamu bayangkan, di Indonesia sendiri saat ini memiliki jumlah penduduk sekitar 270 juta jiwa.

Tentunya setiap harinya semua penduduk membutuhkan air bersih untuk minum rata-rata tiga liter per orang.

Ini artinya, dibutuhkan 810 juta liter air bersih per hari hanya untuk minum, belum untuk kegiatan yang lain seperti mencuci, memasak, atau mandi.

Seperti yang sudah disinggung di awal, pasokan air di bumi yang tidak pernah habis ini disebabkan oleh adanya tahapan siklus air yang terjadi secara alami atau siklus hidrologi.

Nah, dalam artikel kali ini kamu akan diajak belajar pengertian, tahapan, dan macam siklus air atau siklus hidrologi yang tentunya sangat bermanfaat untuk menambah wawasan kamu.

Pengertian Siklus Hidrologi

Sebelum membahas jenis siklus hidrologi, tentu kamu harus memahami terlebih dahulu pengertian dari siklus hidrologi itu sendiri. Lantas, apa sih siklus hidrologi itu?

Dikutip dari materi Pengelolaan Tanah dan Air: Siklus Hidrologi yang diterbitkan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS), siklus hidrologi adalah sebuah siklus atau sirkulasi air dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi yang berlangsung terus menerus.

Singkatnya, siklus hidrologi adalah rangkaian atau tahapan yang dilalui oleh air dari bumi, ke atmosfer, dan kembali lagi ke bumi. Nah, siklus hidrologi ini juga bisa disebut sebagai siklus air.

Jika disederhanakan, air yang ada di bumi menguap dan menjadi awan, terus turun lagi menjadi hujan.

Jenis-Jenis Siklus Hidrologi

Diketahui, siklus hidrologi ini terbagi menjadi 3 jenis. Berikut adalah jenis-jenis siklus hidrologi yang ada di bumi lengkap dengan proses terjadinya.

1. Siklus Air Pendek

Siklus air pendek merupakan siklus terpendek, di mana dalam siklus ini air laut mengalami evaporasi atau penguapan.

Evaporasi di sini adalah proses menguapnya air dari laut, sungai, danau atau permukaan air lain yang ada di bumi. Kunci utama dari evaporasi ini sebenarnya adalah panas matahari. Kemudian, uap air tadi mengalami kondensasi dan berubah menjadi awan.

Kondensasi merupakan berubahnya wujud uap air menjadi titik-titik air hingga akhirnya terbentuk menjadi awan.

Setelah menjadi awan inilah baru akhirnya terjadi yang namanya presipitasi. Nah, presipitasi ini umumnya juga dikenal sebagai hujan.

Berbicara soal evaporasi, di dalam siklus hidrologi juga terdapat yang namanya transpirasi dan intersepsi.

Jadi, transporasi adalah adalah proses menguapnya air dari tanaman melalui mulut daun dan batang. Sementara itu, intersepsi merupakan air hujan yang terjebak di atas tanaman dan kemudian menguap lagi sebelum mencapai tanah.

Misalnya, di hutan hujan dengan daun pepohonan yang relatif besar biasanya air hujan akan tertahan di pohon, tidak akan langsung jatuh ke tanah.

Nah, air hujan yang menempel pada bagian pohon tersebut akhirnya akan mengalami yang namanya evaporasi. Jadi, sebenarnya evaporasi tidak hanya terjadi di laut, ya. Namun, bisa juga karena campur tangan tanaman, baik dengan transpirasi atau intersepsi.

2. Siklus Air Sedang

Pada siklus air sedang, hujan tidak terjadi di laut, melainkan terjadi di daratan. Awalnya tetap sama, air mengalami evaporasi, kemudian terkondensasi menjadi awan, dan akhirnya turun hujan.

Bedanya siklus air sedang dengan siklus air pendek adalah hujannya turun di daratan. Jadi, ketika sudah terjadi kondensasi, awan juga bisa mengalami adveksi. Nah, adveksi ini merupakan proses bergeraknya awan menuju tempat lain karena bantuan angin.

Karena adanya adveksi, awan bisa menurunkan hujannya di darat sehingga timbul lagi yang namanya run off. Di sini run off adalah  bergeraknya air di darat dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.

Nantinya, air yang bergerak ini akan mengalir kembali ke laut, sehingga bisa kembali mengulang siklusnya.

Oh ya, yang jatuh di darat tidak selalu menjadi run off, ya. Namun, bisa juga malah mengalami yang namanya infiltrasi.  Bagi kamu yang belum paham, infiltrasi adalah meresapnya air ke dalam pori-pori tanah.

Apabila airnya meresap ke dalam tanah, ujung-ujungnya air akan tetap mengalir ke laut juga, namun prosesnya akan lebih lama.

3. Siklus Air Panjang

Terakhir, ada yang namanya siklus air panjang. Sesuai dengan namanya, siklus ini adalah siklus air yang paling panjang prosesnya.

Meskipun awalnya sama, di mana air mengalami evaporasi dan kondensasi. Namun, pada siklus ini hujannya bukan hujan biasa, melainkan hujan es.

Hal ini dikarenakan awal yang ada di atmosfer bergerak ke tempat yang relatif lebih dingin, atau kondisi suhu udara di atmosfer pada saat itu sedang rendah.

Nanti setelah musim semi darang, salju atau esnya tadi barulah bisa mencair, mengalir di permukaan bumi, dan akhirnya sampai ke laut untuk mengulang kembali siklusnya. Karena prosesnya yang panjang ini makanya siklusnya dinamakan siklus panjang.

Berbicara soal es, dalam siklus panjang ini juga kamu bisa menjumpai proses sublimasi, loh. Nah, sublimasi sendiri adalah perubahan wujud padat menjadi gas, dalam hal ini adalah es yang menguap kembali menjadi uap air.

Jadi, uap air yang terdapat di atmosfer tidak hanya dari air aja, namun bisa juga nih dari air yang versi padatnya, yakni es.

Proses Siklus Hidrologi

Terdapat beberapa tahapan proses siklus hidrologi yang diantaranya:

1. Evaporasi

Proses penguapan air dari tubuh-tubuh air, seperti laut, sungai dan danau yang diakibatkan oleh pemanasan sinar matahari. Air yang menguap kemudian akan naik ke langit dan nantinya menjadi awan.

2. Transpirasi

Transpirasi adalah penguapan air dari permukaan tumbuhan. Di mana tumbuhan mengeluarkan uap H2O dan CO2 pada siang yang panas dan kemudian transpirasi akan berlangsung melalui pori-pori daun yang berhubungan dengan udara.

3. Sublimasi

Pada tahapan sublimasi ini, sinar matahari akan membantu penguapan pada es tanpa melalui proses pencairan. Hal ini mengakibatkan es yang merupakan bentuk padat dari air, menguap dan berubah menjadi awan.

4. Intersepsi

Pada proses intersepsi, air hujan tertahan pada tanaman untuk kemudian terevaporasi kembali ke atmosfer.

Siklus hidrologi ini memungkinkan air untuk kembali ke atas tergantung dengan kemampuan setiap pohon dari jenis daun, kerapatan daun, lebar tajuk, dan batang.

5. Kondensasi

Kondensasi menampakkan perubahan wujud uap air menjadi titik-titik air di atmosfer, sehingga membentuk awan. Proses ini dapat terjadi karena pengaruh rendahnya suhu udara pada ketinggian atmosfer tertentu.

6. Adveksi

Pada siklus hidrologi ini, butiran air yang berbentuk awan bergerak secara horizontal dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Hal tersebut juga dibantu karena pengaruh angin yang berhembus.

7. Presipitasi

Presipitasi adalah proses turunnya air ke permukaan bumi dalam bentuk hujan. Bukan hanya hujan, pada daerah yang bersuhu rendah, presipitasi juga bisa menurunkan air padat berupa salju.

8. Run Off

Air yang sudah jatuh ke permukaan bumi yang tinggi, akan mengalir ke tempat yang lebih rendah melalui sungai dan anak sungai.

9. Infiltrasi

Tahapan ini merupakan proses peresapan air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah. Dalam siklus hidrologi ini, air dapat tersimpan menjadi air tanah yang secara lambat akan mengalir kembali ke laut.

Nah, di atas adalah bahasan terkait pengertian, jenis, dan proses siklus hidrologi atau siklus air yang bisa Mamikos bagikan untuk kamu.

Meskipun air tidak pernah habis karena ada siklus yang selalu terulang, bukan berarti kita bisa seenaknya menggunakan air, ya!

Jika kamu ingin mengulik lebih banyak lagi tentang materi mata pelajaran lainnya, seperti Gambar Siklus Hidrologi Pendek, Sedang, dan Panjang, kamu bisa kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasinya di sana.

FAQ

Apa saja jenis jenis dari siklus hidrologi?

Terdapat tiga jenis siklus air yang perlu kamu ketahui, diantaranya yaitu siklus pendek, siklus sedang, dan siklus panjang.

Apa saja siklus air dan penjelasannya?

Siklus hidrologi atau siklus air adalah siklus air yang tidak berkesudahan dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer. Proses ini berlangsung selamanya. Sirkulasi air terjadi melalui beberapa proses, yaitu: Evaporasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi, limpasan, dan konsumsi.

Siklus hidrologi dibedakan menjadi berapa?

Siklus hidrologi sendiri memiliki sembilan tahap mulai dari evaporasi sebagai tahap pertama kemudian transpirasi, kondensasi, evapotranspirasi dan sublimasi. Tahap selanjutnya adalah tahap adveksi, tahap run off, tahap presipitasi dan tahap infiltrasi.

Apa yang dimaksud dengan siklus hidrologi panjang?

Siklus hidrologi panjang adalah air laut menguap menjadi gas, kemudian membentuk kristal-kristal es di atas laut, dibawa angin ke daratan (pegunungan), jatuh sebagai salju yang membentuk gletser, masuk ke sungai, lalu kembali ke laut.

Apa yang dimaksud dengan siklus hidrologi pendek?

Siklus air pendek diawali dari evaporasi air laut ke atmosfer. Pada ketinggian tertentu, uap air akan mengalami kondensasi yang akan membentuk awan. Awan yang tak mampu menahan beban air akan mengalami presipitasi dan terjadi hujan, sehingga air jatuh kembali ke laut.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta